Senin, 22 April 2013

Home Stay 2011

Attention sebelumnya, ini sebenarnya post dari blog sebelumnya. Sengaja di-repost karena blog yang lama mau dihapus. Terima kasih... :)

-------------

Home Stay. Program pengganti Super Camp yang betul-betul khusus diadakan untuk kelas IX. Pada awalnya memang respon para siswa/i kelas IX agak negatif. Kenapa mereka harus merelakan tahun terakhir tanpa Super Camp yang serunya begitu istimewa itu? Kenapa harus Home Stay?

Tapi pikiran itu hilang semudah munculnya. Terdengar ekspresi hati mereka begitu selesai menjalani Home Stay.

“Hehe. Oke juga ternyata,” gitu kata mereka.

Begitulah Home Stay. Kegiatan menginap tiga hari dua malam di daerah perumahan penduduk yang awalnya dituduh “nggak asyik”. Tapi sebenarnya—barangkali kami lupa—bagi kami siswa/i SMP Islam Plus Baitul Maal, mendapat pengalaman baru—itu yang namanya “asyik”.

Nah, sekarang, biar aku ceritakan semua pengalamanku dari persiapan sampai pulang Home Stay, sebisa yang kuingat.

Beberapa hari sebelum Home Stay, kami siswa/i kelas IX, angkatan 4 SMPIP Baitul Maal dikumpulkan di ruang Kelas IPS. Dan di sana, wali kelas kami tersayang—Pak Yayat dan Bu Erma memberikan briefing pada kami calon peserta Home Stay. Pagi sebelumnya di hari yang sama, Bu Erma sudah mengumumkan pada para siswi pembagian kelompoknya. Hasilnya, aku terkumpul bersama teman-teman sesama absen genap di bawah nama Suku Ngarai, dan aku dipilih jadi kepala sukunya.Dan setelah briefing itu kami rapat seangkatan karena nanti di sana ada acara yang harus kami panitiai bersama.

Jujur aja, aku nggak begitu puas dengan rapat itu. Setelah rapat selesai, kami rapat perkelompok. Apa yang kami diskusikan sih sebenarnya? Rahasia ya… nanti juga tahu.

Selain rapat itu, banyak lagi yang kami persiapkan. Mulai dari menyiapkan parcel yang ditugaskan perkelompok, serta name tag tanda peserta. Kami juga menyiapkan barang-barang pribadi. Untuk acara kali ini, aku memakai ransel gunung yang biasa kupakai kalau Super Camp. Alat makan, alat sholat, Al Qur’an, alat mandi dan baju-bajuku, tentu semua aku bawa. Aku juga membawa Memory Card SD serta alat tulis. Anehnya, aku sedih banget nggak bawa Flash Disk. Soalnya aku diminta untuk mendesain Name Tag untuk seluruh peserta Home Stay, dan aku juga menerima tawaran untuk membuat spanduk Home Stay. Beberapa hari sebelum berangkat, Flash Disk-ku dipinjam untuk mencetak spanduk, dan ternyata sampai hari H belum dibalikin juga. -_-


Akhirnya tibalah, Senin, 20 Desember 2010, hari H. Aku bangun pagi-pagi sekali, menyiapkan diriku dan segala sesuatu yang belum sempat kusiapkan kemarin malam—sikat gigi misalnya. Lalu dengan was-was aku pergi diantar abi ke Alfa Midi dekat STAN, lokasi kumpul kami. Kukira aku bakal naik bus mini ber-AC yang lumayan nyaman, tapi alangkah kagetnya aku begitu melihat dua bus seukuran Metro Mini yang—bisa ditebak kan?—ber-AC alam. Untungnya bersih, sih. Bus yang satu untuk kelas 9A, yang satu lagi untuk 9B. Jujur aja nih, sebenarnya kelas 9B + guru-guru Akhwat + barang-barang mereka tuh nggak muat masuk ke bus itu. Di luar dugaan barang bawaan kami gede-gede. Tapi untungnya dengan “Bismillah” dan sedikit paksaan, kami semua bisa masuk. Kemudian, dimulailah perjalanan kami…

Perjalanan kami mulai dengan membaca do’a dan Dzikir Al-Ma’tsurat dengan dipimpin oleh Icha dari suku pimpinanku. Sebenarnya selama di bus dia juga teman sebangkuku sih… Dengan berbekal toa dia pimpin dah itu Al-Ma’tsurat. Setelah membaca Al-Ma’tsurat, gantian aku pegang toa untuk memimpin muroja’ah. Dan setelah kami selesai muroja’ah, acara kami bebas. Ada yang makan, bercanda, ketawa-ketawa, tidur , ngobrol dan foto-foto. Ada yang beda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya. Kalo ada anak-anak yang kami lewati, kami nggak nyorakin satu sama lain. Malah kami bikin rame dengan bersorak gembira bersama mereka. 

