Pelajaran hidup. Oke. Baru kali ini ponselku hilang. Itu smartphone malah.
Hikmah ponselku hilang, aku bisa lebih serius belajar karena nggak terganggu smartphone lagi. Terus aku jadi lebih menghargai komunikasi. Bener deh. Waktu ada smartphone rasanya temen-temen gampang banget dihubungi, terus ada fasilitas grup biar bisa chat rame-rame. Informasi cepat menyebar. Tapi karena smartphone-ku hilang, aku ganti ke ponselku yang lama. Ponsel biasa. Sekedar SMS dan telepon aja. Mau menghubungi teman-teman jadi susah karena aku cuma tahu sedikit nomor ponsel mereka. Ada info apa-apa juga aku gak tahu.
Waktu dicopet, ponselku sedang dalam keadaan nggak berlangganan paket apa-apa. Display Picture BlackBerry Messenger yang kupasang terakhir kali itu screenshot dari anime Soredemo Sekai wa Utsukushii. Terus wallpaper terakhir, itu screenshot jadwal belajarku buat SBMPTN.
Yang paling kusesali dari hilangnya smartphone, yaitu data-data yang ada di sana. Bodohnya aku nggak bikin back-up. Musik-musik di situ, foto dan gambar, curhatan-curhatan asalku di memo, dan terutama, draft novelku. Ada total tiga novel yang kutulis dan kusimpan di ponsel, yaitu "Changin'", "IYA", dan "Honestly" yang sudah kupost di blog ini sampai chapter 8. Sebenarnya aku sudah menulis kalau nggak salah sampai chapter 12, tapi yah, draftnya hilang. Begitu saja.
Barangkali ini ujian buatku. Mungkin juga ini kesempatan untuk menulis ulang novel yang sudah kutulis. Semoga aku bisa. Semangat! ( ̄^ ̄)ゞ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar