Kamis, 08 November 2012

Aku dan Kehidupanku Kini (Curhatan Random)

Yeaay!!! Alhamdulillah, setelah beberapa kali penundaan, akhirnya angkatanku resmi menjabat MPK. Pertama-tama pingin bilang selamat buat Kartika, akhwat yang udah terpilih jadi ketua MPK yang baru~! Yeaay~! Di luar dugaan kepilih sih, tapi nggak masalah kook~

Btw MPK sekarang berhasil mulai dengan baik. "Mulai ber-15, selesai ber-15," kurasa itu prinsip kami. Pas awal masuk MPK, aku nggak nyangka kami bisa se-solid ini. Emang sih semuanya gak selalu datang rapat, tapi mereka masih peduli. Dan menurutku entah mengapa MPK angkatan kami begitu singit (gila). Terlalu banyak candaan pas rapat, dan itulah yang harus kami sama-sama atasi. Membina anggota baru juga nggak gampang, tapi kami akan berusaha. Doakan kami, ganbarimasu!

Daaann soal jabatanku... hmm.. Alhamdulillah, innalillahi, bismillah... Ketua Komisi D (Ketertiban). Eh kalo diinget-inget itu posisi Ermi waktu BEST di SMP dulu yaa.. hehee..

----- Pas rapat tadi -----
Oknum T                            : "Ketua Komisi D; Fildzah!"
Ane                                    : "Kasih tau lagi dong, komisi A apa, B apa, C apa..."
Oknum H                           : "A; OSIS, B; kesiswaan, C; ekskul, D... tatib!"
Oknum tak teridentifikasi 1 : "Weehhh tatiib!"
Oknum tak teridentifikasi 2 : "Ayo nunduk semuaa! Nunduuuk!"
Ane                                    : (-_-)
---- Udah (maksa) -----


Yosh, sudahlah. Sekarang kami bakal disibukkan dengan persiapan program kerja dan Sidang Lokakarya. Semangaaat!!! (-,-)9

Eh, sebenarnya belakangan ini aku ngerasa berhasil nemuin lagi tempo hidup yang baik. Walaupun belum sampe kayak dulu yang mikir "aku bakal mati bahagia seandainya aku mati sekarang". Segalanya mulai membaik walau aku masih belum bisa bilang "aku betah dan senang di 47". Gimana ya? Aku udah bisa aktif di semua organisasi dan ekskul yang aku ikutin walaupun nggak sempurna. Mentoring tiga-tiganya alhamdulillah jalan. Nilai-nilaiku juga udah mulai stabil bagusnya. Sama temen-temen dan senior yang rada-rada juga udah makin sabar. Dan aku bisa tetap menekuni hobi-hobiku. Alhamdulilah...

Ini itu...apa efek menahan ketertarikan pada 48 family ya? Sabtu kemarin Kak Malik bilang kalo sebaiknya aku menyalurkan energi yang terpakai buat JKT48 ke hal lain yang lebih bermanfaat. Beliau juga bilang ketertarikanku ke anime dan manga masih lebih bagus buatku daripada itu. Emang sih, aku sendiri ngerasa sejak suka JKT48 aku jadi "cukup" berubah. Yang awalnya cuma suka tokoh fiksi, jadi suka juga tokoh nyata. Apalagi aku sukanya AKB48 dan keluarga. Banyak memori yang terpakai untuk itu. Waktu yang kupakai buat browsing-browsing soal mereka harusnya bisa buat aktivitas lain. Aku pingin mengurangi.

Aku udah cukup banyak tahu tentang 48 family.

Tapi ternyata memang sulit untuk benar-benar menghilangkan. Aku coba mulai aja dari unfollow fanbase-fanbase nggak penting di twitter. Acchan, Tomochin, Masuda Yuka, Okaro, aku juga unfollow mereka. Tapi rasanya masih belum mau unfollow fanbase penting kayak akb48journal atau melosnomichi. Masih pingin tahu yang penting-penting (single baru, member yg graduate, dsb). Akun officialJKT48 dan member-membernya juga belum mau ku-unfollow.