Setelah sekitar tiga sampai empat jam kemudian, kami sampai di lokasi kami akan bermalam. Walaupun nggak seperti villa pada umumnya, beberapa orang menyebutnya “villa”. Saat kami datang, Pak Kosasih, pemilik villa tersebut menyambut kami. Oleh beliau kami dipersilahkan meletakkan barang-barang dan beristiharat. Di samping jalan masuk ke villa ada beberapa kolam ikan yang kami lihat. Dan begitu kami masuk, terlihat saung dan sebuah bangunan merah muda. Bangunan merah muda yang memanjang ke belakang itu akan ditempati oleh para guru. Di lantai atas bangunan itu ada kamar lagi, tapi bentuknya saung. Di sanalah anak-anak kelas 9A tidur nanti malam.

Gimana dengan 9B? Semakin masuk ke daerah villa dan melewati tanaman-tanaman cabai, terdapat bangunan merah muda yang memanjang ke samping. Di situlah kamar 9B. Jujur aja, kamarnya kurang cukup buat kami bersembilan belas, tapi kami usahakan semua bisa di situ. Di sebelah kamar kami itu ada kamar mandi tertutup dan kamar mandi yang agak lebih terbuka. Di belakangnya persawahan. Anak-anak 9B banyak yang suka duduk di teras kamar dan ngobrol-ngobrol. Kami serasa jadi murid asrama deh…

Setelah kami selesai membereskan barang dan menggelar tikar, kami duduk beristirahat sambil bercakap-cakap ria. Kemudian kami mulai membungkus parcel yang nantinya akan diberikan pada hari terakhir. Usainya, kami makan siang. Lalu kami sholat Jama’ Qashar Dzuhur-Ashar dan tilawah Al-Qur’an sembari menunggu dimulainya acara pembukaan.

Akhirnya tibalah waktunya pembukaan. Disampaikanlah sambutan-sambutan dari Pak RT (kami dikira beliau mahasiswa yang lagi KKN lho… E he he…), Om Anton selaku tokoh masyarakat sekaligus tour guide kami, Bu Rina selaku kepala sekolah, dan Bu Erma selaku PJ kegiatan Home Stay. Home Stay dibuka secara simbolis oleh Pak Yayat dengan memukul kentongan.

Acara pembukaan selesai. Berikutnya kami akan keliling desa sekaligus briefing tempat-tempat yang bisa kami observasi esok hari ditemani Om Anton. O, ya, walaupun kami memanggil beliau “Om Anton”, sebenarnya usia beliau sudah sekitar 76 tahun lho! Beliau memiliki rambut dan janggut putih yang panjang. Barangkali kalau baru pertama lihat bakal agak bergidik rasanya. Tapi asli, deh! Om Anton baik banget. Kami tanya apa saja beliau pasti menjawabnya dengan baik. Beliau bagai buku berjalan bagi kami saat itu.

Nah, sekarang balik lagi ke briefing! Pertama-tama kami mendatangi Running Water, yaitu peternakan ikan dengan kolam yang airnya dialiri dari sungai dan dialirkan kembali ke sungai pula. Setelah itu kami bergerak dari sana ke Sungai Cinangneng. Kata Om Anton, batu-batu di sungai itu dulu dijadikan pondasi Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno dan Bandara Halim Perdanakusuma. Dulu batu-batu di sana banyak banget, tapi karena udah diambil-ambilin sekarang jadi tinggal sedikit. Saat kami ke sana, airnya agak keruh. Katanya sih gara-gara sekarang lagi musim hujan. Kalau musim kemarau, biasanya air sungainya jernih.

