Tampilkan postingan dengan label About Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About Me. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

Menjelang Berakhirnya Semester Pertama

Assalamu'alaikum. Apa kabar nih pada?

Belakangan ini aku lagi sering mikir kalo waktu bener-bener cepet berlalu. Rasanya belum lama aku ikut SBMPTN, belum lama rasanya kuliah di Unpad, tapi ternyata semester perdanaku ini hampir berakhir.

Beberapa dosen sudah pamit dan mohon maaf di kuliah terakhir. Nggak terasa. Masih terbayang kuliah-kuliah yang lalu seperti belum lama terjadi.

Yang rada sedih, ada kemungkinan kelasku yang sekarang berubah anggotanya. Sepertinya mulai semester depan kami bisa memilih jadwal kuliah sendiri sehingga kami mungkin akan terpisah. Apapun yang terjadi, aku tetap bersyukur bisa menjadi bagian dari kelas ajaib itu : Mankom D. Mungkin aku bakal bahas tentang mereka lebih lanjut di artikel lain :)

Anyway, ketika memulai kuliah dulu pasti ada beberapa impian atau tujuan yang ingin dicapai. Mendekati penghujung semester, aku jadi merenungkan kembali tentang semua itu. Apa aku sudah memulai langkah untuk menjadi sarjana yang baik? Apa aku sudah belajar tekun? Apa ibadah harianku semakin baik? Apa aku semakin rajin liqo?

Apa aku sudah memulai langkah untuk memelajari segalanya?

Ternyata belum semuanya berjalan baik.

Masih banyak hal yang belum kulihat.
Masih banyak buku yang belum kubaca.
Masih banyak kabar yang belum kudengar.
Masih banyak pula tempat yang belum kujelajahi.
Semangat mencari tahu!

Jatinangor, 4 Desember 2014
Fildzah NF

Selasa, 15 Juli 2014

Renungan H-1 SBMPTN

Assalamu'alaikum, di sini Fildzah...

Apa kabar semuanya? Masih hangat dalam suasana Ramadhan yaa...

Tak terasa sudah hampir sebulan berlalu setelah aku ikut tes SBMPTN. Aku gak deg-degan nunggu pengumuman, tapi nggak bisa bilang nggak takut juga. Pastinya adalah rasa cemas begini. Pengumumannya besok, 16 Juli pukul 18.00. Hmm.

Sejujurnya aku percaya diri bakal lolos. Tapi aku gak tahu bakal lolos di pilihan berapa. Aku sudah berjuang untuk ini. Aku nggak tahu usahaku keras atau nggak, tapi aku sudah usaha. Tinggal tunggu hasil.

Aku tahu mungkin belakangan ini sikapku gak terlalu baik, walaupun secara ibadah agak meningkat. Aku masih egois, masih asyik dengan dunia sendiri. Kuliah di manapun nanti, aku harus memaksa diriku untuk lebih peduli pada orang lain.

Galau amat yak. Random dikit yuk, optimis! Kuliah di manapun aku harus usaha lebih keras lagi dibanding waktu SMA. Ini kedengerannya ngeri sih, kesannya Kuliah bakal berat banget.

Ada hikmahnya nih lama nunggu pengumuman. Aku jadi tahu kalau jadi pengangguran itu nggak enak. Rasanya sehari-hari aku cuma sholat, makan, tidur, tilawah, nonton anime... Begitu-begitu terus. Nggak guna banget haha. Eh aku gambar juga kok, sama lagi mencoba belajar ulang bahasa Arab sama Jepang sendirian (entah ada progres atau nggak).

Kalo dipikir baik-baik, akun-akun medsosku jadi membagi-bagi kepribadianku nih. Di blog aku lebih sering curhat dan cerita pengalaman, di twitter aku jadi militan, di tumblr aku jadi otaku parah. Hahahaha....

Bismillah ah. Kalo besok diterima, bersyukur, jangan sombong. Kasihan kalo ada temen yang nggak dapet. Syukuri apapun yang didapat. Kalo nggak diterima (semoga nggak gini), yakinlah kalau Allah punya rencana yang lebih baik. Mungkin aku bakal daftar swasta, entah sekarang masih ada yang buka pendaftaran atau nggak.

Oiya, kemarin aku juga ikut seleksi beasiswa Monbukagakusho, Kementerian Pendidikan Jepang. Aku daftar untuk program S1, Alhamdulillah tanggal 1 Juli kemarin aku dinyatakan lolos berkas. Aku ikut ujian tulis tanggal 7 Juli di pusat studi Jepang Universitas Indonesia, tapi kemungkinan aku lolos kecil. Aku bisa ngerjain ujian Bahasa Inggris, tapi cuma bisa ngerjain setengah ujian Matematika. Pengumuman tesnya tanggal 12 Agustus nanti, itu juga masih akan dipanggil lagi untuk tes wawancara.

Semangat, Allah mengikuti prasangka hamba-Nya. Optimis lolos. Bismillah. Kudoakan juga teman-temanku yang ikut tes turut lolos di universitas impiannya.

Semangat khatam,
Fildzah Nur Fadhilah.

Rabu, 22 Januari 2014

Catatan dalam Status H-82 UN

Assalamu'alaikum, hisashiburi~

Lama banget aku nggak nge-post. Heh, tunggu itu bukan salahku. Sebelumnya aku pernah nyoba ngepost lewat iPad, tapi ternyata nggak bisa di-save jadi draft dan akhirnya malah hilang terhapus. Menyesakkan.

Nggak terasa memang. Kalau UN jadi tanggal 14 April 2014 (tanggal cantik btw), berarti tinggal 82 hari lagi. Kalo berdasarkan hasil TO selama ini, lulus sih iya, tapi nilainya gak memuaskan banget. Matematikaku belum beranjak dari angka lima. Walaupun setelah itu aku belajar, belum ada TO lagi untuk menguji apakah aku sudah berkembang atau belum.
Alhamdulillahnya, aku nggak kayak sebagian teman sekelasku yang sampe sekarang kerjanya cuma main-main aja. Mungkin mereka belajar di rumah sih, tapi mereka hampir gak pernah kelihatan belajar sendiri, pas nggak ada guru terutama. Ummi emang pernah bilang, tantangan terberat di jurusan IPS : anaknya males-males. Aku sendiri termasuk pemalas.

Pada dasarnya TO pas kelas 12 ini emang nggak sebanyak TO waktu kelas 9. Pas kelas 9 aku sampe 22 kali Try Out lho. Hasil akhirnya lumayan, 37.90 atau rata-rata 9.475. Dan gimana sekarang? Targetku cuma minimal 8.0 di tiap pelajaran. Rendah, ya, hohoo.

Terus soal kuliah, pilihan utamaku masih kokoh di FSRD ITB. Bahan-bahan seleksi buat masuk ke sana belum aku selesaikan. Masih berupa ide. Masih butuh banyak latihan menggambar, mengarsir dan mewarnai. Tapi kalo portofolio yang sertifikat sih insya Allah udah siap. Aku sudah membulatkan tekad bahwa di SNMPTN, aku cuma akan milih FSRD di pilihan jurusan. Jadi kalo dapet ya dapet, kalo gak dapet ya langsung ikut SBMPTN aja.

Satu yang bikin aku bersyukur masuk jurusan IPS, ternyata FSRD itu di SBMPTN masuknya ke jurusan IPS, jadi bidang tesnya SOSHUM alias Sosial dan Humaniora. Seandainya aku dulu masuk IPA dan masih ngincer FSRD, aku mesti ikut SBMPTN IPC atau IPS dan makin banyak lagi yang mesti kupelajari. Alhamdulillah aku IPS~!

Terus gimana soal pilihan alternatif? Nah, ini yang masih belum pasti. Abi pernah bilang, aku mesti milih profesi yang orientasi kerjanya bisa di rumah, bukan di kantor. Menurutku itu sangat masuk akal, karena aku sendiri juga ingin kelak menikah lalu jadi ibu rumah tangga. Jadi aku mesti milih jurusan yang kira-kira bisa mengantarkan aku ke pekerjaan macam itu. Kayaknya nih, dalam  hati abi pingin aku ngambil jurusan psikologi, terus buka praktik aja di rumah. Tapi aku nggak yakin bisa enjoy di Psikologi. Menarik sih, cuma takut nggak enjoy aja. Minatku selain menggambar itu jejepangan, jadi sempat kepikir ngambil Sastra Jepang UI.

Tapi kata Ummi, kalo nggak ada tujuan jelas di SasJep, misalnya mau jadi wartawan, jangan ngambil sastra.

Ternyata solusinya baru kutemukan tempo hari. Waktu itu aku iseng aja nanya temen di kelas, "jurusan yang nanti kerjanya bisa di rumah aja apa, ya?"
Dan dia jawab, "jadi translator aja. Kerjanya cuma dengrin kaset doang di rumah."
Mungkin dia ngrujuk ke sesorang yang dia kenal. Tapi apa yang dia bilang bener juga. Memang benar ada translator yang kerjanya di rumah aja.

Jadi dengan begitu aku punya alasan memilih Sastra Jepang. Kenapa UI? Karena universitas yang satu provinsi sama sekolah ya itu. Akan kucoba lagi negosiasi dngan orang tuaku. Ganbarimasu! Oyasumi~

Ngomong-ngomong maaf saya nulisnya kacau eheheee

Senin, 28 Oktober 2013

[Re-post] Catatan Akhir BEST 2009/2010

Assalamu'alaikum, kali ini mau nge-repost suatu catatan yang dibuat pembina BEST periode 2009/2010 di facebook dulu, tiga tahun yang lalu. Menurut saya bagus dan banyak banget kenangan di dalamnya, jadi saya putuskan untuk repost. Monggo...

NB : telah diedit sedikit di bagian ejaan


 Setitik Air Mata di Akhir Agenda BEST 2009/2010

Hari Senin, tanggal 16 Agustus atau bertepatan dengan tanggal 6 Ramadhan 1431 H adalah hari yang akan menjadi sejarah bagi kami, karena pada hari itu adalah hari di mana menjadi kegiatan pamungkas BEST 2009/2010. Kegiatan yang menjadi penutup kegiatan-kegiatan yang telah kami laksanakan sejak tahun 2009 dari mulai kegiatan Iedul Adha dan sampai hari itu tiba. Entah kenapa ada rasa sedih yang mendera dalam hati kami, khususnya kelas sembilan. Sejarah manis yang telah kami torehkan selama kurang lebih setahun di best akan segera berakhir, episode-eposide itu kini telah mencapai puncaknya. Kami tak akan pernah melupakan segala yang telah kami catat dan ukir dalam tiap memori ingatan kami tentang apa yang telah terjadi dan kami lakukan selama setahun di BEST.

Banyak hal yang terjadi, banyak cerita tercatat, banyak kenangan tak terlupakan yang membuat kami tersenyum bahkan menangis. Semua itu adalah bagian dari garis takdir yang telah Allah berikan untuk kami dan sungguh kami sangat menikmatinya. Kami pasti akan selalu ingat bagaimana kami bekerja, bagaimana kami membuat sebuah agenda, bagaimana kami rapat, bagaimana kami mengeluh, bagaimana kami semangat, bagaimana kami kecewa, bagaimana. dan .bagaimana.... dan banyak hal lain yang kami perbuat yang tujuannya adalah agar bagaimana mereka (kepala sekolah, guru-guru, orang tua, teman-teman) bangga dengan kami dan yang terpenting adalah bagaimana keberadaan kami bermanfaat bagi mereka. Tentunya itu semua adalah sarana bagi kami beramal untuk Allah, karena kami sadari bahwa kerja-kerja kami itu adalah bagian dari ibadah untuk Alloh Swt.

Cerita itu pasti akan berakhir dan kami harus membuat cerita-cerita kehidupan kami berikutnya dengan episode-episode yang lebih baik dan membuahkan kebaikan. Setahun atau dua tahun  di BEST buat kami cukup untuk menjadi  bekal kami berorganisasi. Kami jadi bisa memahami karakter tim kami, kami bisa memahami betapa sulitnya mengatur orang lain atau membuat agenda yang memakan biaya yang tidak sedikit. Kesabaran dan pengorbanan kami diuji di sini, berbahagialah bagi kami yang telah menunaikan amanah ini dengan ikhlas, semangat dan all out karena kami yakin ketika kita melakukan banyak maka akan dapat banyak, ketika bekerja baik maka akan mendapatkan hasil yang baik juga. Allah tidak akan mungkin keliru dan salah menilai atas apa yang telah kami lakukan. Kami sama sekali tidak kecewa ataupun menyesal atas apa yang telah kami lakukan. Walaupun kadang-kadang itu berdampak pada pelajaran dan kekhawatiran orang tua.