Sebenarnya ada satu hal yang paling membuatku mikir-mikir lagi untuk ninggalin JKT48. My oshimen, Kak Diasta. Kalau oshimenku lebih populer kayak Melody, Cindy, atau Ayana, aku nggak bakal mikir begini. Di antara 24 member, Kak Diasta yang fansnya paling sedikit. Aku masih mau, masih pingin dukung Kak Diasta. Karena itu juga aku masih berangan-angan bisa nonton theater.

Ya sudahlah. Itu masih progress.

Alih topik yuk.(._.)

Kembali soal organisasi. Di Keputrian, jabatan aku Divisi Infokom (yang ini kayak aku sendiri pas SMP hahaa), tugas utamanya ngurusin social media Keputrian. Temen-temen di sana juga masih sama, semua ceria dan serius. Nggak bikin bosenlah. Paling kita mesti saling menghargai banget nih, karena dari 15 anggota Keputrian 2014, selain BPH inti Keputrian (ketua, wakil, sekretaris, bendahara), di antara kami ada yang ketua ekskul Paskibra, ketua ekskul Alistra (gambar), ketua MPK, sekretaris OSIS, dll. Jadi semua punya kesibukan masing-masing. Ini tantangan terbesar kami.

Kalau di Alistra, aku jadi wakil II. Aslinya wakil I, tapi karena aku MPK jadinya wakil yang awalnya cuma 1 ditambah jadi 2. Alistra juga lagi banyak ikut lomba nih, doain aja ya semoga dari beberapa yang kami ikuti kami berhasil dapet juara. :)


Hmm, setelah baca semua yang di atas, pasti pada mikir, "kamu apaan dah, Fil? Maruk banget kegiatan! Nggak capek apa?"
Hoo, jangan salah. Saya masih punya waktu nganggur. Masih sempet main-main kok. Masih bisa nonton, baca komik, atau blogging kayak gini hehee :D

Saya sendiri sadar kok kalo ternyata saya ini "Organization Freak" (-_-)

Yoweslah, memang capek nyaris tiap hari ada kegiatan. Tapi insya Allah hal ini juga berguna buat masa depanku nanti. Tetap semangat ya semuaa! \(^w^)/



Fildzah Nur Fadhilah
Pray | Study | Organize | Draw

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tugas Poster Bahasa Inggris

"Make a poster with theme cleaness!" Mr. Hadi said to my class that day.
Dalam hati langsung seneng. Yeyy!!! Aku emang suka bikin gini-ginian. Apalagi aku emang pingin kuliah di jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual a.k.a. Desain Grafis).

Tapi ternyata aku lamaaaa banget bikinnya. Berhari-hari. Walaupun mulai ngerjain jauh sebelum deadline, akhirnya begadang juga pas H-1. Hasilnya? Yah... Aku sih antara puas dan gak puas. Hasilnya kayak gini :


Yahh well... silakan komentar, beri saya masukan, kritik, saran, suka-suka Anda...

Yang aku puas adalah hasil print-nya bagus. Warnanya nggak jelek. Yang aku kurang puas adalah backgroundnya yang menurutku terlalu simpel, juga warna kulitnya yang terlalu pucat. Overall, termasuk bagus juga sih, Alhamdulillah. Dibanding temen-temenku yang lain, ini paling kelihatan bikin sendiri. Tapi punya temen-temenku juga bagus kok, ada juga yang kalimatnya lebih bagus daripada aku. Untuk poster aku dapet nilai 95, sedangkan untuk presentasinya 90. Yah Alhamdulillah deh...

Ada satu hal juga yang saya gak suka dari tugas ini : temen-temen yang copy-paste poster jadi dari internet. Itu gak ngehargain karya orang banget. Pembajakan. Jangan ada juga yang ngambil poster saya ini kalau mendapat tugas sejenis saya tadi. Walaupun jelek atau bagus, yang penting karya sendiri 'kan?

Sudah deh, sekiaaan~ thanks for your visit :)

Bleach Beat Collection 4 : IchiRuki~




Ini jadul yah sebenarnya. Di-post lagi atas permintaan Nisa hehee... (sori ya lama :p)
yoweslah ndak apa.