Dari sungai Cinangneng, kami pergi melihat Industri Rumahan Bunga Kering. Bagus-bagus lho bunganya! Warna-warnanya lucu… ha ha… Selama perjalanan ke sana, kebetulan kami bertemu para warga yang sedang bergotong-royong membangun masjid. Bukan cuma bapak-bapak lho! Ibu-ibu sampai anak kecil juga ikutan bantu. Sekalian, kami juga ikut-ikutan bantu. Katanya mereka kerja dari pagi. Bahan-bahannya dibeli dari hasil patungan mereka. Duh, bener-bener ya. Anehnya, selama membantu mereka bergotong-royong yang kurasakan bukan lelah, tapi justru rasa kagum dan bahagia. Setelah menyaksikan sendiri kegiatan ini, aku betul-betul terpesona sama kekeluargaan yang dimiliki warga daerah. Mereka saling bantu-bantu tak kenal usia maupun kedudukan. Di rumahku sih, boro-boro kayak gitu. Kenal sama tetangga sebelah aja aku nggak. Baru deh, aku ngerti pandangan orang luar yang bilang kalau orang Indonesia itu ramah-ramah. Ternyata yang seperti ini maksudnya. 

Selanjutnya, kami pergi ke Peternakan Ikan Koi. Di sana kami melihat…ngg… ikan Koi? Ah, nggak. Yang kami liat di sana justru aksi mas-mas yang lagi nangkep ikan bawal buat dijual. -_-

Yah, sudahlah, kita pindah tempat ya! Tujuan terakhir kami adalah Peternakan Lobster & Kelinci yang ada di seberang villa. Dekat sih tempatnya. Cari sensasi jauh-jauh dulu nggak apa ‘kan? :D Di peternakan lobster milik Om Anton itu, kami diberi tahu bagaimana lobster kawin, bertelur dan tumbuh besar serta bagaimana cara membedakan lobster jantan dan betina. Sedangkan soal kelinci kami hanya diberitahu Om Anton jenis-jenis dan cara merawatnya, berhubung pemiliknya sedang tidak ada di tempat. Nah, dengan begini berakhirlah briefing kami. Sekarang kami kembali villa untuk mandi sore dan bersiap-siap sholat.

Nggak ada yang spesial malam itu. Setelah sholat jama’ Qashar Maghrib-Isya, dengan disaksikan seluruh rombongan, para kepala suku mengambil undian. Undian ini akan menentukan apa yang akan suku mereka observasi besok. Sebelumnya, kuberitahu dulu nih. 9A dan 9B masing-masing terbagi dari dua suku. Jadi, totalnya ada empat suku. Suku pertama itu Suku Pantai, kepala sukunya Ilham. Kemudian ada Suku Sungai dengan kepala suku Emiel. Terus ada Suku Lembah dengan kepala suku Ermi dan terakhir, Suku Ngarai dengan kepala suku aku. Hasil undiannya nih, sukuku kedapetan Peternakan Lobster sekaligus Peternakan Kelinci, Lembah dapat Industri Kerajinan Bunga Kering, Pantai dapat Peternakan Ikan Koi (kalo nggak salah, ya) dan sungai kebagian Running Water. Awalnya sukuku senang dapat tempat observasi yang dekat, dan aslinya memang itu yang mereka harapkan. Sewaktu mengambil undian aku menampung harapan anggota-anggota sukuku itu, dan memutuskan untuk memilih berdasarkan nomor takdirku, satu. Kuambil yang paling kiri dari kertas yang dijejerkan di depanku, dan hasilnya kami beneran dapet itu. Tapi yaah… lama-lama anggota-anggota sukuku kesal juga karena hanya suku kami yang mengobservasi dua tempat sekaligus, alias laporannya bakal lebih panjang.

Yah udahlah diterima saja -_- setelah pengundian itu kami makan malam. Ngomong-ngomong, selama di sana kami dapat makan dari warga di sana. Pesen catering kok. Tenang aja. Habis makan kami membuat Berita Acara, diskusi kelompok soal evaluasi kegiatan hari itu serta merencanakan kegiatan kami besok. Setelah itu kami istirahat dan disusul tidur. Ternyata kamar tidur kami itu memang sempit. Buktinya empat kawan kami, Dhilah, Upik, Nauroh dan Tasya akhirnya keluar kamar dan tidur di tempat lain.


Tibalah hari kedua, Selasa, 21 Desember 2010. Kami bangun dengan lancar pagi itu. Semua bisa Qiyamulail sama-sama. Memang sih, akhwatnya agak telat. Tapi syukur masih sempat. Usai subuh kami Al-Ma’tsurat pagi. Setelah itu kami senam pagi dan lari-lari keliling villa. Kemudian kami mandi dan sarapan, lalu bersiap-siap untuk mengobservasi tempat yang sudah ditentukan.