Huufff... kadang-kadang kami tertawa, geli dan kadang-kadang bangga melihat pongah kami sendiri. Koq bisa ya anak SMP kayak kami rapat sampai sore bahkan mengambil jatah waktu liburan kami untuk membahas agenda yang belum kami urus sebelumnya. Padahal teman-teman yang lain mungkin tengah asyik dengan komputer dan gamesnya di rumah atau di warnet. Terkadang orang tua kami pun marah kepada kami karena sering pulang maghrib, bahkan ada yang sampai sakit karena tekanan yang begitu dahsyat memikirkan agenda yang masih sangat mentah. Atau ada cerita remaja yang kadang terselip yang menjadi bumbu-bumbu obrolan seperti saling "menjodohkan" antara ikhwan dan akhwat, antara satu departemen atau departemen lainnya. Atau antara BPH dengan BPH inti. Kami tahu itu memang adalah gurauan sampah yang tak berarti, tapi kadang-kadang itu kami jadikan untuk mencairkan suasana dan membuat suasana tidak BT. Karena kami yakin seyakin-yakinnya itu adalah perbuatan yang konyol dan norak bagi kami. Walaupun kami sadari di usia kami yang sedang menggebu-gebu dan ABG ini sesuatu bisa saja terjadi. Memang itu tantangan bagi kami untuk menjaga hati dan iman kami, karena sekolah kami di pisah antara ikhwan dan akhwat, sehingga rapat-rapat BEST kadang-kadang kaku dan monoton, tapi lambat-laun itu semua menjadi pelajaran bagi kami untuk merubahnya. 

Hiks..hiks..hiks.. tapi rapat-rapat itu tak mungkin kami alami kembali setelah masa amanah kami selesai, kami tak akan lupa bagaimana "aneh"-nya ketua kami ketika memimpin rapat aneh karena kadang-kadang ia serius tapi kadang-kadang seperti anak kecil yang lucu, bahkan kadang-kadang marah dan menurut sebagian akhwat "serem" bila kesel karena  berisik dan tidak bisa diatur. Tapi bagaimanapun ia adalah sosok yang luar biasa, tak salah BM memilihnya menjadi ketua. Pengorbanannya sungguh tidak bisa diragukan lagi. Dengan motor THUNDER dan  BEAT-nya ia jelajahi setiap tapak-tapak aspal jalanan untuk menjemput rezeki dana proposal, walaupun itu adalah tindakan yang kurang terpuji karena belum punya SIM...he..he..he. Tapi itu aturan manusia tidak dosa, rasul saja memerntahkan kita untuk belajar berkuda dan memanah sejak kecil, motor mungkin saat ini sama saja dengan kuda yang bisa mempermudah urusan...betul tidak? (ngeles.com)

Selain cerita tentang ketua kami adalagi cerita rapat tentang wakil ketua kami. Sosok yang satu ini juga kadang-kadang "aneh". Kalau diminta menggantikan rapat pasti pembahasannya lama, maklum beliau mempunyai bahasa verbal yang tinggi sehingga kadang-kadang susah di tangkap maksud dan arah tujuan pembicaraannya. Mungkin beliaulah sosok yang mendobrak kekakuan saat rapat, kemampuan berkomunikasi dengan akhwat menjadikannya sosok yang paling dekat dengan akhwat di sekolah. Sehingga lambat-laun pengurus yang lainpun mengikui jejaknya  untuk tidak kaku dalam berkomunikasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan BEST. Awas pak Waketu jangan mepet-mepet entar keserempet! He...he..he..

Cerita selanjutnya adalah tentang sekum kami..hmm..hmmm. Sekretraris Umum. Tugasnya apa sich? Sekum kami ini juga agak "aneh". Wong sekum kok jarang nyatat hasil rapat, kalau di minta buat proposal lamanya minta ampun akhirnya ujung-ujungnya yang lain yang buat. Tapi itulah organisasi, kita saling membantu bila yang lain membutuhkan bantuan. 

Adalagi cerita tentang Bendum kami..sosok yang kale ini ternyata pandai mengelola keuangan maklum lah wong abinya orang pajak. Baik banget kalau rapat sering disediakan makanan. Semoga nanti uang kasnya surplus.. ayo siapa yang belum bayar uang kas? Bayar ya sebelum nanti ditagih!

Sekarang kita simak cerita pengurus di departemen. Kami mungkin tidak akan menampilkan secara detail semuanya ya, karena keterbatasan kami mengingat dan merekam semua peristiwa yang terjadi. Departemen IPTEK.... Di sana sosok penggila kartun Jepang dan suka membuat gambar ini adalah sosok yang luar biasa. Tidak heran ia mendapat penghargaan "Inspiring Student" tahun ini. Ia adalah salah satu motor penggerak roda BEST. Banyak ide-ide segar yang ia berikan yang membuat BEST lebih hidup. Keahliaannya menggambar dan bermain dengan photoshop membantu kami dalam pembuatan spanduk dll. Selain itu juga ada sosok perempan kedua di IPTEK, sosok yang kalem dan murah senyum ini juga telah banyak memberikan kontribusi yang positif bagi kami, banyak kemudahan darinya yang kami rasakan, seperti pada saat kameranya rusak saat acara MOS. Setelah itu ada sosok ikhwan putih berkacamata di IPTEK. Di tengah kesibukannya di rumah ia masih menyempatkan waktu untuk beberapa kali terlibat dalam rapat dan kegiatan BEST. Sosok yang jago photography dan bermain games serta English ini cukup memberikan warna tersendiri bagi IPTEK. Sosok yang terakhir adalah sosok ikhwan kalem berperawakan tinngi, walaupun ia baru masuk kepengurusan BEST di tengah-tengah tahun, tapi cukup memberikan aroma dan greget di IPTEK.

Di Departemen Agama ada sosok yang mudah untuk di kenali cukup dengan memintanya mengumandangkan takbir dan tahi lalatnya yang katanya mirip Azzam KCB. Maka pasti kita akan mengenal sosok yang ceria ini dan sikapnya yang suka penasaran terhadap sesuatu, yang menjadikannya cukup disegani oleh yang lain. Ia adalah bagian penting BEST, ia selalu menemani para petingggi-petinggi BEST lainnya kemanapun mereka pergi, bahkan ketika mereka bimbel pun ia rela mengantar mereka karena disamping Bimbelnya ada warnetnya.... he.he. Di bawah kepemimpinannya DEPAG berhasil menyelenggrakan program Maulid degan sukses. Sosok yang kedua di DEPAG adalah sosok ikhwan yang kalem dan ramah. Sosoknya sangat disenangi oleh teman2nya, kontribusinya di BEST cukup baik, ia adalah salah satu kandidiat ketua BEST tahun depan. Sosok yang ketiga adalah sosok akhwat yang cukup kalem dan mempunyai banyak hafalan al-qur'an ini merupakan salah satu pengurus muda yang cukup aktif, ia juga merupakan salah satu kandidat ketua BEST tahun depan. Sosok yang terakhir adalah sosok yang mempunyai leadership yang tinggi buktinya 2 tahun bertutut-turut dipilih menjadi ketua kelas oleh teman-temannya. Tapi sayang beliau sudah tidak bersama kita lagi di Baitul Maal sekarang, tapi kami akan selalu ingat segala pengorbanan, kontribusi yang telah di berikan, semoga di sana engkau bahagia dan lebih baik lagi.

Departemen selanjutnya adalah Departemen Seni dan Olahraga. Di departemen ini dihuni oleh seorang  ikhwan yang kekar dan pemberani teman-temannya sering menjulukinya "si tangan kuli". Kontribusinya cukup menonjol, kerjanya ulet dan tangkas bila mendapat instruksi. Berikutnya ada sosok imut bergigi behel.. sosok yang selalu tersenyum ini cukup memberikan warna di Mensora semoga nanti bisa menjadi kandidat ketua BEST yach. Sosok yang lain adalah sosok seorang akhwat yang kuat dan lantang, ia pandai bermain anggar. Kontribusinya cukup menonjol di BEST terutama di kepanitiaan kegiataan. Sosok terakhir adalah sosok yang low profile, suka angot-angotan tapi aktif dan jarang absent rapat dan kegiatan.

Departemen berikutnya adalah Departemen Kedisiplinan. Departemen ini di gawangi oleh sosok ikhwan yang jangkung, kalem dan tidak pernah datang terlambat ke sekolah, sehingga tepat amanah ini diberikan kepadanya. Ia merupakan petinggi BEST yang selalu berdampingan dengan ketua BEST dan jajarannya. Sosok ikhwan yang kedua adalah sosok ikhwan yang selalu PD dan  berani tampil di muka umum, ia juga merupakan salah satu kandidat ketua BEST tahun depan. Sosok berikutnya adalah sosok akhwat yang mempunya tingkat PD yang tinggi juga, suka bertanya dan sopan ini adalah merupakan motor penggerak BEST banyak info-info skandal kasus siswa terungkap darinya. Yang terakhir adalah sosok akhwat yang mempunyai suara yang bagus kalo nyayi, ia adalah pengurus BEST yang berdomisili paling jauh, ia harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk datang ke sekolah dengan kereta api.

Departemen berikutnya adalah departemen lingkungan hidup. Sosok yang pertama adalah sosok yang bijak dan murah senyum, ia disegani dan dihormati oleh teman-temannya, ia merupakan salah satu motor penggerak BEST. Sosok berikutnya adalah sosok paling kalem di BEST dan selalu berpenampilan rapih. Tidak banyak bicara tapi mudah untuk menerima instruksi. Sosok ketiga adalah sosok akhwat yang kritis, ulet dan pembelajar. Selalu juara di kelasnya membuatnya tidak terlalu lama untuk beradaptasi dengan hal baru yang di amanahkan kepadanya, ia juga adalah salah satu motor penggerak BEST. Dan salah satu yang sering ditegur orang tuanya karena pulang sore.he.he. sosok terakhir ini adalah sosok yang kalem dan cuek. Sulit untuk membaca pikirannya. Sosok akhwat jangkung ini cukup mewarnai BEST.

Departemen terakir adalah departemen Ekonomi dan Sosial. Digawangi oleh sosok akhwat yang sering curhat di FB ini, sosok yang kadang-kadang tertawa, senyum, kadang-kadang mengeluh, nangis dan tidak bisa tidur kalo ada tugas yang belum ia selesaikan. Tapi dengan semangat yang ia miliki akhirnya ia bisa membuktikan diri bahwa ia bisa, dan itu terbukti dengan suksesnya penyelenggaraan Baksos Ramadhan. Sosok berikutnya adalah sosok yang paling ganteng di DEPSOS ini, ketawanya yang unik membuatnya kelihatan awet muda..ha..ha. ia adalah salah satu kandidat ketua Best tahun depan. Berikutya adalah ia adalah sosok yang paling kalem di akhwat tapi kalau nulis status di FB..beeh..dalam banget maknanya. Kontribusinya cukup positif di BEST. Sosok yang terakhir adalah sosok yang tidak asing bagi para pencinta film KCB. Iya betul ia adalah salah seorang artis KCB (bangga.com). berkat pengalaman-pengalaman yang dimilikinya ia mampu mewarnai BEST dengan ide-ide segarnya. Ia juga kandidat ketua BEST tahun depan.....

Itulah kami yang tergabung dalam BEST 2009/2010. Mohon maaf kepada teman-teman apabila ada yang kurang tepat kami mendeskripsikan teman-teman semua, karena kami menilainya  hanya secra subjektif. Semoga kenangan-kenangan indah dan bermakna itu akan kami  kenang selalu dan akan kami jadikan pengalaman berharga untuk kehidupan kami selanjutnya. Waktu sudah berlalu dan tidak mungkin akan kembali. Mungkin di antara kami ada yang ikhlas ada yang kurang ikhlas, ada yang setengah-setengah ada yang all out, ada yang berkorban ada yang terkorban. Semuanya kembali kepada diri kami. Semoga dapat menjadi pelajaran untuk hari esok yang lebih..baik... biarlah air mata yang menetes ini menjadi saksi betapa kami selalu merindukan saat-saat itu. Saat kami disibukan dengan rapat, saat kami harus capek dan lelah untuk mensukseskan program, saat kami harus pulang sore bahkan malam, saat kami dipandang sinis oleh teman-teman yang bukan best, saat kami harus menempuh perjalanan jauh untuk sekedar mendapatkan dana, saat kami membagikan proposal, saat kami bingung, saat kami marah, saat kami kecewa...saat-saat itulah yang pasti akan kita rindukan...semoga Allah SWT membalas setiap apa yang telah kita lakukan dengan sebaik-baik balasan. Dan kita bisa bertemu kembali di surga-Nya kelak... terus berjuang kawan..UJIAN NASIONAL menanti kita di depan. Kita buktikan organisasi bukan menjadi penghalang kami untuk berprestasi!!!! Allohu akbar...