Jadi ini mungkin bisa dibilang sejenis character song. Kali ini adalah Bleach Beat Collection 4th Session : 04 Ichigo Kurosaki and Rukia Kuchiki, yeeeyy~ CD ini isinya 3 lagu, yang pertama Glow (duet IchiRuki), lalu Echo (Rukia's solo), dan terakhir Unchangeable Word (Ichigo's solo). Kali ini aku akan beri lirik dan terjemahan Indonesianyaaa~ xD


Glow
By : Kurosaki Ichigo (Morita Masakazu) & Kuchiki Rukia (Orikasa Fumiko)

( = Ichigo, = Rukia, ● = IchiRuki)

Ima ichibyou
Kini, jika untuk sedetik
hi ga moetara
matahari terbakar
sora ni tokete
membuat langit meleleh

asa ga kuru
pagi akan datang

Nemuri kara
dari tidurnya
koe wo agete
hingga suaranya meningkat
mebuite yuku
menumbuhkan
sekai
dunia

ukeirerareta nara
Jika aku telah menerimanya
mou kako da to kizuketa

Aku menyadari bahwa itu adalah masa lalu
daiteta kanashimi wo ikisaki wa
Tujuan dari kesedihan yang memeluk ini adalah
kaze
angin
sora
langit
hoshi
bintang
ame
hujan
tatoeba kakenukete susundemo
Bahkan walaupun aku telah melewatinya
kaze
angin
ima
kini
sono
ada di
hoho ni
pipi itu

Kienu you ni
Seperti akan menghilang
kaki nagutta
yang tertulis,
kioku wo tada
kenangan itu hanya
nagamete wa
dilihat begitu saja

haya sugita
terlalu awal
aimaisa ni
dalam ketidakjelasan
furi kaetteru
itu membalikkan
sekai
dunia

kokoro ni shimaetara
Jika aku mengeluarkannya dari hatiku
sono subete ga ima darou
Segalanya akan menjadi masa kini

itsudemo sabishisa no chikaku ni wa
Yang selalu dekat dengan kesedihan adalah
kaze
angin
sora
langit
hoshi
bintang
ame
hujan

tsunagaru fui ni tada miageteru
Mereka terhubung, tiba-tiba, saat aku baru saja melihat

sono
ke sana
sora
langit itu
sono
di sana
mune ni
hati itu

deaete yokatta to sono omoi tada tada
"aku bersyukur bertemu denganmu", perasaan ini hanya, hanya
yuuhi no mane no you ni netsu wo obi
membawa kehangatan seperti mentari terbenam
yoru
malam
mada
masih
hoshi no you ni
belum seperti bintang

ameagari
setelah hujan
tada
hanya
tada
hanya
kagayaku
gemerlapan



Unchangeable Word
By : Kurosaki Ichigo (Morita Masakazu)


Soredemo
Meskipun begitu
subete ni hi ga noboridaseba mata aruki hajimete
Saat matahari mendaki ke atas segalanya, aku akan mulai melangkah lagi
kasanaru mainichi omoide ni naru
Hari-hariku tersimpan, menjadi kenangan...
kokoro ni tsumoru
Tertumpuk dalam hatiku.

Ashita ga kuru tabi mae no hou ga miete
Setiap kali pagi datang, aku melihat apa yang tepat berada di depanku
irodori hajimeteku
Pewarnaan dimulai
usureru sasai na nanika ni kizuki
Hal itu memudar, aku sedikit merasakan sesuatu
furikaeru darou
Aku melihat sekitar pundakku

Omoidasenai koto ga hitotsu furueru tabi tachidomatte ite mo
Setiap kali hal yang tak bisa kau ingat bertambah, bahkan jika kau berhenti dan bahkan jika kau berdiri di sana
namida no ato no name oboete iru nara sore ga subete darou
"Nama" di balik air mata itu, jika kau bisa mengingatnya maka tak ada lagi yang akan menjadi masalah
hajime kara kawaranai kotoba
Sejak awal, itu adalah kata yang tak bisa diubah.