Sukuku berangkat mengobservasi sekitar pukul 09.30. Berhubung Pak Anton sedang ada urusan, Pak Jati menggantikan Pak Anton menemani kami. Beliau menjelaskan pada kami semua tentang lobster, mulai dari sejarahnya, tempat hidupnya, cara mengembangbiakkannya, makanannnya, perilakunya, cara mengukurnya serta jenis-jenisnya. Sedangkan untuk soal kelinci kami akhirnya bertemu pemilik peternakannya, yaitu Pak Sadim. Bersama Pak Jati beliau menunjukan segala hal tentang kelinci pada kami. Waktu kami mengobservasi, tahu-tahu ada kelinci yang kabur lho! Untungnya dia bisa kami tangkap, setidaknya sebelum dia benar-benar hilang atau tertabrak kendaraan yang berlalu-lalang.

Akhirnya observasi berakhir. Kami kembali ke villa untuk istirahat, sholat dan makan siang. Setelah itu kami bersiap-siap melaksanakan agenda yang mati-matian kami rapatkan. Apakah itu? Hee… kami akan bermain alias mengadakan outbound kecil-kecilan untuk anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sekitar. Aku memegang toa, memimpin teman-temanku pergi ke lokasi bersama para guru. Sesampainya di sana, aku, Ermi, Fahmi dan Emiel membuka acara sekaligus memberi salam dan memperkenalkan diri kepada anak-anak TPA dan orang tua mereka. Setelah itu, dimulailah permainan kami.

Suku Ngarai membuat permainan “Estafet Karet” dan “Vampir Cina”. Agak susah mengatur anak-anak itu, soalnya mereka masih kecil-kecil. Barangkali paling tua usianya baru sepuluh tahun. Perhatian mereka juga banyak tertarik ke permainan “Tiup Balon Sampai Pecah”-nya Suku Sungai. Tapi syukurlah, semuanya bisa menikmati permainan dengan baik.

Sore harinya, kami kembali ke villa. Coba tebak sekarang kami ngapain? Kami bakal lomba nangkep ikan! Hahaha…! Jadinya nih, kami disuruh nagkep ikan di air yang keruh. Bener-bener susah deh! Padahal guru-guru bilang ada 20 ekor ikan di kolam keruh itu. Kelompok akhwat alias 9B nyoba nangkep duluan, setelah itu baru kelompok ikhwan alias 9A. Kelompok Akhwat Cuma dapet sekitar 4-6 ikan. Nah, ikhwan yang kena untungnya! Ikan-ikan itu udah keburu mabuk karena sebelumnya kelompok akhwat telah mengobok-obok air mereka tanpa henti. Hasilnya, semua ikan bisa ditangkap oleh ikhwan. Setelah menangkap ikan itu, kami mandi sembari bergantian membakar ikan. Enak juga ikannya, lumayan… he he…

Usai bersih-bersih, sholat dan makan malam, kami bersiap-siap untuk presentasi. Karena nggak ada tempat yang cukup luas untuk kami berpresentasi sambil ditonton satu angkatan, akhirnya acara presentasi dibagi dua kloter, yakni perkelas, dan diadakannya di saung. Kelas 9B presentasi duluan, 9A belakangan. Presentasi berjalan lancar sih… walaupun banyak hal bagai tekanan yang memburu… haha… Yahh… setelah presentasi laporan pengamatan itu, kami langsung bersiap-siap untuk tidur.


Akhirnya datanglah, Rabu, 22 Desember 2010, hari terakhir Home Stay kami. Nyaris sehari penuh sisa waktu di sana kami nggak ada kegiatan apa-apa lagi. Cuma beres-beres, dan keliling desa untuk terakhir kalinya. Saat anak-anak kelas 9A tidur (malemnya kurang tidur, mereka semua bangun sholat lail, jadi abis subuh mereka tidur lagi. Sedangkan 9B nyaris semuanya ngaret dan nggak sempet sholat lail -_-), kelas 9B jalan-jalan dan foto-foto di Sungai Cinangneng. Setelah puas, mereka kembali ke villa untuk sarapan dan bersih-bersih. Bersih-bersihnya… bersih-bersih total! Kan mau pulaang… XD Saat matahari sudah tinggi, kami gelarlah acara penutupan. Isinya pemberian kenang-kenangan berupa ucapan terima kasih dan parcel bingkisan kami. Ternyata punya sukuku diberikan kepada Om Anton. Sayangnya Om Anton berhalangan hadir saat itu sehingga pengambilan kenang-kenangan diwakili oleh putrinya. Usai memberikan kenang-kenangan, acara ditutup dengan pemukulan kentongan kembali oleh Pak Yayat. Setelah itu kami berfoto bersama dulu untuk terakhir kalinya. Ternyata spanduk Home Stay yang kudesain itu diminta Pak Kosasih untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Wahh… jadi menyesal karena tak mendesain spanduk itu lebih bagus lagi.