Wassalam......
Tangsel. 17 Agstus 2010 pukul 14.00 WIB- 16.45 WIB

Sabtu, 19 Oktober 2013

My Poor Self-Control

Mungkin lebih tepatnya pengendalian air mata. Hmm.

Aku payah banget sama yang ini. Fildzah Nur Fadhilah, 17 tahun.

Tadi ada rapat angkatan sehubungan dengan masalah di Buku Tahunan Sekolah angkatan kami. Atau apa lebih bagus kusebut Buku Kenangan? Toh fokusnya kan cuma ke kelas 12.

Pokoknya waktu aku coba menyampaikan pendapatku, tanpa kehendak suaraku tersendat-sendat, nafas tercekat, mata berlinang air mata.

Padahal itu sama sekali bukan kehendakku.

Sampai sekarang aku nggak berhenti berpikir, kenapa dari dulu aku seperti itu? Kenapa aku gampang banget nangis?

Dan kenapa sebanyak apapun aku nangis air mataku nggak pernah kering sekalipun?

Kenapa?

Aku gak mau nangis lagi. Itu yang selalu kupikirkan. Tapi ternyata pengendalianku terhadap tangisan itu seolah tidak ada.

Apa sistem pengendalianku udah rusak ya?

Dulu juga pernah gini, waktu aku abis lomba. Dan aku gagal total. Begitu lomba selesai, aku keluar ruangan dengan wajah datar dan kosong. Tapi begitu ngeliat Lina, temenku yang juga ketua Keputrian, dengan ekspresi yang sama air mataku keluar. Deras banget.

Kenapa begitu ya?

Pada dasarnya aku cengeng. Iya, tahu diri kok. Dan parahnya puncak cengengku saat ini justru pas SMA.
Suaraku yang waktu SMP bisa sampai ke telinga dan hati orang-orang, kini tak sedikit pun bisa mengusik hati orang-orang di SMA. Suaraku tambah kecil. Saat bersuara pun, karena bicaraku nggak jelas akhirnya aku lebih memilih bungkam. Nggak ada artinya aku bicara.

Kerugiannya, aku jadi nggak bisa mengungkapkan ide dan maksudku dengan baik. Tapi keuntungannya, kalau marah aku jadi nggak bisa teriak-teriak kesal seperti orang lain.

Kalau sedih, aku nangis.
Kalau kecewa, aku nangis.
Kalau marah, aku nangis.
Bahkan kalau senang, aku juga nangis.
Ibarat komputer sederhana, inputnya beragam. Ada keyboard, mouse... Tapi outputnya cuma satu. Monitor.

Mungkin ini emang kelebihan dari Allah. Supaya perasaanku selama tiga tahun ini gak meledak-ledak tak terkendali. Aku dilatih sabar. Sabar. Sabar. Nggak ada gunanya juga diungkapkan.

Fight, there's still 8 months left.
Slowly but surely you're walking your way... Hang in there!














Selasa, 10 September 2013

Aku Ternyata "M"

Sesuai judul, aku baru sadar kalau aku ternyata bener-bener M, karena selama ini aku bingung aku ini S atau M.

Sebelumnya, M dan S di sini merupakan istilah otaku untuk karakter-karakter di manga/anime Jepang, di mana :

S = Sadist (Kejam)
M = Masochist (Pekerja keras).

Ngertilah ya? Hahahaaa... Bukannya ge-er nih tapi. Cuma lagi ngerasa kayak gitu aja.

Masochist. Tipe orang yang merupakan pekerja keras. Walaupun capek, dia paksa-paksa terus karena dia ngerasa harus ngerjain semua tugas-tugas dan kerjaannya. Nggak ada waktu main. Tiap hari kerja, kerja, kerja. Bener-bener 4G-nya Jepang :
Ganbatte = Berjuanglah
Ganbarimasu = (subjek) + akan berjuang
Ganbarimashou = mari berjuang
Ganbarou = terus berjuang

Sekarang saya ini kelas 12 SMA (udah tauuuu). Tiap hari pergi. Beginilah kira-kira garis besar kegiatanku selama seminggu :

Senin = sekolah
Selasa = sekolah, bimbel NF (Nurul Fikri)
Rabu = sekolah
Kamis = sekolah, bimbel NF
Jumat = sekolah, Mentoring Keputrian
Sabtu = mentoring BM &/ Alumni BM
Ahad = bimbel Villa Merah &/ mentoring alumni BM

Paling di rumah cuma sekitar 2-6 jam kalo hari biasa. Itu juga pasti ngerjain PR, belajar buat ulangan, ngerjain tugas organisasi, dll. Rapat-rapat organisasi juga random harinya pas pulang sekolah. Kece deh.

Harus pinter-pinter nyari waktu istirahat. Refreshing badan. Kalo Refreshing pikiran sih bisa dengan main aja, entah kenapa aku selalu bisa browsing kalo malam minggu.

Semangat Fildzah, bismillah, ganbatte!

10 September 2013, Ruang 05 Nurul Fikri Petukangan

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Jumat, 30 Agustus 2013

Like I said, "Last Grade"

Assalamu'alaikum, hissashiburi desu ne...
Sudah sebulan lebih sejak kenaikanku ke kelas XII IS 2. Menyenangkan, sekaligus berat.
Menyenangkannya, kali ini kelasku terasa sedikit lebih nyaman. Waktu kelas X-XI, aku bener-bener gak peduli sama kelas. Gak ada temen sekelas yang bener-bener akrab. Aku lebih sering diem aja, asyik sendiri. Masih shock-shock-nya masuk SMA dan jurusan IPS sih waktu itu.
"Ah, kelas juga nanti 'kan ganti lagi. Temen-temennya juga 'kan ganti lagi. Tempat numpang lewat doang."
Gara-gara pikiran kayak gitu, hatiku jarang ada di kelas.
Sekarang... Hmm, gak ada temen akrab sih, tapi seenggaknya lebih mending dibanding kelas-kelas sebelumnya. Walaupun kalau dipikir-pikir ulang lagi ya... Sama aja sih (._.)
Kayaknya sekarang-sekarang ini aku lagi dilindungi Allah banget deh.
Suaraku jadi lebih kecil sejak masuk SMA. Kehendak Allah kali ya? Karena gak bisa teriak-teriak, aku jadi gak bisa marah-marah kalo lagi kesel sama orang-orang di sekolah.
"Kursimu beresin dong!"
"Sampahnya buang yang bener dong!"
"Tahu nggak sih? Ini tuh masjid! Kenapa malah ngobrol, pake sambil makan dan duduk ngelingker segala lagi?!"
"Udah kelas 3 SMA masih gak sholat? Hidup buat apaan kalian?"
"Hargain dong temen kalian yang udah mau berbuat baik! Jangan malah diajak-ajak yang nggak-nggak!"
Yah, itu sebagian jeritan hati yang gak bisa kulepas. Sebenarnya masih banyak lagi yang lain.
Hari ini aku jadi nangis lagi setelah sekian lama. Kenapa sering banget aku nangis? Imbas gak bisa marah-marah. Kekesalan, kesedihan, kesenangan, entah kenapa semuanya diungkap pakai air mata.
Allah juga ternyata lagi ngejaga hatiku. Merasa tinggi hati sedikit, aku langsung dibanting.
Rasanya aku udah belajar, sambil berusaha nambahin hafalan, sambil menuhin tugas organisasi, dan lain sebagainya.
Tapi entah kenapa yang aku kerjain rasanya gagal terus.
Pas belajar, lancar-lancar aja. Aku gak pasif-pasif amat di kelas. Tapi pas ulangan, nilainya di bawah KKM terus. Pas berusaha belajar di rumah, entah kenapa bawaannya ngantuk terus. Pada dasarnya emang sedih sih, masa' sekolah bisa 12 jam, tapi di rumah cuma 6 jam?
Nggak guna banget aku di rumah.

Tapi ya mungkin inilah tantangannya. Aku harus lulus dengan nilai bagus. Rasanya agak aneh kalo ngarep jadi lulusan terbaik, jadi ya abaikanlah.
Harus berdoa, ibadah yang rajin. Bantu orang tua yang sering.
Nambah hafalan yang banyak. Masa dari SMP sampe sekarang masih 3 juz aja.
Jaga hati sama orang lain. Jangan nyakitin siapapun.
Ya Allah, permudahlah urusanku, lancarkanlah lisanku, agar mereka mudah memahamiku.

FildzahPro, 30 Agustus 2013
Di Kelas XII IS 2, SMAN 47

PS : Mungkin ke depannya aku bakal lebih jarang nge-blog. Mesti fokus sama sekolah dulu nih. Nilaiku sering di bawah KKM (KKM-nya 80 -.-).
Soal "Honestly", setelah kurilis sampai chapter 7, Honestly akan hiatus cukup lama. Kapan mulai lagi, akan kuumumkan lagi nanti. Kalo aku diterima PTN di jalur undangan (SNMPTN) ya mungkin April atau awal Mei, tapi kalau nggak, mungkin akhir Mei atau Juni.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone


















Jumat, 16 Agustus 2013

Renungan Malam

Ya Allah, betapa celakanya aku ini. Bulan lalu aku begitu baik pada-Mu. Beda dengan sekarang. Kelalaianku malah semakin banyak.
Ya Allah, maaf karena aku hanya bisa menyesal dan terus meminta. Tolong hilangkanlah kegelisahanku, kuatkanlah diriku, dan permudahlah urusanku.
Ya Allah, jadikanlah aku hamba yang pandai bersyukur. Lenyapkanlah diriku yang suka mengeluh, buatlah aku bersyukur dan berusaha sebaik mungkin tanpa menyesali apa-apa yang belum kumiliki. Tolong hilangkan kejenuhan dalam hatiku.
Ya Allah, mungkin kini aku terlalu sibuk dengan dunia. Tolong bimbinglah aku agar selalu bisa mengingat-Mu, selalu kembali kepada-Mu. Aku tahu, seindah apapun dunia saat ini, pada akhirnya hati ini akan selalu ingin kembali kepada-Mu.
Ya Allah, terima kasih banyak atas segalanya yang telah Engkau berikan. Setiap air mata, ibadah, suara dan kebahagiaanku adalah rasa syukurku kepada-Mu.
Ya Allah, kasihilah kedua orang tua dan adik-adikku. Jangan biarkan mereka menanggung dosa yang dipercikkan oleh anak dan kakak mereka ini. Ampunilah mereka, berkahilah mereka karena sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu yang lebih baik daripadaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.
Ya Allah, selamatkanlah aku dari kebimbangan dan kekhilafan. Tenangkanlah hatiku dan hati orang-orang yang kukenal atau mengenalku. Bersihkan dan lancarkanlah lisan kami, sucikan hati kami, agar kami bisa lebih saling memahami.
Ya Allah, mungkin saat ini ada orang yang kudzalimi. Tolong ampunilah aku, tolong beri aku kemudahan dan keteguhan untuk menepati janji-janjiku. Lembutkanlah hati kami agar dapat saling meminta maaf dan memaafkan.
Ya Allah, walaupun sikapku buruk terhadap Engkau, Engkau selalu menolongku setiap saat. Kekuatan hati, ketabahan untuk tetap melangkah maju walau sambil menangis, Engkau selalu berikan semuanya untukku. Terima kasih ya Allah, walaupun aku terus berbuat salah dan menyesal, Engkau terus menemaniku setiap saat.
Ya Allah, maafkan diri ini jika pernah tidak ikhlas beribadah kepada-Mu. Hilangkanlah rasa malas pada hati dan tubuhku. Tumbuhkanlah kedewasaan dan kedisiplinan padaku. Tolong jadikanlah aku seseorang yang istiqomah dalam berbuat kebaikan.
Ya Allah, sesungguhnya malam ini aku telah mengkhianati kepercayaan seorang teman. Tolong berikanlah aku kekuatan untuk menempuh ujian-ujian dari-Mu dan dampak-dampak buruk perbuatanku. Tolong kuatkanlah aku untuk menempuh dunia ini, dan kembali kepada-Mu.
Rabbana atina fid dun'ya hasanah, wa fil akhiroti hasanah, wa kina adzabannaar...
Aamiin ya rabbal alamiin
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone










Minggu, 21 Juli 2013

Alhamdulillah, Prestasi Baru!

Assalamu'alaikum...