Ima made ijou ni kokoro no koe made kikoete shimai sou de
Lebih dari sebelumnya, aku merasa seperti bisa mendengar suara hatiku
kakushite kakushite tsuyogaru koto ga fushizen ni naru
Aku terus menyembunyikan dan menyembunyikannya, tapi itu malah membuatku tidak wajar untuk berpura-pura tegar.

Umaku ienai koto ga umaku unazukenai koto ga tsudzuitara
Aku tak bisa mengatakan sesuatu dengan baik, aku tak bisa mengangguk setuju sebagaimana mestinya, kalau ini berlanjut,
hitomi wo mitsumeta toki kokoro no dokoka de hibikasereba ii
Saat dimana aku melihat matamu membuatnya bergema di suatu tempat di dalam hatiku
hajime kara kawaranai kotoba
Sejak awal, itu adalah kata yang tak bisa diubah.

Kokoro ni kyori ga aruto shimattara
Jikalah ada jarak di antara hati kita
ishikishi sugita omoi no sei darou

Pastilah karena kesalahan dari perasaan yang terlalu mengikat ini
itsumo doori ga kaettekitara
Jika kita kembali ke "diri kita yang biasanya"
mata hitotsu ni naru
Kita akan kembali lagi menjadi satu

Omoidasenai koto de jibun wo semetari bukiyou ni natte mo
Bahkan jika aku menyalahkan diriku sendiri atau menjadi canggung karena suatu hal yang tak bisa kuingat
egao no naka no namae oboete iru nara sore ga subete darou
"Nama" di dalam senyuman itu, jika kau bisa mengingatnya maka tak ada lagi yang akan menjadi masalah
hajime kara kawaranai kotoba
Sejak awal, itu adalah kata yang tak bisa diubah

Kawaranai kotoba
"Kata" yang tak bisa diubah...

Echo
By : Kuchiki Rukia (Orikasa Fumiko)

Hontou no tsuyosa wo mitsumeru yowasa ni
Kekuatan sejati, untuk menatapi kelemahan
hibiku subete wo misukasu koe
Bergema, sebuah suara yang bisa melihat segalanya.
shizunda keshiki wo kono sode de nugui
Suasana yang tenggelam, telah diseka oleh lengan ini.
koe wo nazotte arukidashita
Mengikuti suara ini, aku mulai berjalan.

Ima hitotsu nigotta kotoba no haken kara
Kini, dari satu bagian pecahan kata-kata yang tercemar,
tsuita kidzu wo nagame mayotteita keredo
Sambil menatapi lukaku, aku memiliki keraguan, tapi..
kankaku nara omoidashita
Aku masih ingat sensasi
mayoi no nai senaka ni
yang kembali dan tidak memiliki kebimbangan.

Henji wo matazuni
Tanpa menunggu jawaban,
unazuku hayasa ga hitotsu kokoro wo kyori to shitta
kecepatan dari anggukkan setujumu membuatku memahami jarak di antara hati kita.
shinjite iru kara hitomi wo soraseta
Karena aku percaya, aku memalingkan mataku
tooku hanareta karada no naka
di dalam tubuh yang terpisah jauh
Hibike
Menggema!

Mata hitotsu sugitta
Sesuatu yang lain berlalu
"moshimo" wo ubau no wa
Sesuatu yang mengambil "seandainya"
nejimageyou no nai "sonzai" no shiwaza ka
Apakah itu kesalahan "keberadaan" yang tak bisa diputar?
arukidashita sono toki kara
Sejak saat itu aku melangkah
kowasa nante shimatta
Aku tak takut lagi.

Hontou no tsuyosa wo mitsumeru yowasa ni
Kekuatan sejati, untuk menatapi kelemahan
kidzuku subete wo misukasu koe
Menyadari sebuah suara yang bisa melihat segalanya
tsuyogaru koto sae kono hitomi wo yomu
Mata ini bisa melihat bahwa kau berpura-pura tegar
senaka awasete arukidashita
Kembali ke belakang, kita mulai melangkah
hibike
Menggema!

