Tampilkan postingan dengan label Unpad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unpad. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 September 2021

Catatan Akhir Kuliah

 Alhamdulillah 'alaa kulli hal...

Berakhir juga masa kuliahku yang panjang ini. Tujuh tahun, men. Sekolah dasar aja kalah panjang.

Adik bungsuku yang dulu masih TK, sekarang sudah di penghujung SD. Dosenku yang dulu muda, sekarang sudah bapak-bapak banget penampilannya, sudah terganti oleh dosen-dosen muda yang baru. Teman-teman seangkatan ada yang sudah S2, ada yang sudah menikah bahkan punya anak, ada yang asyik bekerja... beragam banget pokoknya.

Lalu ada aku yang masih ada di sini.

Waktu aku bimbingan, audiensi, sidang, yudisium... para dosen pun bertanya-tanya, "Fildzah? Baru tuntas sekarang? Kok bisa? Padahal dulu di kelas 'kan rajin??"

Teman-teman juga mungkin heran, tapi nggak mengungkapkan aja. Ya gimana, aku juga tidak menyangka. Hehehe. Wong semua kelihatan lancar-lancar aja, terlihat bisa lulus di semester 9. Ternyata berlanjut terus ke semester 10, 11, 12, 13, 14...

"Ini... kapan berakhirnya?"

Berasa gelap. Jalan di depan nggak kelihatan sama sekali. Aku jadi banyak diliputi rasa takut: takut melangkah, takut terdiam, takut ditinggalkan. 

Aku takut 'berusaha keras'.

Iya, itu yang terjadi. Melihat skripsiku sendiri, aku tahu ia akan menuntutku melakukan banyak hal. Ia akan membuatku 'menyiksa' diriku sendiri. Alhasil aku jadi menghindarinya. Begitu juga dengan utang job training yang ternyata merupakan penghambat utamaku, lebih dari skripsi. Aku matikan naluri untuk memenuhi tuntutan kuliahku. Aku matikan dia, supaya aku tidak hancur memikirkan dia dan tuntutan yang lain.

Sejak kapan ya tuntutan itu jadi terasa berat? Kuliah, organisasi, hobi, ibadah... Dulu semua mudah dijalani, mengalir saja bagai mengikuti arus. Tiba-tiba arus itu berhenti dan aku dituntut berenang sendiri, kebingungan harus pergi ke mana.

Ternyata, tuntutan itu mulai berat karena aku menopangnya sendirian.

Aku lupa, kalau aku boleh minta bantuan orang lain.

Aku lupa, kalau Allah juga bersedia membantuku ketika aku jujur meminta.

Pada akhirnya, terlambatnya kelulusanku ini adalah skenario Allah untuk meruntuhkan egoku. Aku diingatkan bahwa aku bukan siapa-siapa tanpa hal-hal yang Dia ciptakan untuk membantuku.

"I need help, but I don't know what help I need."

Setelah aku mengatakan itu ke orang tua, semestaku baru mulai bergerak. Mulai ada arus yang bisa aku ikuti lagi.

Aku belajar jadi orang yang menerima bantuan, menjadi si 'tangan di bawah'. Aku belajar bercerita ke orang lain kalau aku punya masalah. I cracked my shells open. I crushed one layer of my thick wall. Aku membiarkan diriku terlihat 'jelek' di mata orang lain. It was sooo hard to do that, tapi itulah yang perlu terjadi.

Naluriku untuk memenuhi tuntutan kuliah mulai bangkit kembali. Gut feeling, ghiroh, dia bangkit lagi. "Aku harus melakukan ini!!" rasanya senaaang sekali waktu aku mulai merasakan itu lagi, merasakan menerima tekanan untuk mencapai sesuatu. Melawan rasa takut, menahan lapar, sakit, dan kantuk demi mencapai sesuatu. 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَىْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوٰلِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِ  ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِينَ

"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,"

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

Ternyata bisa berjuang itu nikmat Allah yang sangat besar. Semangat juang itu ternyata punya Allah, bukan punya manusia. Allah punya kuasa penuh untuk memberi atau mengambil semangat juang itu.