Alhamdulillah nih Alhamdulillah, bulan lalu aku ikut lomba Drawing Manga di acara Ninety Cup XIV SMAN 90 Jakarta. Pengalaman pertama nih ikut lomba Manga... Deg-degan gitu :v

Awalnya tahu soal keberadaan lomba ini dari temen ekskul di Alistra, yaitu Adis, yang juga menjabat sebagai wakil ketua. Dia bilang mau nambahin sertifikat buat masuk kuliah nanti, jadi dia ngajak ikut. Kemungkinan untuk menangnya besar karena dia bilang yang ikut sedikit, dan menang gak menang tetep dapet sertifikat.

Hari H lomba, saya datang kecepetan :v
Tapi jadi ada temen baru sih. Akhirnya aku nunggu waktu lomba mulai bareng dia. Akhwat juga, namanya Wulan dari SMAN 63. Sempet ngobrol-ngobrol soal anime, manga, dan sedikit juga tentang Rohis... (random ajah haha).

Oiya, jadi teknis lombanya itu disuruh bikin manga bebas bertema "Kegiatan di Musim Panas" dalam maksimal 4 halaman kertas A4. Lombanya hari Jumat. Dari hari Senin sebelum itu, aku udah mikir kalo aku mesti bikin name-nya dulu (name : istilah untuk sketsa kasar/storyboard). Biasanya kalo lomba "on the spot" gini, aku selalu kalah gara-gara waktu. Bisa jadi karena kurang persiapan atau kurang latihan.
Ternyata walaupun udah niat bikin name dari hari Senin, saya tak kunjung membuatnya karena idenya belum ada. Ceritanya apa ya... Ceritanya apa ya... Tiap hari mikir kayak gitu. Aku ngerasa harus bikin cerita yang bagus banget, jaga-jaga kalo ternyata nanti jomplang sama gambarnya. Tiba-tiba aku (jiaahh) teringat lomba Menulis Surat yang pernah aku menangkan waktu kelas 3 SD, walaupun itu juga Harapan I sih. Aku menang cuma karena menurut juri suratku menyentuh. Waktu itu aku nulis surat untuk guruku yang udah pindah.

Dari situ kuputuskan : aku harus bikin cerita yang mengaduk-aduk perasaan. Lagipula, kalau mendengar "musim panas", apa yang kebayang hayo? Sebagian besar pasti kegiatan yang menyenangkan : pantai, festival, kembang api, jangkrik, liburan, dan sebagainya.

Gimana kalau saat kegiatan menyenangkan itu berlangsung, ada orang lain yang justru bersedih?
Kayak lirik lagunya Aqua Timez, "mungkin saja saat aku sedang tertawa, aku tidak tahu kalau (di tempat lain) kau sedang menangis."

Akhirnya kubikin cerita tentang seorang siswi SMA bernama Hirakawa Natsumi. Namanya udah kubikin sesuai cerita juga lho (._.) "Hira" dari kanji "damai", "kawa" dari kanji "sungai", "Natsu" dari kanji "musim panas" dan "Mi" dari kanji "indah". Jadi kalau ditulis dalam aksara kanji Jepang bakal kayak gini :


  
Nah, si Natsumi ini sebenarnya anak yang periang. Seperti namanya, ia lahir di musim panas dan tumbuh besar dengan menyukai musim panas. Tapi suatu kali saat SMP, di tengah perayaan Festival Kembang Api, Natsumi kehilangan ibunya, orang yang paling dia cintai meninggalkan dia untuk selamanya. Sejak itu dia jadi benci pada musim panas terutama kembang api, karena ia menganggap musim panas itu mengambil ibunya dan kembang api itu bersorak gembira atas kematian ibunya.
Tapi kemudian ayahnya menasehati, "kau memang kehilangan ibumu di musim panas, tapi bukannya di musim panas juga ada banyak kenangan bersama ibu?"
Dan saat itulah ia sadar bahwa kebenciannya menutupi banyak kenangan indah yang ia punya bersama ibunya. Saat ibunya memakaikan yukata sambil bersenda gurau, lalu menonton kembang api bersamanya...
Setelah itu Natsumi mulai kembali ceria. Sadar bahwa tidak semua orang bahagia di musim panas, ia mulai sering mampir ke panti asuhan untuk bertemu anak-anak yang senasib dengannya, yang juga kehilangan satu atau bahkan kedua orang tua. Ia sadar ia lebih beruntung dibanding mereka yang usianya lebih muda darinya tapi sudah ditinggal orang tua. Cerita ditutup dengan ia bermain kembang api kecil bersama anak-anak itu.

Yang barusan kuceritain itu cuma 3 halaman (sengaja pendek biar irit waktu) loh. Paling satu halaman ada 9-12 panel... (._.)

Yosh, cerita beres. Tapi gimana dengan name-nya? Name itu akhirnya nggak selesai. Dari 3 lembar yang kurencanakan, name untuk lembar terakhir baru selesai setengah. Akhirnya aku tempur dengan keadaan seperti itu. Halaman terakhir kukerjakan nyaris tanpa mengikuti name.

Pesertanya ada sekitar 10 orang, dan yang diambil menjadi juara hanya 3 (dan akhirnya diubah lagi menjadi hanya 2). Di luar dugaan, aku selesai duluan. Mungkin karena aku nggak sampai proses inking (penebalan dan pemberian warna hitam-putih). Dan jujur itu yang paling bikin aku nggak pede. Yah, gimana sih rasanya cuma ngumpulin komik yang bentuknya masih sketsa, sedangkan yang lain pada nebelin pake drawing pen...
Karena udah selesai sendiri, aku sempet mikir apa aku tebelin aja, ya? Tapi akhirnya nggak jadi karena kalo dipikir baik-baik kembang api yang aku gambar memakai efek yang cuma bisa dibuat oleh pensil. Dan saat itu sudah larut sekali dan aku merasa harus cepat pulang atau aku dimarahi.

Usaha udah. Sekarang tinggal berdoa. Jangan lupa juga jaga hati orang.

Ternyata hasilnya manis. Aku sempet mikir, kalo ternyata aku menang dan Adis nggak menang, aku jadi nggak enak hati sama Adis. Karena Adis-lah yang ngajak aku ikut lomba ini. Cuma itu yang aku takut.
Aku sama Adis sama-sama nggak dateng waktu pengumuman juara.

Dan ternyata kedua juara itu adalah kami berdua.
Seneng banget, bersyukur... bisa menang sama-sama Adis... :')

Aku juara I, Adis juara II. Kami WhatsApp-an panjang cuma buat nyelamatin satu sama lain hahahaa...

Aku juga bersyukur banget karena akhirnya aku menang lomba gambar lagi. Lomba gambar manual terakhir yang aku ikuti itu waktu kelas X, lomba gambar komik Bahasa Prancis. Itu pun nggak menang karena nggak berhasil kuselesaikan. Lomba gambar manual terakhir yang kumenangkan itu waktu kelas 2 SD, Lomba Menggambar dan Mewarnai internal SD-ku tahun 2004. Juara I. Udah 9 tahun yang lalu. Lama 'kan? :)

Minggu lalu aku sama Adis ngambil hadiah dan pialanya bareng-bareng. Seneng deh. Piala pertama yang kubawa pulang dalam 10 tahun terakhir (biasanya diambil sekolah :v). Sertifikat ke-13 di masa SMA ini juga udah aman di map. Semoga ini bisa jadi batu loncatan untuk prestasi selanjutnya. Otsukaresama deshita! (^u^) Wassalam

Special Thanks :
- Adis yang ngajak ikut lomba dan banyak membantu mengurus banyak hal
- My Family :)
- Panitia Ninety Cup XIV, terutama JFC. Semoga tahun depan makin baik yaa... (^u^)
- Semuanya yang gak bisa lagi disebutin satu-satu! Terima kasih banyak!
Arigatou gozaimashita!






Senin, 15 Juli 2013

Semester 5!

Assalamu'alaikum, ane sekarang lagi di sekolah. Bisa nge-post berkat teknologi "post blog via email"~ *masih excited*

Kelas baru. Iyah kelas baru. Saya yang dulu kelas XI IS 4 sekarang kelas XII IS 2. Berasa kehilangan angka 4... Hahahaa. Sayangnya karena dateng telat, ane dapet bangku paling pojok kedua dari belakang. Kelihatankah tulisan di papan tulis? Entahlah. Cuma bisa bertahan. Temen sebangku juga sementara ini gak punya. Yah udahlah wkwk. Aku ngerasa jadi karakter di novel sendiri, di mana ia selalu merasa sendirian walaupun kelasnya ramai. Perasaan yang bagus banget kalo diungkapin ke dalam kata-kata di novel.

Ehm, ngomong-ngomong, kalo dari segi temen sekelas, menurutku temen-temen kali ini lebih enak dari yang sebelumnya. Tahun lalu berasa asing banget karena nggak ada kenalan yang agak deket. Tapi sekarang ada temen ekskul, temen lama, temen sehobi, pokoknya lebih enak. Mungkin emang awalnya aja kaku. Mungkin lama-lama kami juga bakal akur.

Akhirnya juga, ada adik kelas dari SMP yang sama masuk ke sini. Ikhwan sih. Tadi sempet nyapa, maksudnya mau negur bantuin. Tapi orangnya cuma bales senyum terus pergi, bahkan tanpa menatap ke ane. Serius, ane kangen temen kayak gitu. Ane teringat diri ane yang dulu pertama kali masuk ke sini. Masih jaga jarak banget sama lawan jenis. Ane pingin balik jadi yang dulu lagi. Selama dua tahun ini, standar ane terhadap nilai memang meninggi, tapi standar agama malah menurun. Sedih jadinya.

Yah, whatever. Tinggal setahun lagi. Semangat semangat semangat!

Hari ini, 15 Juli 2013
Tahun terakhirku di SMA dimulai!
Bismillahi Allahu Akbar! (^o^)9
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Jumat, 12 Juli 2013

Tentang JAMSIS 2013

Inilah salah satu acara tahunan favorit di sekolah ane. Jambore Siswa alias Jamsis. Dan kebetulan ane jadi panitia karena tahun lalu ane jadi peserta. Kali ini ane kebagian jadi seksi peribadatan bersama sobat sekaligus Ketua ekskul Alistra (Aliansi Ilustrator), Allya, dan si ketua Rohis, Fatur sebagai koornya.

Tugasnya apa? Ngingetin sholat, cari imam, cari muadzin, cari tempat. Secara singkat gitu.

Angkatan ane agak kurang beruntung karena selama 3 hari di sana, cuacanya mendung terus. Jarang cerah. Hujan terus, terutama pas malam. Oiya, tempat jamsis kali ini tuh sama kayak tahun lalu, di Bumi Perkemahan Gunung Bunder, Taman Nasional Gunung Salak, Kecamatan Ciampea, Bogor.

Cerita inti-intinya aja ya, lewat hp nih wkwk (pamer). Yang agak mengecewakan itu pas kita tracking ke Kawah Ratu. Udah capek-capek mendaki, bentar lagi banget sampe... Ternyata kawahnya nggak bisa didatangi karena "aktif". Sebenarnya nggak ngerti juga "aktif" itu maksudnya apa, tapi kawah "aktif" terdengar berbahaya. (._.)
Akhirnya kami balik badan dan langsung turun lagi ke camping ground...

Cuaca yang nggak menentu juga bikin beberapa panitia sakit. Masuk angin, demam, segala rupa deh. Untuk ane pribadi, alhamdulillah ane nggak kenapa-kenapa. Paling pas pulang jempol kaki dua-duanya kapalan, terus punggung bawah ngilu, sampe seminggu lebih belum sembuh-sembuh :/

Pas tracking juga, ada satu titik di mana ternyata di situ banyak tawon (atau lebah? Hm). Temen ane, si Allya, kena sengat. Di bagian paha deket lutut. Tapi berkat tindakannya yang langsung memberi obat dan langsung mandi setelah tracking, bekas sengatannya sembuh dan nggak ngasih dampak yang buruk buat dia. Malah pilek yang dia bawa dari rumah jadi sembuh. Wkwk alhamdulillah yaa~

Apalagi ya? Hmm... Banyak banget sebenarnya pengalaman unik dan lucu. Tapi udahan dulu deh, ya. Kalo ada apa-apa aku cerita lagi. Makasih banyak udah baca (^u^)/


Tulisan di bawah bukan saya yang ngetik.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

Senin, 22 April 2013

Home Stay 2011

Attention sebelumnya, ini sebenarnya post dari blog sebelumnya. Sengaja di-repost karena blog yang lama mau dihapus. Terima kasih... :)

-------------

Home Stay. Program pengganti Super Camp yang betul-betul khusus diadakan untuk kelas IX. Pada awalnya memang respon para siswa/i kelas IX agak negatif. Kenapa mereka harus merelakan tahun terakhir tanpa Super Camp yang serunya begitu istimewa itu? Kenapa harus Home Stay?

Tapi pikiran itu hilang semudah munculnya. Terdengar ekspresi hati mereka begitu selesai menjalani Home Stay.