Hontou no tsuyosa wo mitsumeru yowasa ni
Kekuatan sejati, untuk menatapi kelemahan
Hibiku subete wo misukasu koe
Bergema, sebuah suara yang bisa melihat segalanya.
shizunda keshiki wo kono sode de nugui
Suasana yang tenggelam, telah diseka oleh lengan ini.
koe wo nazotte arukidashita
Mengikuti suara ini, aku mulai berjalan.
Kawarazu...
Tak bisa diubah...


Jumat, 28 September 2012

That Thing Called "Nyontek" (/*o*)/

Lagi benci banget sama yang satu itu. Apaan dah itu? Nulisnya aja kesel banget (-3-)"

Kekesalan ini dipicu oleh KBM tadi siang. Guru Prancisku tadi gak datang, dan beliau meninggalkan lembar kerja yang sebenarnya sulit kami kerjakan. Alhasil, aku ngisinya rada asal, nebak-nebak sambil liat-liat kamus juga.

Ternyata LK-ku yang terisi menarik perhatian.

"Eh, gue liat punya lo dong," kata si ketua kelas.

Diulangin lagi, itu yang ngomong ketua kelas.

Aku sebenarnya udah nunjukin pemberontakan, dari jawabanku kututup-tutupin, kertasku aku ambil, aku udah bilang langsung nggak boleh, dsb. Tetep aja begitu. Udah gitu, gak lama kemudian ada yang nanya ke aku, "Fil, ini bener gak sih? Tadi aku nyontek ke *** (ketua kelas), terus ada yang aku coba jawab sendiri, sisanya aku gak tahu."

Aish, tambah panas ini.

Sebenarnya "dicontek" atau "nggak mencegah teman menyontek" tuh dosa nggak sih? Aku bisa sampe nangis mikirin itu aja. Cuma karena merenungkan sikap teman-temanku.

Seandainya aku lebih nggak peduli lagi apa kata orang. Seandainya aku lebih tegas ke teman-temanku. Seandainya aku kuat melawan arus itu...

Ini yang paling bikin aku nggak betah di sekolah. Apa-apaan sih lingkungan "nilai-oriented" gini? Bener-bener serba duniawi deh di sini. Atau akunya aja yang lebay? Makanya aku lebih milih nggak cerita-cerita masalahku ke temen-temen di sana karena aku tahu nggak ada yang bakal ngerti. Palingan aku cuma bakal dianggap aneh.

Setelah masuk SMA, aku baru sadar betapa kecilnya suaraku. Aku iri sama temen-temen yang "kelebihan" suara tapi nggak dimanfaatin baik-baik. Temen-temenku sebenarnya pinter-pinter, cuma kepercayaan dirinya itu yang rendah banget. Yakin sama jawaban sendiri aja gak bisa. Bisanya liat doang!

"Emang kenapa sih? Gak suka? Keluar aja lo!" setengah bercanda, temenku bilang itu ke aku.

"Oke! Aku keluar!" kalo ane gak punya kesabaran pasti ane bilang kayak gitu. Kalo aku lebih lemah dari yang sekarang, aku pasti udah pindah dari lingkungan itu.

Alhamdulillah aku masih kuat. Pingin rasanya cepet-cepet keluar dari sini. Walaupun sebenarnya pas kuliah nanti bisa aja ketemu yang begini lagi, aku jalani aja. Aku tahu Allah mengatakan bahwa "sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan", bahkan dalam At Taubah ayat 40 ada potongan ayat yang artinya "jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita".

Nyontek udah bener-bener melekat di kalangan pelajar Indonesia. Aku nggak tahu masih bisa apa nggak mengubah kenyataan itu, tapi aku pingin banget nyontek itu lenyap. Aku kangen banget suasana waktu SMP dulu, di mana kami mengerjakan LK sambil diskusi, bukan sekedar lihat punya teman. Saat kami mengadakan ujian, ulangan, atau Try Out tanpa kecurigaan pengawas yang mengira kami bakal nyontek. Nggak ada yang ngasih bocoran ulangan. Aku rindu banget sama suasana kayak gitu. Bener-bener rindu.

Allah bersama kita, Fil.

Allah bersama kita.