Aren't these 7 years a very beautiful lesson?

Mungkin ini aneh, tapi aku senaaaang sekali dikasih Allah kesempatan kuliah 7 tahun.

Aku bisa kenal banyak orang, bisa dapat berbagai pengalaman, bisa mengeksplorasi sisi diriku yang aku nggak tahu sebelumnya, bisa merasakan berbagai hal...

Karena 7 tahun juga, aku bisa dengan mantap melangkah maju tanpa menoleh lagi ke belakang. Teman-temanku sudah melangkah pergi, tempat penuh kenangan juga perlahan akan berubah. Biarlah mereka, tempat itu, momen itu, hidup hanya di pikiranku. I will cherish them well.

Kema Unpad, Fakultas Ilmu Komunikasi, Prodi Manajemen Komunikasi, Syaamil Unpad, Biro Kerohanian Islam, Aikido Unpad, Kelompok Grafis Fikom, Kiryokukai Bandung, Ngasta Kaaria, Akeno MS, Pakoban, AKSI, Stage Quality, Sobatmu.com... 

Keluargaku yang sudah bersabar menunggu...

Terima kasih banyak.

I lived my college life to the fullest, right?

Sabtu, 17 September 2016

2016 - I'm Finally 20!


Berapa tahun saya nggak muncul di blog ini? Hahahaha.

Awalnya sih mikir, "Ah ya udahlah. Emang udah sibuk gak bisa nulis diary atau blog lagi kayak dulu." Tapi kemudian sedih karena rasanya nggak ada dokumentasi perasaan hidup...

Jadi ayolah nulis lagi wkwkwk.

Gaya nulis saya kok jadi berubah gini ya -_-

Anyway, this is me, now. Cewek baperan ini sekarang udah mulai tua. Mulai gede. Mulai semester 5. Masih baperan sih. Feeldzah.

And finally I turned 20 years old.... x)

Ternyata rasanya berat cuy. Makin banyak tanggung jawab yang didapet. Indah, tapi nggak seindah itu.

So how do I do now?

Seperti yang udah saya bilang sebelumnya, saya sekarang semester 5. Udah masuk tahun ketiga kuliah di Manajemen Komunikasi Fikom Unpad. Mahasiswa kura-kura, karena officially terdaftar di tiga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Bener juga ya, jurusan saya masih agak jarang. Jadi lain waktu mungkin akan saya bahas tentang Mankom untuk adik-adik SMA. ;)

And thus,

I've been named the next president of Aikido Unpad. Berkat bantuan dari senpai-senpai dan kouhai-kouhai yang baik. Sekarang kami semua lagi mengurus anggota-anggota baru. Mungkin lain waktu saya bakal bikin post khusus untuk bahas Aikido Unpad. They have became so special to me.

While in Kelompok Grafis Fikom (KGF), saya dipilih jadi ketua panitia sebuah event. Rencananya bakal bikin seminar sama komikus-komikus lokal. To be announced deh.
Oiya, liburan semester kemarin, saya mulai ikutan Webtoon Challenge. Judul karya saya The King's Daughter, bisa dibaca di sini.

Kapan-kapan pingin bikin post juga tentang draft komik-komik saya deh :3

And last, my Rohis adventure. Banyak hal yang dialami di Biro Kerohanian Islam Fikom Unpad. Awalnya pahit-pahit, lama-lama jadi manis-manis-manis. Kapan-kapan cerita juga deh.

Oke, mungkin itu aja gambaran singkat beberapa tahun ini //lah dan post planning juga ya. Semoga tetep bisa menghidupkan blog ini.

Wassalam.

Yang lagi begadang,
Fildzah Nur F.