“Hehe. Oke juga ternyata,” gitu kata mereka.

Begitulah Home Stay. Kegiatan menginap tiga hari dua malam di daerah perumahan penduduk yang awalnya dituduh “nggak asyik”. Tapi sebenarnya—barangkali kami lupa—bagi kami siswa/i SMP Islam Plus Baitul Maal, mendapat pengalaman baru—itu yang namanya “asyik”.

Nah, sekarang, biar aku ceritakan semua pengalamanku dari persiapan sampai pulang Home Stay, sebisa yang kuingat.

Beberapa hari sebelum Home Stay, kami siswa/i kelas IX, angkatan 4 SMPIP Baitul Maal dikumpulkan di ruang Kelas IPS. Dan di sana, wali kelas kami tersayang—Pak Yayat dan Bu Erma memberikan briefing pada kami calon peserta Home Stay. Pagi sebelumnya di hari yang sama, Bu Erma sudah mengumumkan pada para siswi pembagian kelompoknya. Hasilnya, aku terkumpul bersama teman-teman sesama absen genap di bawah nama Suku Ngarai, dan aku dipilih jadi kepala sukunya.Dan setelah briefing itu kami rapat seangkatan karena nanti di sana ada acara yang harus kami panitiai bersama.

Jujur aja, aku nggak begitu puas dengan rapat itu. Setelah rapat selesai, kami rapat perkelompok. Apa yang kami diskusikan sih sebenarnya? Rahasia ya… nanti juga tahu.

Selain rapat itu, banyak lagi yang kami persiapkan. Mulai dari menyiapkan parcel yang ditugaskan perkelompok, serta name tag tanda peserta. Kami juga menyiapkan barang-barang pribadi. Untuk acara kali ini, aku memakai ransel gunung yang biasa kupakai kalau Super Camp. Alat makan, alat sholat, Al Qur’an, alat mandi dan baju-bajuku, tentu semua aku bawa. Aku juga membawa Memory Card SD serta alat tulis. Anehnya, aku sedih banget nggak bawa Flash Disk. Soalnya aku diminta untuk mendesain Name Tag untuk seluruh peserta Home Stay, dan aku juga menerima tawaran untuk membuat spanduk Home Stay. Beberapa hari sebelum berangkat, Flash Disk-ku dipinjam untuk mencetak spanduk, dan ternyata sampai hari H belum dibalikin juga. -_-


Akhirnya tibalah, Senin, 20 Desember 2010, hari H. Aku bangun pagi-pagi sekali, menyiapkan diriku dan segala sesuatu yang belum sempat kusiapkan kemarin malam—sikat gigi misalnya. Lalu dengan was-was aku pergi diantar abi ke Alfa Midi dekat STAN, lokasi kumpul kami. Kukira aku bakal naik bus mini ber-AC yang lumayan nyaman, tapi alangkah kagetnya aku begitu melihat dua bus seukuran Metro Mini yang—bisa ditebak kan?—ber-AC alam. Untungnya bersih, sih. Bus yang satu untuk kelas 9A, yang satu lagi untuk 9B. Jujur aja nih, sebenarnya kelas 9B + guru-guru Akhwat + barang-barang mereka tuh nggak muat masuk ke bus itu. Di luar dugaan barang bawaan kami gede-gede. Tapi untungnya dengan “Bismillah” dan sedikit paksaan, kami semua bisa masuk. Kemudian, dimulailah perjalanan kami…

Perjalanan kami mulai dengan membaca do’a dan Dzikir Al-Ma’tsurat dengan dipimpin oleh Icha dari suku pimpinanku. Sebenarnya selama di bus dia juga teman sebangkuku sih… Dengan berbekal toa dia pimpin dah itu Al-Ma’tsurat. Setelah membaca Al-Ma’tsurat, gantian aku pegang toa untuk memimpin muroja’ah. Dan setelah kami selesai muroja’ah, acara kami bebas. Ada yang makan, bercanda, ketawa-ketawa, tidur , ngobrol dan foto-foto. Ada yang beda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya. Kalo ada anak-anak yang kami lewati, kami nggak nyorakin satu sama lain. Malah kami bikin rame dengan bersorak gembira bersama mereka. 

Setelah sekitar tiga sampai empat jam kemudian, kami sampai di lokasi kami akan bermalam. Walaupun nggak seperti villa pada umumnya, beberapa orang menyebutnya “villa”. Saat kami datang, Pak Kosasih, pemilik villa tersebut menyambut kami. Oleh beliau kami dipersilahkan meletakkan barang-barang dan beristiharat. Di samping jalan masuk ke villa ada beberapa kolam ikan yang kami lihat. Dan begitu kami masuk, terlihat saung dan sebuah bangunan merah muda. Bangunan merah muda yang memanjang ke belakang itu akan ditempati oleh para guru. Di lantai atas bangunan itu ada kamar lagi, tapi bentuknya saung. Di sanalah anak-anak kelas 9A tidur nanti malam.

Gimana dengan 9B? Semakin masuk ke daerah villa dan melewati tanaman-tanaman cabai, terdapat bangunan merah muda yang memanjang ke samping. Di situlah kamar 9B. Jujur aja, kamarnya kurang cukup buat kami bersembilan belas, tapi kami usahakan semua bisa di situ. Di sebelah kamar kami itu ada kamar mandi tertutup dan kamar mandi yang agak lebih terbuka. Di belakangnya persawahan. Anak-anak 9B banyak yang suka duduk di teras kamar dan ngobrol-ngobrol. Kami serasa jadi murid asrama deh…

Setelah kami selesai membereskan barang dan menggelar tikar, kami duduk beristirahat sambil bercakap-cakap ria. Kemudian kami mulai membungkus parcel yang nantinya akan diberikan pada hari terakhir. Usainya, kami makan siang. Lalu kami sholat Jama’ Qashar Dzuhur-Ashar dan tilawah Al-Qur’an sembari menunggu dimulainya acara pembukaan.

Akhirnya tibalah waktunya pembukaan. Disampaikanlah sambutan-sambutan dari Pak RT (kami dikira beliau mahasiswa yang lagi KKN lho… E he he…), Om Anton selaku tokoh masyarakat sekaligus tour guide kami, Bu Rina selaku kepala sekolah, dan Bu Erma selaku PJ kegiatan Home Stay. Home Stay dibuka secara simbolis oleh Pak Yayat dengan memukul kentongan.

Acara pembukaan selesai. Berikutnya kami akan keliling desa sekaligus briefing tempat-tempat yang bisa kami observasi esok hari ditemani Om Anton. O, ya, walaupun kami memanggil beliau “Om Anton”, sebenarnya usia beliau sudah sekitar 76 tahun lho! Beliau memiliki rambut dan janggut putih yang panjang. Barangkali kalau baru pertama lihat bakal agak bergidik rasanya. Tapi asli, deh! Om Anton baik banget. Kami tanya apa saja beliau pasti menjawabnya dengan baik. Beliau bagai buku berjalan bagi kami saat itu.

Nah, sekarang balik lagi ke briefing! Pertama-tama kami mendatangi Running Water, yaitu peternakan ikan dengan kolam yang airnya dialiri dari sungai dan dialirkan kembali ke sungai pula. Setelah itu kami bergerak dari sana ke Sungai Cinangneng. Kata Om Anton, batu-batu di sungai itu dulu dijadikan pondasi Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno dan Bandara Halim Perdanakusuma. Dulu batu-batu di sana banyak banget, tapi karena udah diambil-ambilin sekarang jadi tinggal sedikit. Saat kami ke sana, airnya agak keruh. Katanya sih gara-gara sekarang lagi musim hujan. Kalau musim kemarau, biasanya air sungainya jernih.

Dari sungai Cinangneng, kami pergi melihat Industri Rumahan Bunga Kering. Bagus-bagus lho bunganya! Warna-warnanya lucu… ha ha… Selama perjalanan ke sana, kebetulan kami bertemu para warga yang sedang bergotong-royong membangun masjid. Bukan cuma bapak-bapak lho! Ibu-ibu sampai anak kecil juga ikutan bantu. Sekalian, kami juga ikut-ikutan bantu. Katanya mereka kerja dari pagi. Bahan-bahannya dibeli dari hasil patungan mereka. Duh, bener-bener ya. Anehnya, selama membantu mereka bergotong-royong yang kurasakan bukan lelah, tapi justru rasa kagum dan bahagia. Setelah menyaksikan sendiri kegiatan ini, aku betul-betul terpesona sama kekeluargaan yang dimiliki warga daerah. Mereka saling bantu-bantu tak kenal usia maupun kedudukan. Di rumahku sih, boro-boro kayak gitu. Kenal sama tetangga sebelah aja aku nggak. Baru deh, aku ngerti pandangan orang luar yang bilang kalau orang Indonesia itu ramah-ramah. Ternyata yang seperti ini maksudnya. 

Selanjutnya, kami pergi ke Peternakan Ikan Koi. Di sana kami melihat…ngg… ikan Koi? Ah, nggak. Yang kami liat di sana justru aksi mas-mas yang lagi nangkep ikan bawal buat dijual. -_-

Yah, sudahlah, kita pindah tempat ya! Tujuan terakhir kami adalah Peternakan Lobster & Kelinci yang ada di seberang villa. Dekat sih tempatnya. Cari sensasi jauh-jauh dulu nggak apa ‘kan? :D Di peternakan lobster milik Om Anton itu, kami diberi tahu bagaimana lobster kawin, bertelur dan tumbuh besar serta bagaimana cara membedakan lobster jantan dan betina. Sedangkan soal kelinci kami hanya diberitahu Om Anton jenis-jenis dan cara merawatnya, berhubung pemiliknya sedang tidak ada di tempat. Nah, dengan begini berakhirlah briefing kami. Sekarang kami kembali villa untuk mandi sore dan bersiap-siap sholat.

Nggak ada yang spesial malam itu. Setelah sholat jama’ Qashar Maghrib-Isya, dengan disaksikan seluruh rombongan, para kepala suku mengambil undian. Undian ini akan menentukan apa yang akan suku mereka observasi besok. Sebelumnya, kuberitahu dulu nih. 9A dan 9B masing-masing terbagi dari dua suku. Jadi, totalnya ada empat suku. Suku pertama itu Suku Pantai, kepala sukunya Ilham. Kemudian ada Suku Sungai dengan kepala suku Emiel. Terus ada Suku Lembah dengan kepala suku Ermi dan terakhir, Suku Ngarai dengan kepala suku aku. Hasil undiannya nih, sukuku kedapetan Peternakan Lobster sekaligus Peternakan Kelinci, Lembah dapat Industri Kerajinan Bunga Kering, Pantai dapat Peternakan Ikan Koi (kalo nggak salah, ya) dan sungai kebagian Running Water. Awalnya sukuku senang dapat tempat observasi yang dekat, dan aslinya memang itu yang mereka harapkan. Sewaktu mengambil undian aku menampung harapan anggota-anggota sukuku itu, dan memutuskan untuk memilih berdasarkan nomor takdirku, satu. Kuambil yang paling kiri dari kertas yang dijejerkan di depanku, dan hasilnya kami beneran dapet itu. Tapi yaah… lama-lama anggota-anggota sukuku kesal juga karena hanya suku kami yang mengobservasi dua tempat sekaligus, alias laporannya bakal lebih panjang.

Yah udahlah diterima saja -_- setelah pengundian itu kami makan malam. Ngomong-ngomong, selama di sana kami dapat makan dari warga di sana. Pesen catering kok. Tenang aja. Habis makan kami membuat Berita Acara, diskusi kelompok soal evaluasi kegiatan hari itu serta merencanakan kegiatan kami besok. Setelah itu kami istirahat dan disusul tidur. Ternyata kamar tidur kami itu memang sempit. Buktinya empat kawan kami, Dhilah, Upik, Nauroh dan Tasya akhirnya keluar kamar dan tidur di tempat lain.


Tibalah hari kedua, Selasa, 21 Desember 2010. Kami bangun dengan lancar pagi itu. Semua bisa Qiyamulail sama-sama. Memang sih, akhwatnya agak telat. Tapi syukur masih sempat. Usai subuh kami Al-Ma’tsurat pagi. Setelah itu kami senam pagi dan lari-lari keliling villa. Kemudian kami mandi dan sarapan, lalu bersiap-siap untuk mengobservasi tempat yang sudah ditentukan.