Semua usai. Kami naik ke bus dan segera pulang, kembali ke Jakarta. Bus kami, tentunya agak lebih penuh dari waktu berangkat. Banyak yang membawa oleh-oleh berupa bunga kering khas Desa Situ Daun, jadi selama di bus si pemilik harus ekstra hati-hati menjaga bunganya agar tidak patah atau rusak. Sampai sore kami masih di jalan, sehingga kami Dzikir Al-Ma’tsurat sore dan muroja’ah bersama di bus. Rata-rata di bus pada tidur. Yahh… itu wajarlah… biasanya kalo perjalanan pulang kan memang pada tidur.

Rupanya tempat kedatangan kami diganti. Kami nggak lagi balik ke Alfa Midi seperti waktu berangkat tiga hari yang lalu. Kali ini kami langsung ke sekolah. Orang tua murid yang sudah sampai di Alfa Midi juga koor mengikuti bus kami ke gedung sekolah. Kukira bus itu nggak muat masuk Jalan Pesantren. Ternyata bisa, ya… untung deh. Alhamdulillah, kami bisa sampai tujuan dengan selamat. Kami langsung pulang ke rumah masing-masing, dan tak lupa mengucapkan pada ibu kami, “selamat Hari Ibu…” 

Selasa, 12 Maret 2013

Rules Against Love is not New in Jakarta

To be honest, the title of this blog is a fact. This is just a response about AKB48, JKT48 and other idol group's rules against love. This post maybe frank, so I will apologize first for my future mistakes.

Some people already knew that most Indonesian embrace Islamic religion. This affect Indonesian's lifestyle very much, including formal education. Beside public schools, we also have religious school for every education. I went to Islamic religious private school since kindergarten until junior high, and currently a student in a public senior high school.

So what is the matter with this religious school? Islam has the rule to not stay tandem with someone who is not family related, including future marriage partner. Easily said, it does not allow its followers to have a relationship before marriage : courtship or engagement. So, in some Islamic religious school, no-dating rules exist. This does not mean to forbid male and female to interact with each other. This rule exist to secure their pride and honor until they meet their partner by holy relationship, marriage.

Now let me tell you about myself. I am 17 years old female student, I do fall in love with male, I had been confessed, I do want to marry someone in the future, but I never date someone, and I am very happy with that. Seventeen years being single never make me sad. I dare to say it is not only me who is like this. This is thanks to my elementary and junior high school's no dating rule.

My teachers always teach me until now that dating is a fragile relationship. It can be start anytime and end anytime, it does not bound by law, and it has more advantages on the male's side. Time for dating can also be used for more other important thing. Lovers are temporarily, but friends are eternal. That were things that made me have zero interest in dating.

Unfortunately, the present Indonesia is no longer like that. Many people ignored this rule. This make Indonesia seems to not have so much difference about dating with another countries.

P.S.
They should teach the members like my teachers taught, so they will still be happy even though they are single :v


Selasa, 18 Desember 2012

My Intention About JKT48

From now on, I will start to post about JKT48 in english only. My english is not very good, but I want International fans to know more about JKT48. I see that it was a bit hard to find news about them in english, so I want to help. Even though I'm not sure how much I can help...

Some information about me, I'm a female, 16 years old when I write this post, and I live here in Jakarta. I have liked JKT48 since their debut performance last year. I haven't watch them on theater because of many things, but I'm still hoping to watch them someday. My JKT48 Oshimen is Diasta Priswarini or also called "Nyash". And for AKB48... I haven't decide who is my oshimen yet, but recently I have some interest on Shimazaki Haruka.

Well okay, enough for my notification. Yoroshiku onegaishimasu. (_ _)

Thoughts About Cleopatra's Graduation From JKT48

Well, actually it is very late to comment about this, but I still wanted to post about this, the graduation (or maybe resignation) of one of JKT48's front girls. First, I want to apologize if there are mistakenly words, since I'm not a Cleo-oshi.

Short information about Cleo :
Name : Cleopatra Djapri (romaji : Kureopatora Japuri)
Nickname : Cleo, Cleo-nyan
Birthdate : December 20th 1993
Height : 164 cm
Team : 1st generation Kenkyuusei

1. The Graduation Announcement

According to the news from JKT48 Fans Club page, on November 24th 2012 around 00:15 AM, JKT48 1st generation member Cleopatra Djapri (Cleo/Cleo-nyan) announced her graduation via her official twitter account. This made whole JKT48 fans, especially Cleovers (Cleo's fans/wota) a kind of shock.