Walaupun kini pelajar Indonesia kekurangan panutan, salah didik, atau semacamnya... Allah pasti punya jalan. Karena itu, bertahanlah. Tinggal kurang dari 2 tahun lagi.

Sabtu, 22 September 2012

Review : The Best Skilled Surgeon

Aku lagi naksir sama manga yang satu ini. Berikut info dasarnya :

Judul Indonesia  : The Best Skilled Surgeon
Judul Asli           : Saijou no Meii
Komikus            : TAKASHI Hashiguchi (Yakitate!! Japan)
Status                : 11 Volume - Tamat
Sekuel               :
  • Saijou no Meii - The King of Neet (Manga)
  • Saijou no Meii (live-action drama)

Karena pernah diselamatkan dengan operasi tingkat tinggi (operasi transposisi sempurna aorta, yakni operasi untuk memperbaiki pembuluh jantung yang terbalik) saat masih bayi, Saijou Mikoto jadi sangat tertarik dengan medis. Karena penyakit yang dideritanya itu, ia sering mendatangi rumah sakit. Sambil diperiksa kesehatannya, ia senang bermain-main dan belajar medis dari para dokter di sana. Tak terkecuali dokter yang mengoperasinya saat bayi, seorang dokter bedah anak bernama Shindou Mamoru.

Dokter Shindou-lah orang yang selalu mengajari Mikoto tentang medis, terutama bedah anak yang jadi bidangnya. Di luar dugaan, menjadi seorang dokter bedah anak sama sekali tidak mudah. Daripada orang dewasa, mereka tentunya lebih sulit diperiksa dan ukuran organ-organ mereka lebih kecil dari orang dewasa.

Berkat usaha keras dan semangatnya, Mikoto menyelesaikan kuliah di Amerika dan pulang ke Jepang dengan membawa gelar penghargaan MSA (Most Skilled Ameteur). Sampai di Jepang, dengan dibantu Dokter Shindou dan Dokter Mera, seorang dokter spesialis mata, Mikoto mulai bekerja di Rumah Sakit Pusat Heisei. RS yang dulu pernah mengalami kecelakaan operasi dan menutup bagian Bedah Anak milik mereka.

Mikoto bertekad untuk mendirikan kembali bagian bedah anak tersebut. Selama bekerja di sana, pasien demi pasien dia tangani dengan cara mengagumkan. Akhirnya banyak orang yang mendukung dia. Dokter magang yang ada di sana juga mulai tertarik dengan bedah anak setelah melihat keahliannya dalam dunia bedah. Setelah dibantu oleh Sena Maria, seorang dokter magang, dan Kiryuu Ayame, dokter spesialis bedah jantung, Mikoto berhasil mendirikan kembali Unit Bedah Anak. Namun ada yang tidak suka dengan keberhasilannya. Para petinggi RS yang merupakan lulusan dari universitas saingan Universitas Saihama tempat bekerja Dokter Shindou, yaitu Universitas Teio, terus mengirimi Mikoto pasien-pasien yang sulit ditangani agar Mikoto kewalahan. Di tengah keadaan itu, penyakit yang Mikoto derita waktu kecil sepertinya kembali kambuh. Bagaimana selanjutnya? Apa Mikoto bisa bertahan?


Kurang lebih mungkin itu sinopsisnya. Menurutku, setelah baca komik ini wawasanku bertambah. Jelaslah bertambah! Komik ini gak cuma mengenalkan aku bagaimana kegiatan operasi, tapi juga memberitahu aku bahwa operasi gak sesimpel yang kita kira. Ada berbagai cara untuk mengoperasi, tapi dokter bedahlah yang menentukan apa cara terbaik untuk pasiennya.

Beberapa teman yang kupinjami komik ini juga bilang kalau mereka suka. Setelah membaca ini, mereka jadi lebih semangat lagi untuk meraih cita-cita mereka, yaitu dokter. Dokter yang baik dan hebat, bidang apapun itu.

Dari segi artwork, karya Takashi-sensei ini juga nggak jelek dan masih terkesan normal, jadi enak bacanya.

Kepo nggak? baca makanyaaa~