Sukuku berangkat mengobservasi sekitar pukul 09.30. Berhubung Pak Anton sedang ada urusan, Pak Jati menggantikan Pak Anton menemani kami. Beliau menjelaskan pada kami semua tentang lobster, mulai dari sejarahnya, tempat hidupnya, cara mengembangbiakkannya, makanannnya, perilakunya, cara mengukurnya serta jenis-jenisnya. Sedangkan untuk soal kelinci kami akhirnya bertemu pemilik peternakannya, yaitu Pak Sadim. Bersama Pak Jati beliau menunjukan segala hal tentang kelinci pada kami. Waktu kami mengobservasi, tahu-tahu ada kelinci yang kabur lho! Untungnya dia bisa kami tangkap, setidaknya sebelum dia benar-benar hilang atau tertabrak kendaraan yang berlalu-lalang.

Akhirnya observasi berakhir. Kami kembali ke villa untuk istirahat, sholat dan makan siang. Setelah itu kami bersiap-siap melaksanakan agenda yang mati-matian kami rapatkan. Apakah itu? Hee… kami akan bermain alias mengadakan outbound kecil-kecilan untuk anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sekitar. Aku memegang toa, memimpin teman-temanku pergi ke lokasi bersama para guru. Sesampainya di sana, aku, Ermi, Fahmi dan Emiel membuka acara sekaligus memberi salam dan memperkenalkan diri kepada anak-anak TPA dan orang tua mereka. Setelah itu, dimulailah permainan kami.

Suku Ngarai membuat permainan “Estafet Karet” dan “Vampir Cina”. Agak susah mengatur anak-anak itu, soalnya mereka masih kecil-kecil. Barangkali paling tua usianya baru sepuluh tahun. Perhatian mereka juga banyak tertarik ke permainan “Tiup Balon Sampai Pecah”-nya Suku Sungai. Tapi syukurlah, semuanya bisa menikmati permainan dengan baik.

Sore harinya, kami kembali ke villa. Coba tebak sekarang kami ngapain? Kami bakal lomba nangkep ikan! Hahaha…! Jadinya nih, kami disuruh nagkep ikan di air yang keruh. Bener-bener susah deh! Padahal guru-guru bilang ada 20 ekor ikan di kolam keruh itu. Kelompok akhwat alias 9B nyoba nangkep duluan, setelah itu baru kelompok ikhwan alias 9A. Kelompok Akhwat Cuma dapet sekitar 4-6 ikan. Nah, ikhwan yang kena untungnya! Ikan-ikan itu udah keburu mabuk karena sebelumnya kelompok akhwat telah mengobok-obok air mereka tanpa henti. Hasilnya, semua ikan bisa ditangkap oleh ikhwan. Setelah menangkap ikan itu, kami mandi sembari bergantian membakar ikan. Enak juga ikannya, lumayan… he he…

Usai bersih-bersih, sholat dan makan malam, kami bersiap-siap untuk presentasi. Karena nggak ada tempat yang cukup luas untuk kami berpresentasi sambil ditonton satu angkatan, akhirnya acara presentasi dibagi dua kloter, yakni perkelas, dan diadakannya di saung. Kelas 9B presentasi duluan, 9A belakangan. Presentasi berjalan lancar sih… walaupun banyak hal bagai tekanan yang memburu… haha… Yahh… setelah presentasi laporan pengamatan itu, kami langsung bersiap-siap untuk tidur.


Akhirnya datanglah, Rabu, 22 Desember 2010, hari terakhir Home Stay kami. Nyaris sehari penuh sisa waktu di sana kami nggak ada kegiatan apa-apa lagi. Cuma beres-beres, dan keliling desa untuk terakhir kalinya. Saat anak-anak kelas 9A tidur (malemnya kurang tidur, mereka semua bangun sholat lail, jadi abis subuh mereka tidur lagi. Sedangkan 9B nyaris semuanya ngaret dan nggak sempet sholat lail -_-), kelas 9B jalan-jalan dan foto-foto di Sungai Cinangneng. Setelah puas, mereka kembali ke villa untuk sarapan dan bersih-bersih. Bersih-bersihnya… bersih-bersih total! Kan mau pulaang… XD Saat matahari sudah tinggi, kami gelarlah acara penutupan. Isinya pemberian kenang-kenangan berupa ucapan terima kasih dan parcel bingkisan kami. Ternyata punya sukuku diberikan kepada Om Anton. Sayangnya Om Anton berhalangan hadir saat itu sehingga pengambilan kenang-kenangan diwakili oleh putrinya. Usai memberikan kenang-kenangan, acara ditutup dengan pemukulan kentongan kembali oleh Pak Yayat. Setelah itu kami berfoto bersama dulu untuk terakhir kalinya. Ternyata spanduk Home Stay yang kudesain itu diminta Pak Kosasih untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Wahh… jadi menyesal karena tak mendesain spanduk itu lebih bagus lagi.

Semua usai. Kami naik ke bus dan segera pulang, kembali ke Jakarta. Bus kami, tentunya agak lebih penuh dari waktu berangkat. Banyak yang membawa oleh-oleh berupa bunga kering khas Desa Situ Daun, jadi selama di bus si pemilik harus ekstra hati-hati menjaga bunganya agar tidak patah atau rusak. Sampai sore kami masih di jalan, sehingga kami Dzikir Al-Ma’tsurat sore dan muroja’ah bersama di bus. Rata-rata di bus pada tidur. Yahh… itu wajarlah… biasanya kalo perjalanan pulang kan memang pada tidur.

Rupanya tempat kedatangan kami diganti. Kami nggak lagi balik ke Alfa Midi seperti waktu berangkat tiga hari yang lalu. Kali ini kami langsung ke sekolah. Orang tua murid yang sudah sampai di Alfa Midi juga koor mengikuti bus kami ke gedung sekolah. Kukira bus itu nggak muat masuk Jalan Pesantren. Ternyata bisa, ya… untung deh. Alhamdulillah, kami bisa sampai tujuan dengan selamat. Kami langsung pulang ke rumah masing-masing, dan tak lupa mengucapkan pada ibu kami, “selamat Hari Ibu…” 

Selasa, 18 Desember 2012

My Intention About JKT48

From now on, I will start to post about JKT48 in english only. My english is not very good, but I want International fans to know more about JKT48. I see that it was a bit hard to find news about them in english, so I want to help. Even though I'm not sure how much I can help...

Some information about me, I'm a female, 16 years old when I write this post, and I live here in Jakarta. I have liked JKT48 since their debut performance last year. I haven't watch them on theater because of many things, but I'm still hoping to watch them someday. My JKT48 Oshimen is Diasta Priswarini or also called "Nyash". And for AKB48... I haven't decide who is my oshimen yet, but recently I have some interest on Shimazaki Haruka.

Well okay, enough for my notification. Yoroshiku onegaishimasu. (_ _)

Kamis, 08 November 2012

Aku dan Kehidupanku Kini (Curhatan Random)

Yeaay!!! Alhamdulillah, setelah beberapa kali penundaan, akhirnya angkatanku resmi menjabat MPK. Pertama-tama pingin bilang selamat buat Kartika, akhwat yang udah terpilih jadi ketua MPK yang baru~! Yeaay~! Di luar dugaan kepilih sih, tapi nggak masalah kook~

Btw MPK sekarang berhasil mulai dengan baik. "Mulai ber-15, selesai ber-15," kurasa itu prinsip kami. Pas awal masuk MPK, aku nggak nyangka kami bisa se-solid ini. Emang sih semuanya gak selalu datang rapat, tapi mereka masih peduli. Dan menurutku entah mengapa MPK angkatan kami begitu singit (gila). Terlalu banyak candaan pas rapat, dan itulah yang harus kami sama-sama atasi. Membina anggota baru juga nggak gampang, tapi kami akan berusaha. Doakan kami, ganbarimasu!

Daaann soal jabatanku... hmm.. Alhamdulillah, innalillahi, bismillah... Ketua Komisi D (Ketertiban). Eh kalo diinget-inget itu posisi Ermi waktu BEST di SMP dulu yaa.. hehee..

----- Pas rapat tadi -----
Oknum T                            : "Ketua Komisi D; Fildzah!"
Ane                                    : "Kasih tau lagi dong, komisi A apa, B apa, C apa..."
Oknum H                           : "A; OSIS, B; kesiswaan, C; ekskul, D... tatib!"
Oknum tak teridentifikasi 1 : "Weehhh tatiib!"
Oknum tak teridentifikasi 2 : "Ayo nunduk semuaa! Nunduuuk!"
Ane                                    : (-_-)
---- Udah (maksa) -----


Yosh, sudahlah. Sekarang kami bakal disibukkan dengan persiapan program kerja dan Sidang Lokakarya. Semangaaat!!! (-,-)9

Eh, sebenarnya belakangan ini aku ngerasa berhasil nemuin lagi tempo hidup yang baik. Walaupun belum sampe kayak dulu yang mikir "aku bakal mati bahagia seandainya aku mati sekarang". Segalanya mulai membaik walau aku masih belum bisa bilang "aku betah dan senang di 47". Gimana ya? Aku udah bisa aktif di semua organisasi dan ekskul yang aku ikutin walaupun nggak sempurna. Mentoring tiga-tiganya alhamdulillah jalan. Nilai-nilaiku juga udah mulai stabil bagusnya. Sama temen-temen dan senior yang rada-rada juga udah makin sabar. Dan aku bisa tetap menekuni hobi-hobiku. Alhamdulilah...

Ini itu...apa efek menahan ketertarikan pada 48 family ya? Sabtu kemarin Kak Malik bilang kalo sebaiknya aku menyalurkan energi yang terpakai buat JKT48 ke hal lain yang lebih bermanfaat. Beliau juga bilang ketertarikanku ke anime dan manga masih lebih bagus buatku daripada itu. Emang sih, aku sendiri ngerasa sejak suka JKT48 aku jadi "cukup" berubah. Yang awalnya cuma suka tokoh fiksi, jadi suka juga tokoh nyata. Apalagi aku sukanya AKB48 dan keluarga. Banyak memori yang terpakai untuk itu. Waktu yang kupakai buat browsing-browsing soal mereka harusnya bisa buat aktivitas lain. Aku pingin mengurangi.

Aku udah cukup banyak tahu tentang 48 family.

Tapi ternyata memang sulit untuk benar-benar menghilangkan. Aku coba mulai aja dari unfollow fanbase-fanbase nggak penting di twitter. Acchan, Tomochin, Masuda Yuka, Okaro, aku juga unfollow mereka. Tapi rasanya masih belum mau unfollow fanbase penting kayak akb48journal atau melosnomichi. Masih pingin tahu yang penting-penting (single baru, member yg graduate, dsb). Akun officialJKT48 dan member-membernya juga belum mau ku-unfollow.

Sebenarnya ada satu hal yang paling membuatku mikir-mikir lagi untuk ninggalin JKT48. My oshimen, Kak Diasta. Kalau oshimenku lebih populer kayak Melody, Cindy, atau Ayana, aku nggak bakal mikir begini. Di antara 24 member, Kak Diasta yang fansnya paling sedikit. Aku masih mau, masih pingin dukung Kak Diasta. Karena itu juga aku masih berangan-angan bisa nonton theater.

Ya sudahlah. Itu masih progress.

Alih topik yuk.(._.)

Kembali soal organisasi. Di Keputrian, jabatan aku Divisi Infokom (yang ini kayak aku sendiri pas SMP hahaa), tugas utamanya ngurusin social media Keputrian. Temen-temen di sana juga masih sama, semua ceria dan serius. Nggak bikin bosenlah. Paling kita mesti saling menghargai banget nih, karena dari 15 anggota Keputrian 2014, selain BPH inti Keputrian (ketua, wakil, sekretaris, bendahara), di antara kami ada yang ketua ekskul Paskibra, ketua ekskul Alistra (gambar), ketua MPK, sekretaris OSIS, dll. Jadi semua punya kesibukan masing-masing. Ini tantangan terbesar kami.

Kalau di Alistra, aku jadi wakil II. Aslinya wakil I, tapi karena aku MPK jadinya wakil yang awalnya cuma 1 ditambah jadi 2. Alistra juga lagi banyak ikut lomba nih, doain aja ya semoga dari beberapa yang kami ikuti kami berhasil dapet juara. :)


Hmm, setelah baca semua yang di atas, pasti pada mikir, "kamu apaan dah, Fil? Maruk banget kegiatan! Nggak capek apa?"
Hoo, jangan salah. Saya masih punya waktu nganggur. Masih sempet main-main kok. Masih bisa nonton, baca komik, atau blogging kayak gini hehee :D

Saya sendiri sadar kok kalo ternyata saya ini "Organization Freak" (-_-)

Yoweslah, memang capek nyaris tiap hari ada kegiatan. Tapi insya Allah hal ini juga berguna buat masa depanku nanti. Tetap semangat ya semuaa! \(^w^)/



Fildzah Nur Fadhilah
Pray | Study | Organize | Draw

Sabtu, 13 Oktober 2012

Tugas Poster Bahasa Inggris

"Make a poster with theme cleaness!" Mr. Hadi said to my class that day.
Dalam hati langsung seneng. Yeyy!!! Aku emang suka bikin gini-ginian. Apalagi aku emang pingin kuliah di jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual a.k.a. Desain Grafis).