"Sorry for the fans of JKT48, especially Cleovers. Start from tonight, Cleo is no longer a member of JKT48."
"Because Cleo was very depressed by the behavior of a staff in JKT48."
"Cleo apologize profusely if Cleo had mistakes, either intentionally or unintentionally."
"Cleo hope that the fans and especially Cleovers, can understand how Cleo feel now."
"I'm not tired of the world of idols, but I'm tired of all the pressure."

(P.S : Some girls in Indonesia has a habit to mention herself using her own name instead of using "I", and Cleo did that sometimes. This kind of style express the personalities of child-like and cuteness.
It is also Indonesian habit to name the fanbase of something/someone, usually celebrities. For example Cleovers for Cleo's fans, Melodiest for Melody's fans, or Achanation for Ayana's fans. Each member of JKT48 has their own fanbase with different names.)

Several minutes later, Cleo's tweets was deleted by Official JKT48 (Also called JKT48 Operation Team/JOT). The same act like when Neneng Rosdiana (Ochi) announced her graduation via twitter. This act made many fans disappointed because for the second time, JOT didn't immediately follow that act with proper clarification.

Actually, other members also commented Cleo's statement, undirectly.
Sonya Pandamarwan's tweet : "Where is ur profesinalism?!! Hey!"



2. Cleo's Clarification on TV

On November 29th 2012, RCTI TV's infotainment program "Kabar-Kabari" broadcasted Cleo's clarification of her resignation from JKT48.

Someone from stage48 forum whose account name is Angga has translated this video. Many thanks for him.

Host : JKT48 is in turmoil. Cleopatra, one if the member we most paid attention to; suddenly stated that she’s quitting the Idol Group. What’s her reason for quitting ?
Narrator : JKT48 is in turmoil. One by one, the members started to leave the AKB48 sister group. After Neneng Rosediana aka Ochi quitting, Cleopatra’s is the next in line for quitting. It’s all started when she received a phone call from her Mom telling her that her brother is sick. Cleo was upset when one of the officials admonished her for receiving the call.
Cleopatra : It was when JKT48 is in a middle of a rehearsal for a pretty big event. My Mom then suddenly told me that my brother is in the hospital. It was then when one of the officials admonished me. I told that officials not to ever do that again since whenever I talked to my Mom, it was for something in importance. Not because I didn’t want to join the rehearsal whatsoever.
Cleopatra : But when we entered the briefing period, my choreographer advise me not to yell at the staffs like that again. The truth is, it wasn’t a yell. I just want the staffs to know what I said since the room was so crowded.
Narrator : The yelling incident is just the tip of the iceberg for the turmoil in JKT48. Since long, Cleo feels that the officials hate her for no apparent reason. Cleo that was predicted to be JKT48 leader is getting an opposition from the officials.
Cleopatra : Truth to be told, there’s a lot of oppression going on there. I came to the audition back then rather late. Since then, I don’t know why, there’s a lot of staffs who hates me while I myself really not sure whether I could join JKT48 or not. I’m number 13 at the audition and I got 2 stars and a circle on my number. I was told and explained that the 2 stars meant that I reserved the rights to be the leader and center.
Cleopatra : Back then, a staff told the members that she/he didn’t like me and if only I’m not Akimoto-sensei chosen one, he/she would definitely kicked me out of the group. And that was the defining moment when all the members thought that there’s no reason to befriend me since all the staffs hates me.
Narrator : Cleo’s quitting the group is obviously surprising. Since she was chosen as JKT48 member, she was known as a leading figure compared to the other members. She also one with so many fans.
Cleopatra : If you asked me whether I’m disappointed or not, I would say that I really am very disappointed. The reason I stayed here for a year is only for my fans. But this time I really am sorry if I quit since I can’t no longer bear to stay in JKT48.
Melody : It’s her own choice. There’s no reason one would quit if they have their drive and reason to stay here. But if she chose to have another career outside of JKT48, then go ahead. We support her decision.
Cleopatra : I hope JKT48 could continue their success even without me in there.


And... well... this news changed almost everything. At first, the fans were at Cleo's side, but because of this, many of them moved to JOT's side. Rumours start to develop, I'm not sure those rumours were true, but one of them told that JOT tried to replace her with Melody, the present center of JKT48.