Rabu, 28 Januari 2015

My Personal Reminder : Menjadi Maba

Aku bikin note ini di HP waktu baru masuk kuliah Agustus lalu. Tujuannya ya biar aku nggak lupa diri, nggak lupa tujuan, dan nggak hilang motivasi. Ternyata lumayan manjur lho ^^

Kalo lagi nggak semangat atau jenuh, aku baca-baca note ini. Kalau ada motivasi atau alasan berjuang yang baru pun, aku tambah note-nya. Barangkali berkat note ini juga IPK semester pertamaku bisa maksimal :)

Untuk semester depan sepertinya aku bakal bikin note baru lagi, jadi note yang sebelumnya kusimpan di sini ya. Silakan dibaca~

-- Just in Case You Lose Your Self --

Aku gak guna apa-apa di rumah. Makanya aku mesti keluar dari sana dan belajar hidup sendiri. Makanya juga aku gak pantas homesick.

Dengan jadi mahasiswa, aku akhirnya bakal tau gmn kerjaan seorang dosen itu. Itu pekerjaan ummi-abi. Pahamilah & hargai usaha mereka berjuang mencari nafkah demi keluarga.

Belajar itu enak kok, ibaratnya kita ada di sebuah tempat yang penuh dengan lampu mati. Dengan belajar, makin banyak lampu yang bakal menyala. Bahkan cahaya dari satu lampu saja bisa menuntun kita untuk menyalakan lampu-lampu yang lain. Rasanya asyik bisa tahu banyak hal, karena itu nikmatilah. Ilmu apapun nggak ada yang sia-sia. Belajarlah dengan rasa senang dan penuh rasa ingin tahu.

Berbeda pendapat sama orang lain itu wajar, tetap hormati pendapat mereka dan jangan diejek-ejek, kita ini negara demokrasi. Sangat wajar kalau ada perbedaan di negeri ini.

Hal yang penting itu bukan menjadi sempurna. Kamu cuma perlu menjadi lebih baik dari orang lain, karena itu berusahalah di atas rata-rata orang lain.

Kalau kamu gagal, kamu boleh kecewa, tapi jadikan juga kekecewaan itu sebagai motivasi untuk berusaha lebih baik lagi. Gagal itu emang gak enak, tapi lebih nggak enak lagi gagal sebelum berusaha kan?
Lagian kata Dahlan Iskan, "Habiskan Jatah Gagalmu di waktu muda." Wajar kok kalo ada byk kegagalan yg kita alami.
Kalo kata @anak_unpad, saat gagal, bukan kita yang paling payah, dan saat sukses, bukan kita yang paling hebat.

Untuk ke depannya, jangan terlalu mengandalkan diri sendiri. Berbagi itu adalah pengorbanan untuk menghindari rasa sepi. Kalo gak bisa sesuatu, jangan gengsi dan bilang bisa ngerjain semua sendiri. Kita manusia gak ada yang sempurna & diciptakan untuk saling menolong, saling melengkapi.

Capek ya? Capek sih. Tapi kalau dengan hati senang & ikhlas, jadi gak terlalu capek kan? We just simply do our best joyfully.

Begitu ada di atas, jangan sekalipun ngeremehin org lain. Aku yakin kamu tahu sendiri apa akibatnya. Ucap syukur atas apa yang didapat. Jangan susah puas & terobsesi sempurna, sampai-sampai tiap kekurangan kamu keluhkan. Siapa tahu yg kamu keluhkan itu adalah hal yang sangat diharapkan oleh orang lain. "Jika engkau merasa besar, periksa hatimu, mgkn ia sedang bengkak."

Jangan ngeluh karena jurusan gak sesuai minat atau karena temen-temen kenapa-kenapa. Jangan ngeluh juga soal univ kenapa-kenapa, pokoknya bersyukur aja. Ingatlah bahwa ada ribuan orang yang ingin berada di posisi kamu sekarang. Kampus ini memang bukan kampus impianmu, ini kampus impian mereka. Tapi malah kamu yang berhasil masuk ke kampus ini. Karena itu, tolong berjuang demi mereka juga.