Tapi ternyata aku lamaaaa banget bikinnya. Berhari-hari. Walaupun mulai ngerjain jauh sebelum deadline, akhirnya begadang juga pas H-1. Hasilnya? Yah... Aku sih antara puas dan gak puas. Hasilnya kayak gini :


Yahh well... silakan komentar, beri saya masukan, kritik, saran, suka-suka Anda...

Yang aku puas adalah hasil print-nya bagus. Warnanya nggak jelek. Yang aku kurang puas adalah backgroundnya yang menurutku terlalu simpel, juga warna kulitnya yang terlalu pucat. Overall, termasuk bagus juga sih, Alhamdulillah. Dibanding temen-temenku yang lain, ini paling kelihatan bikin sendiri. Tapi punya temen-temenku juga bagus kok, ada juga yang kalimatnya lebih bagus daripada aku. Untuk poster aku dapet nilai 95, sedangkan untuk presentasinya 90. Yah Alhamdulillah deh...

Ada satu hal juga yang saya gak suka dari tugas ini : temen-temen yang copy-paste poster jadi dari internet. Itu gak ngehargain karya orang banget. Pembajakan. Jangan ada juga yang ngambil poster saya ini kalau mendapat tugas sejenis saya tadi. Walaupun jelek atau bagus, yang penting karya sendiri 'kan?

Sudah deh, sekiaaan~ thanks for your visit :)

Jumat, 28 September 2012

That Thing Called "Nyontek" (/*o*)/

Lagi benci banget sama yang satu itu. Apaan dah itu? Nulisnya aja kesel banget (-3-)"

Kekesalan ini dipicu oleh KBM tadi siang. Guru Prancisku tadi gak datang, dan beliau meninggalkan lembar kerja yang sebenarnya sulit kami kerjakan. Alhasil, aku ngisinya rada asal, nebak-nebak sambil liat-liat kamus juga.

Ternyata LK-ku yang terisi menarik perhatian.

"Eh, gue liat punya lo dong," kata si ketua kelas.

Diulangin lagi, itu yang ngomong ketua kelas.

Aku sebenarnya udah nunjukin pemberontakan, dari jawabanku kututup-tutupin, kertasku aku ambil, aku udah bilang langsung nggak boleh, dsb. Tetep aja begitu. Udah gitu, gak lama kemudian ada yang nanya ke aku, "Fil, ini bener gak sih? Tadi aku nyontek ke *** (ketua kelas), terus ada yang aku coba jawab sendiri, sisanya aku gak tahu."

Aish, tambah panas ini.

Sebenarnya "dicontek" atau "nggak mencegah teman menyontek" tuh dosa nggak sih? Aku bisa sampe nangis mikirin itu aja. Cuma karena merenungkan sikap teman-temanku.

Seandainya aku lebih nggak peduli lagi apa kata orang. Seandainya aku lebih tegas ke teman-temanku. Seandainya aku kuat melawan arus itu...

Ini yang paling bikin aku nggak betah di sekolah. Apa-apaan sih lingkungan "nilai-oriented" gini? Bener-bener serba duniawi deh di sini. Atau akunya aja yang lebay? Makanya aku lebih milih nggak cerita-cerita masalahku ke temen-temen di sana karena aku tahu nggak ada yang bakal ngerti. Palingan aku cuma bakal dianggap aneh.

Setelah masuk SMA, aku baru sadar betapa kecilnya suaraku. Aku iri sama temen-temen yang "kelebihan" suara tapi nggak dimanfaatin baik-baik. Temen-temenku sebenarnya pinter-pinter, cuma kepercayaan dirinya itu yang rendah banget. Yakin sama jawaban sendiri aja gak bisa. Bisanya liat doang!

"Emang kenapa sih? Gak suka? Keluar aja lo!" setengah bercanda, temenku bilang itu ke aku.

"Oke! Aku keluar!" kalo ane gak punya kesabaran pasti ane bilang kayak gitu. Kalo aku lebih lemah dari yang sekarang, aku pasti udah pindah dari lingkungan itu.

Alhamdulillah aku masih kuat. Pingin rasanya cepet-cepet keluar dari sini. Walaupun sebenarnya pas kuliah nanti bisa aja ketemu yang begini lagi, aku jalani aja. Aku tahu Allah mengatakan bahwa "sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan", bahkan dalam At Taubah ayat 40 ada potongan ayat yang artinya "jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita".

Nyontek udah bener-bener melekat di kalangan pelajar Indonesia. Aku nggak tahu masih bisa apa nggak mengubah kenyataan itu, tapi aku pingin banget nyontek itu lenyap. Aku kangen banget suasana waktu SMP dulu, di mana kami mengerjakan LK sambil diskusi, bukan sekedar lihat punya teman. Saat kami mengadakan ujian, ulangan, atau Try Out tanpa kecurigaan pengawas yang mengira kami bakal nyontek. Nggak ada yang ngasih bocoran ulangan. Aku rindu banget sama suasana kayak gitu. Bener-bener rindu.

Allah bersama kita, Fil.

Allah bersama kita.

Walaupun kini pelajar Indonesia kekurangan panutan, salah didik, atau semacamnya... Allah pasti punya jalan. Karena itu, bertahanlah. Tinggal kurang dari 2 tahun lagi.

Rabu, 18 April 2012

FAR's Album - Cahaya Dunia ver 1.5

Assalamu alaikum...

Kali ini saya mau promosi nih... hehe...
Aku bikin trio vokal bareng 2 orang temen sekelasku. Nama grup kami FAR, singkatan dari Fildzah Amalia Raisa. Saat ini kami punya 9 lirik lagu, dan 3 di antaranya sudah hampir benar-benar matang. Nih, ada lirik-liriknya. Diliat ya...

(Mohon untuk tidak membuat lagu dengan lirik saya ini, apalagi tanpa seizin saya)

Cahaya Dunia
14 September 2009

Saat aku membuka mata memulai melangkah
Mempelajari dunia mengenal suka duka
Dunia ini beragam penuh kisah dan warna
Tak ingin kulupakan

Pedih hati ini melihat air mata
Hangat rasa ini melihat senyuman
Lega jiwa ini melihat mentari
Berganti hujan kenangan
Hiasan langit tujuh warna
Rembulan pencerah suasana

Reff:
Oh Tuhanku kadang aku hilang
Demi tujuan apa aku lahir ke dunia ini
Saat sadarku kembali aku sadar alasannya

*Dunia ini ujianku
Jalanku kenal perbedaan
Kesempatan tuk mendewasa
Waktu untuk meraih surga
Untuk itulah aku diberi cahaya dunia

Jangan sampai aku hilang lagi
Aku tahu kubisa aku sadar alasannya…

Back to *

Cahaya dunia….

Back to Reff & *


Just Believe and Shine
23 Mei 2010

Kita satu atap di sini
Belajar k’tawa jungkir balik oh semuanya
Kita akan slalu bersama
Seperti apapun suasana hati

Oh.. kita teman satu dunia
Lewati jalan yang sama
Jalan lurus masa depan cerah
Menunggu kita di ujung sana

Reff:
Whenever the rain come to us
We will never let our self down
Oh because there is no reason for it
Just believe and shine


Apapun kegundahan yang datang
Tak jadi masalah tuk kita semua
Percayalah pada yang lainnya
Jalani hidup ini bersama-sama

Oh.. kita teman satu dunia
Cinta ini bangkitkan kita
Semangat ini tak jua dilupa
Bersama-sama kita melangkah

Back to Reff

We are your friends
We always here with you…


Back to Reff

Until the end
Will always be with you…



Senyumanmu
2 Oktober 2009

Diri ini bahagia tak menentu
Aku pun tak tahu mengapa
Sesuatu dengan ekspresi yang baik
Dimana hal itu tersungging di bibirmu

Aku hanya melihatnya
Dan tanpa sadar ku pun lakukannya
Saat itulah kita berbagi rasa
Bersama kita tularkan bahagia

Reff:
Kuputuskan tuk kembali hadapi hidup ini
Dengan semangat dan keteguhan
Karena bagiku tawamu senyumanmu
Dukungan tanpa kata-kata

Kita tersenyum bersama-sama
Kau dukung aku maka aku pun dukung kau
Aku tak ingin lagi kehilangan senyum ini
Senyum tanda hamba yang bersyukur atas segalanya

Kuputuskan tuk kembali hadapi hidup ini
Dengan semangat dan keteguhan
Karena bagiku tawamu senyumanmu…

Back to Reff

Kuberikan senyuman tanda gairahku
S’bagai terima kasihku


Trust Me
23 Mei 2010

Hati pikiran kita berandai-andai
Merenungi masa depan yang entah bagaimana
Akan berlabuh dimanakah kita?
Langit biru itu seolah bertanya

Bisakah kita hadapi segalanya?
Sejenak diri kita berdiam
Mantapkan hati dan menjawab
“Percayalah, maka aku bisa”

Reff:
Just trust me just believe in me
Kebersamaan ini beriku semangat
Bersama melangkah saling percaya
Kutunggu kisahmu di kala datang

Jikalah kita terpisah tersebar
Tak kita biarkan duka menghalangi
Walau sulit melangkah kita tetap mencoba
Sebab rasa percaya itu masih ada

Semangatlah dan percayalah
Yakin dan ingatlah apa yang benar
Itulah janji ikatan kita


Cahaya Hati
9 April 2010

Pernahkah kau merasa tak berguna
Ingin lenyap dari dunia nan jaya
Merasa lemah tak berdaya
Terus bergantung dan menyesal

Reff:
Ingatlah, tak ada orang yang lemah
Setiap yang lahir pasti ada artinya
Luka-lukamu pasti akan menjadi
Cahaya di hati
Yang tak berhenti
Yang ‘kan selalu bersinar

Ada cahaya yang takkan pernah padam
Yang ‘kan terangi hatimu yang gelap
Memberimu semangat untuk hidup
Dan menjadi sosok yang kuat

Ketahuilah, kenangan juga cintamu
Berkumpul jadi satu di hatimu
Itulah hal-hal yang telah membuat
Cahaya di hati
Yang menghangatkan
Yang membuatmu berjuang

Berdirilah jangan duduk diam saja
Majulah jangan diam tak bertindak
Membaurlah jangan hanya sendirian
Cahayamu akan sekuat mentari

Back to Reff

Cahaya di hati
Yang tak berhenti
Yang ‘kan selalu bersinar


Pertemuan
23 April 2010

Reff:
Kini kita jalani dunia bersama
Tak pernah aku berangan bertemu denganmu
Tak pernah kuminta Tuhan mempertemukan kita
Tapi aku bersyukur atas pertemuan ini

Kurasakan setelah kita bertemu
Duniaku berubah duniaku meluas
Muncul warna baru dalam hidupku
Yang kadang buatku ingin berdiri lagi

Tuhan, aku tahu nantipun akan berpisah
Izinkan kami saling beri kehangatan
Aku ingin menjalani suka duka bersama
Sampai saat itu tiba

(2 Lirik lagu di bawah ini diambil berdasarkan novel fiksi karya saya sendiri)

Changing

24 Mei 2010

Reff:
Perasaaan ini mendorongku untuk bersamamu
Dunia terasa sempit bila kau menghilang
Kuraih tanganmu, aku ingin kau tahu
Yang kurasakan ini mungkin cinta

Aku ingin berubah seutuhnya
Aku ingin bebas kupu-kupu terbang

Kenyataannya rasa ini pun ikut berubah
Bahagia diriku bila bersama
Aku memohon dan menatap sang bulan
Kembalikan milikku, kenangan dan kebebasan

Senyuman dan air mataku kembali
Kau berikan kehangatan yang mengalir

Cahaya seolah tak hanya masuk ke mataku
Tubuh dan hatiku pun terang menghangat
Kaulah orang yang menghilang dariku
Nostalgia diriku namun tak bisa ingat

Cinta, tetaplah bersamaku
Aku tak ingin kau hilang lagi
Aku tak ingin ada yang lenyap lagi
Sampai akhir…

Perasaanku berubah…


Sehari Bersama
18 Juni 2010

Begitu terbit sang mentari
Kita gembira menari dan menyanyi
Bersenandung sepenuh hati
Bahagia bisa bertemu lagi

Saat sang mentari s'makin meninggi
Senyum di wajah ini makin berseri
Kita berlarian tanpa henti
Bersama kupu-kupu yang manis

Reff :
Kita selalu berharap bisa bertemu kembali
Dalam satu waktu satu melodi
Bunga dan kupu-kupu bahkan air mengalir
Semua jadi saksi kenangan manis ini

"Aku ingin selalu bersamamu"
Itulah hal yang kita serukan pada dunia
Yang kubisikkan padamu selalu
So then you my precious won't disappear

Back to Reff

Setelah berpisah, kita akan bertemu lagi
Bersama bersenandung penuh arti
Perasaan kita...
Akan selalu ada...