"If she is really a person not to hate, she just has to prove it then."
"She resign from JKT48 un-elegantly, not like the previous graduated members."
"Center-wanna be."
"If she wants to do it all herself, she isn't fit to be a member JKT48 because in JKT48 not only one or two people. If indeed she is the center, at first when she was photographed with Aki-P she'll be placed on the side of the Aki-P. And if she is really the center or representative of JKT48 she'll be the double center in PV New Ship. If she blamed to Melody of it, she would just sound unprofessional because Melody just do command from JOT."
"It's okay for her to graduate, but attacking JOT like this is surely not liked."

Actually there were so many of them, but I think these above can represent everything.  Somehow, it's surprising to see the fans, from supporting her changed to abuse her. Her haters, maybe? But her true fans are of course, still exist. They planned a fan project by writing 1000 fanletters for her, how kind of them.
With this, we know that there won't be any graduation show at the Theater.


3. Final Announcement From JOT

Finally, on December 10th JOT made the announcement about Cleo's graduation.

Cleopatra Japri has proposed her resignation from all the activities of JKT48.
JKT48 Operation Team respect that decision and announce that Cleopatra has graduated from JKT48.

That is all our notification and thank you for your understanding.

JKT48 Operation Team


4. My Personal Thoughts

The first time I heard her reason of graduating, I thought "What? Just what did JOT has done?" It's normal to blame JOT because they always respond to almost everything unproperly or late. But after the news on infotainment programs, I became agree to some comments, and start to believe in JOT.

It's true that if she is a person not to be hated, she just has to prove it. Even though she isn't the center, she was still the front girls, right? She took Shinoda Mariko's position in Heavy Rotation, or we can say the 3rd top members. What I don't like is that she sounded like not feeling grateful for that position. Other members maybe wanted for that, but she leave it away.

It's true that compared to Melody or Shania, she has less Center Aura, in my point of view. She should be more patient, really. Even though the management didn't chose her as the Center, she can make the fans choose her. This happened in HKT48, right? At first the management chose Kodama Haruka as the center, but fans told the management by the results of the 4th General Election that they wanted Miyawaki Sakura as the center. It's not impossible for JKT48 to do the same.

Her graduation is disappointing, but at the same time very unfortunate. She is pretty cute, adorable, easy to identified, and talented. My senior at school has told me once that she don't like Cleo's reaction to anything, maybe because it was animashaun but not funny (actually that was what interesting from her). A friend of mine also commented her resignation, told me that it was unfortunate because in JKT48, she can only recognize her (because of her hairstyle).

Well, even though it was like this, I will still support her decision. I hope Cleo can find her own way to make her dreams come true.


Kamis, 08 November 2012

Aku dan Kehidupanku Kini (Curhatan Random)

Yeaay!!! Alhamdulillah, setelah beberapa kali penundaan, akhirnya angkatanku resmi menjabat MPK. Pertama-tama pingin bilang selamat buat Kartika, akhwat yang udah terpilih jadi ketua MPK yang baru~! Yeaay~! Di luar dugaan kepilih sih, tapi nggak masalah kook~

Btw MPK sekarang berhasil mulai dengan baik. "Mulai ber-15, selesai ber-15," kurasa itu prinsip kami. Pas awal masuk MPK, aku nggak nyangka kami bisa se-solid ini. Emang sih semuanya gak selalu datang rapat, tapi mereka masih peduli. Dan menurutku entah mengapa MPK angkatan kami begitu singit (gila). Terlalu banyak candaan pas rapat, dan itulah yang harus kami sama-sama atasi. Membina anggota baru juga nggak gampang, tapi kami akan berusaha. Doakan kami, ganbarimasu!

Daaann soal jabatanku... hmm.. Alhamdulillah, innalillahi, bismillah... Ketua Komisi D (Ketertiban). Eh kalo diinget-inget itu posisi Ermi waktu BEST di SMP dulu yaa.. hehee..