Tetrapia
 14 Januari 2011
Pada suatu masa indah
Di mana kucari jati diriku
Kudatangi satu dunia kecilku
Dunia kecil yang telah kami namai

Tetrapia... punya sejuta kenangan
Kedewasaan yang kudapat di sana tak akan sia-sia

Kini kami akan melangkah
Laksana burung terbang meninggi
Menuju cahaya abadi
Coba 'tuk membuat sosok ini berarti

Perjalananku yang singkat ini
Telah bimbing ku jadi lebih baik
Sederhana namun memiliki arti
Makna di sana hanya di sana

Tetrapia... makna hidup ku diajarnya
Semangatnya membuat diri ini 'tuk terus berjuang
Tetrapia... keislaman, ilmu dan cinta
Segalanya yang kudapat di sana pengalaman berharga

Terima kasih dari Tetrapia
Atas dukungan selama ini
Ayah bunda guruku kawanku
Terima kasih telah buat aku berarti...
 
Terima kasih dari Tetrapia (hoo woo)
Atas dukungan selama ini (selama ini)
Ayah bunda guruku kawanku (kusyukuri engkau)
Terima kasih telah buat aku berarti...
Akan aku buat sosok ini berarti...

Senin, 19 Maret 2012

Kio, My Dear Diary

Heyy... Ini pertama kalinya aku cerita-cerita tentang Kio di muka umum begini. Jadi sebenarnya siapa Kio? Singkat kata, Kio itu diary-ku. hehee

Waktu itu aku lagi nulis diary malam-malam seperti biasa. 15 Oktober 2009. Di akhir tulisanku, terpikir olehku memberi diary-ku nama. Soalnya aku merasa aneh kalo mulai nulis dengan kata "Dear diary" atau manggil dia "diary" atau "ry". Gimanaa gituu. Akhirnya kuputuskan dengan cepat bahwa nama diariku adalah "Kioku". Dalam Bahasa Jepang itu artinya "kenangan". Sederhana sih, tapi ya sudahlah.

Ujung-ujungnya, aku jadi lebih sering manggil dia "Kio" daripada "Kioku". Oke juga kupikir. Yah, itulah sejarahnya nama Kio.


Sebenarnya aku orang yang gak rutin nulis diary. Aku cenderung nulis cuma saat aku lagi senang atau lagi sedih. Bisa jadi dalam 2 bulan aku cuma sekali nulis, dan bisa jadi juga dalam seminggu aku nulis sampe 3 kali. Pokoknya suka-suka deh.

Aku mulai punya kebiasaan begitu sebenarnya dari SD, tapi baru rajin waktu kelas 7, bulan Februari tahun 2009. Februari Tahun 2011, untuk pertama kalinya aku menghabiskan buku harianku. Aku lalu memutuskan untuk melanjutkan Kio ke buku yang lebih besar seperti notes, bukan buku kecil imut seperti biasanya. Dan sampai sekarang aku masih belum menghabiskan buku yang tadinya baru itu. Sejak SMA jadi jarang nulis sih...

Yah, jadi, itulah Kio. Sejak februari 2009 itulah Kio mulai menjadi temanku. Dialah salah satu saksi suka-dukaku, terutama suasana hatiku. Pada dia aku selalu tulis perasaanku. Terutama perasaan cinta dan hal-hal lainnya yang nggak pernah kuungkapkan pada yang lain. Apa yang Kio tahu, hanya aku, dia dan Allah yang tahu.

Kio memang hanya berupa buku, tapi aku senang dia ada. Karena itu, sekarang aku akan menambah tempat Kio berada. Kupikir blog ini secara nggak langsung juga catatan harianku, jadi blog ini juga adalah Kio. Walaupun pastinya, hal yang kutulis pada Kio si Buku sifatnya lebih private daripada yang kutulis di Kio si blog. hehee

Oke, mulai hari ini, blog ini juga bernama Kio! Walaupun alamatnya tetep sih.. :D
Thanks for read my Kio... :)

Minggu, 18 Desember 2011

First Semester Almost End...

Ih wow.

Semester ini aku kacau banget. Raporku semester ini, yang akan dibagikan minggu depan, pasti bakal jadi yang paling jelek sepanjang hidupku. Kacau kacau kacau...

Salahku sendiri sih, aku sadar kok. Aku pemalas banget, dan mungkin juga manja. Mental ciut juga. Aku dituntut keluarga untuk masuk ke jurusan IPA, dan sekolahku mensyaratkan nilai IPA dan Matematika minimal 8.5. Tapi selama belajar di semester pertama ini, nilai IPA-ku jelek terus. Pernah sih bagus, tapi itu juga karena materinya gampang, atau udah pernah dipelajari di SMP. Sebaliknya, nilai IPS-ku malah agak mendingan dikit. Kurasa sebenarnya yang paling aku kuasai itu bidang bahasa, agama sama TIK. Mau Bahasa Prancis, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan di English Public Speaking, Alhamdulillah nilaiku nggak jelek. Di agama juga lancar, walaupun gampang-gampang-susah. Nggak sia-sia emang sekolah agama 12 tahun. Kalo di TIK, aku agak kewalahan sih, tapi Alhamdulillah masih bisa.

Aku paling nggak bisa dikasih tugas rumah. Pasti ujung-ujungnya telat atau malah nggak ngumpulin. Apalagi keadaan meja belajarku gawat, mesti bener-bener dibersihin dulu. Tapi Alhamdulillah, kalo tugas kelompok aku pasti ngumpulin.

Aku juga ternyata mesti mengakui, aku tertekan banget sama lingkungan sekolah baru. Untuk pertama kalinya aku punya guru yang sudah cukup berumur. Tentu semangat dan perhatian mereka berbeda dari guru muda, walaupun beberapa juga masih berjiwa muda sih. Nggak tahu kenapa, aku cenderung suka sama guru yang kisaran usianya 20-45-an. Yang umur anak pertamanya masih SMP atau SD. Bener deh, nggak tahu kenapa.

Soal kakak kelas dan temen-temen seangkatan juga gitu. Sekolahku sebelumnya kecil, jadi kekeluargaannya kental dan ikatannya kuat. Guru-guru selalu memberikan contoh yang baik, patut jadi panutan kami. Tujuh Prinsip (jujur, tanggung jawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, peduli) juga senantiasa dicamkan dalam hati kami. Kalo di sekolah baru, beberapa kakak kelasnya kadang sok senior, murid-muridnya cuek dan kurang peduli, jarak hati antar murid dan guru terlalu jauh, kalo belajar pada biasa nyontek, kata-katanya kasar, kurang sopan, guru-guru kurang bisa jadi panutan, pokoknya sama sekali bukan sebuah lingkungan yang baik untuk remaja.

Dalam tangis harus kuakui
Inilah generasi di mana aku terlahir, dan inilah keadaan sesungguhnya dari pendidikan di negeri ini.
Aku menyadari bahwa dunia kecil yang baru kutinggalkan begitu kecil, dan indah.
Aku masuk dengan keyakinan bahwa masa depanku terang-benderang, tapi kemudian aku merasa kilauannya meredup.


Kecil Nyontek, Gede Korupsi.
Dunia memang sudah pantas kiamat.

Kadang aku terpikir untuk menjadi lebih zuhud, bahkan pernah berniat menjadi seorang hikikomori (orang yang mengurung diri dalam kamar, bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun). Aku sadar, apapun hidup ini, susah atau mudah, bahagia atau menyedihkan, ujungnya pasti satu : MATI.

Sepertinya hidup hanya untuk ibadah lalu mati, terdengar begitu mudah. Sederhana.

Tapi aku juga sadar, kita hidup dan mengalami ini semua, semata-mata agar kita belajar. Meskipun kadang aku terpikir "mungkin lebih baik mati sekarang", saat itu juga terpikir bahwa "aku sama sekali belum sanggup menghadapi kematian."

Inilah hidup, kenyataan yang sebenarnya.
Setelah beberapa kali menyendiri dan menangis, aku harus membangkitkan kembali kejayaanku di masa lalu dan menggali kembali semangatku.

Inspiring Student. Dua kali berturut-turut lagi.

Arti sebenarnya dari penghargaan itu harus kuwujudkan sekarang. Aku dilepas dengan cinta, bahkan setelah dilepas pun aku masih merasakan kasih sayang dari orang-orang di sekitarku. Sungguh kehangatan yang takkan aku lupakan.

Pokoknya, semester dua nanti aku harus bangkit. Bahkan bukan sekedar bangkit, tapi aku harus terbang. Aku baru terjatuh dari puncak dunia, jadi sekarang aku harus mendaki lagi.
Walau masih agak sulit, aku sudah bisa berbaur dengan lingkungan baru itu. Aku hanya perlu menampilkan kepercayaan diriku yang sempat menghilang. Biar saja banyak orang yang salah paham padaku. Yang penting di dalamnya baik. Aku juga mulai membiasakan prasangka baik, karena ternyata itu cukup menenangkan.

BTW sebenarnya aku masih galau dan bimbang dalam memilih jurusan nih. Sebagai cucu pertama dalam keluarga ayahku, sepertinya sang eyang ingin aku kuliah di jurusan yang keren, misalnya kedokteran gitu. Pokoknya yang tipe-nya "kalo gak belajar khusus ya pasti nggak bisa kerja kayak gitu". Sedangkan aku pribadi sebenarnya ngincer Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB, atau Sastra Jepang gitu, walaupun masih belum nentuin kalo yang itu bakal di universitas mana.

Yahh, Fighting deh, Fildzah-chan. Ganbatte~
Nilai mesti oke kalo mau dibolehin punya adik mentor ;)

Minggu, 11 September 2011

Yo SMAN 47 Jakarta... :)

Setelah lulus dengan NEM cukup tinggi, aku dan orang tuaku mulai disibukkan dengan Penerimaan Siswa Baru (PSB) SMA Negeri. Karena kurang berminat dengan kelas bilingual, aku memutuskan untuk masuk sekolah reguler aja.

Awalnya sih, aku minat banget sama MAN Insan Cendekia Serpong. Tapi aku gugur di tes tertulisnya. Setelah itu aku mulai ngumpulin minat di SMAN 90. Selain deket rumah, kudengar prestasinya cukup bagus. Kukira pilihanku sudah fix di situ. Ternyata, saat 3 pilihan sekolah sudah harus ditentukan, pilihanku malah ditambah dengan SMAN 47 dan SMAN 6.

Aku diskusi bertiga dengan orang tuaku tentang urutan prioritas sekolah. Kami melepas pertimbangan jarak dari rumah ke sekolah-sekolah itu. Akhirnya kami putuskan untuk mengurutkan berdasarkan ranking sekolah tersebut seprovinsi tahun lalu.

Sebagai peringkat 8, SMAN 47 jadi pilihan pertamaku. Dilanjutkan dengan SMAN 6 yang menempati peringkat 10. Terakhir (yang awalnya pilihan pertama), si peringkat 18, SMAN 90.

Karena aku calon peserta didik asal luar DKI, proses pendaftaranku jadi agak lebih panjang dari yang lain. Mesti 2 kali daftar dan 2 kali verifikasi. Bahkan karena pendaftaran ini, aku dan ayahku harus mengorbankan 1 hari liburan ke Pulau Dewata. Ibu dan adik-adikku di sana 4 hari, sedangkan aku dan ayahku 3 hari. Selama di sana pun kami terus memantau perubahan ranking-ku. Sampai kami pulang ke rumah pun kami pantau juga. Hingga akhirnya, berkat NEM 37.90 itu, aku nyantol di SMAN 47 peringkat 43 dari 316 siswa diterima.

Jadi, di sanalah aku sekarang.Walaupun dengan perasaan meledak-ledak di hati, aku akhirnya melewati MOS yang tidak masuk akal. Berdasarkan hasil tes matrikulasi, aku ditempatkan di kelas X-4 bersama 39 anak lain. Aku jadi sekretaris kelas di sana. Setelah diadakan acara GOE (Gebyar OSIS dan Ekskul), aku juga memutuskan untuk bergabung dengan ekskul Rohis dan Alistra (Aliansi Ilustrator), juga organisasi MPK. Yahh... begitulah aku sekarang. Aku sedang berusaha mencintai sekaligus menaklukkan 47. Do'akan aku biar sukses ya temaann...