----- Pas rapat tadi -----
Oknum T                            : "Ketua Komisi D; Fildzah!"
Ane                                    : "Kasih tau lagi dong, komisi A apa, B apa, C apa..."
Oknum H                           : "A; OSIS, B; kesiswaan, C; ekskul, D... tatib!"
Oknum tak teridentifikasi 1 : "Weehhh tatiib!"
Oknum tak teridentifikasi 2 : "Ayo nunduk semuaa! Nunduuuk!"
Ane                                    : (-_-)
---- Udah (maksa) -----


Yosh, sudahlah. Sekarang kami bakal disibukkan dengan persiapan program kerja dan Sidang Lokakarya. Semangaaat!!! (-,-)9

Eh, sebenarnya belakangan ini aku ngerasa berhasil nemuin lagi tempo hidup yang baik. Walaupun belum sampe kayak dulu yang mikir "aku bakal mati bahagia seandainya aku mati sekarang". Segalanya mulai membaik walau aku masih belum bisa bilang "aku betah dan senang di 47". Gimana ya? Aku udah bisa aktif di semua organisasi dan ekskul yang aku ikutin walaupun nggak sempurna. Mentoring tiga-tiganya alhamdulillah jalan. Nilai-nilaiku juga udah mulai stabil bagusnya. Sama temen-temen dan senior yang rada-rada juga udah makin sabar. Dan aku bisa tetap menekuni hobi-hobiku. Alhamdulilah...

Ini itu...apa efek menahan ketertarikan pada 48 family ya? Sabtu kemarin Kak Malik bilang kalo sebaiknya aku menyalurkan energi yang terpakai buat JKT48 ke hal lain yang lebih bermanfaat. Beliau juga bilang ketertarikanku ke anime dan manga masih lebih bagus buatku daripada itu. Emang sih, aku sendiri ngerasa sejak suka JKT48 aku jadi "cukup" berubah. Yang awalnya cuma suka tokoh fiksi, jadi suka juga tokoh nyata. Apalagi aku sukanya AKB48 dan keluarga. Banyak memori yang terpakai untuk itu. Waktu yang kupakai buat browsing-browsing soal mereka harusnya bisa buat aktivitas lain. Aku pingin mengurangi.

Aku udah cukup banyak tahu tentang 48 family.

Tapi ternyata memang sulit untuk benar-benar menghilangkan. Aku coba mulai aja dari unfollow fanbase-fanbase nggak penting di twitter. Acchan, Tomochin, Masuda Yuka, Okaro, aku juga unfollow mereka. Tapi rasanya masih belum mau unfollow fanbase penting kayak akb48journal atau melosnomichi. Masih pingin tahu yang penting-penting (single baru, member yg graduate, dsb). Akun officialJKT48 dan member-membernya juga belum mau ku-unfollow.

Sebenarnya ada satu hal yang paling membuatku mikir-mikir lagi untuk ninggalin JKT48. My oshimen, Kak Diasta. Kalau oshimenku lebih populer kayak Melody, Cindy, atau Ayana, aku nggak bakal mikir begini. Di antara 24 member, Kak Diasta yang fansnya paling sedikit. Aku masih mau, masih pingin dukung Kak Diasta. Karena itu juga aku masih berangan-angan bisa nonton theater.

Ya sudahlah. Itu masih progress.

Alih topik yuk.(._.)

Kembali soal organisasi. Di Keputrian, jabatan aku Divisi Infokom (yang ini kayak aku sendiri pas SMP hahaa), tugas utamanya ngurusin social media Keputrian. Temen-temen di sana juga masih sama, semua ceria dan serius. Nggak bikin bosenlah. Paling kita mesti saling menghargai banget nih, karena dari 15 anggota Keputrian 2014, selain BPH inti Keputrian (ketua, wakil, sekretaris, bendahara), di antara kami ada yang ketua ekskul Paskibra, ketua ekskul Alistra (gambar), ketua MPK, sekretaris OSIS, dll. Jadi semua punya kesibukan masing-masing. Ini tantangan terbesar kami.

Kalau di Alistra, aku jadi wakil II. Aslinya wakil I, tapi karena aku MPK jadinya wakil yang awalnya cuma 1 ditambah jadi 2. Alistra juga lagi banyak ikut lomba nih, doain aja ya semoga dari beberapa yang kami ikuti kami berhasil dapet juara. :)


Hmm, setelah baca semua yang di atas, pasti pada mikir, "kamu apaan dah, Fil? Maruk banget kegiatan! Nggak capek apa?"
Hoo, jangan salah. Saya masih punya waktu nganggur. Masih sempet main-main kok. Masih bisa nonton, baca komik, atau blogging kayak gini hehee :D

Saya sendiri sadar kok kalo ternyata saya ini "Organization Freak" (-_-)

Yoweslah, memang capek nyaris tiap hari ada kegiatan. Tapi insya Allah hal ini juga berguna buat masa depanku nanti. Tetap semangat ya semuaa! \(^w^)/



Fildzah Nur Fadhilah
Pray | Study | Organize | Draw