Berjuanglah demi mereka yang belum berhasil atau gagal, juga demi siapapun yang membantu studimu sesedikit apapun bantuan mereka. Kamu bisa ada di sini sekarang karena mereka, dan kamu harus berjuang untuk mereka juga.

Jangan merasa ummi-abi nggak mendukung kamu. Ummi-abi ada terus dalam hidupmu lho. Kalo ngutip Shigatsu wa Kimi no Uso, "Ibu ada dalam setiap bahasa tubuhku." Kamu bisa kuliah, hidup cukup, makan enak, semua nggak lepas dari ummi-abi. Baju yang kamu pakai kuliah, kebiasaan waktu makan, cara mencuci, itu semua peninggalan orang tua bukan?

Minggu, 14 Desember 2014

Menjelang Berakhirnya Semester Pertama

Assalamu'alaikum. Apa kabar nih pada?

Belakangan ini aku lagi sering mikir kalo waktu bener-bener cepet berlalu. Rasanya belum lama aku ikut SBMPTN, belum lama rasanya kuliah di Unpad, tapi ternyata semester perdanaku ini hampir berakhir.

Beberapa dosen sudah pamit dan mohon maaf di kuliah terakhir. Nggak terasa. Masih terbayang kuliah-kuliah yang lalu seperti belum lama terjadi.

Yang rada sedih, ada kemungkinan kelasku yang sekarang berubah anggotanya. Sepertinya mulai semester depan kami bisa memilih jadwal kuliah sendiri sehingga kami mungkin akan terpisah. Apapun yang terjadi, aku tetap bersyukur bisa menjadi bagian dari kelas ajaib itu : Mankom D. Mungkin aku bakal bahas tentang mereka lebih lanjut di artikel lain :)

Anyway, ketika memulai kuliah dulu pasti ada beberapa impian atau tujuan yang ingin dicapai. Mendekati penghujung semester, aku jadi merenungkan kembali tentang semua itu. Apa aku sudah memulai langkah untuk menjadi sarjana yang baik? Apa aku sudah belajar tekun? Apa ibadah harianku semakin baik? Apa aku semakin rajin liqo?

Apa aku sudah memulai langkah untuk memelajari segalanya?

Ternyata belum semuanya berjalan baik.

Masih banyak hal yang belum kulihat.
Masih banyak buku yang belum kubaca.
Masih banyak kabar yang belum kudengar.
Masih banyak pula tempat yang belum kujelajahi.
Semangat mencari tahu!

Jatinangor, 4 Desember 2014
Fildzah NF

Kamis, 17 Juli 2014

Keputusan Allah yang Lebih Indah :)

H+1 pengumuman SBMPTN nih! Terus gimana hasilnya?

Jam 5 sore lewat dikit aku udah coba buka website pengumuman, tapi lamaaa banget koneksinya. Akhirnya pindah ke web pengumuman yang di ITB. Rasanya waktu itu seolah-olah aku cuma daftar di ITB, jadi aku cuma fokus ITB aja hehe.

Setelah ku-input nomor peserta dan tanggal lahirku, ALHAMDULILLAH ada ucapan selamat di situ. Aku udah seneng ngira aku dapet ITB, tapi begitu ku-scroll webnya aku bukan dapet di FSRD ITB.

Tuh. Ternyata aku dapetnya di pilihan kedua, Ilmu Komunikasi UNPAD.
Jujur pas pertama lihat bingung mesti ngerasa gimana. Aku resmi gagal masuk FSRD, jadi ada rasa kecewa. Tapi aku berhasil masuk ke prodi yang kalau menurut statistik tahun lalu, peminatnya bisa lima kali lebih banyak daripada FSRD. Itu bagus 'kan? Harus disyukuri dong!

Aku sudah berdoa pada Allah supaya diberikan yang terbaik, dan inilah jawaban yang diberikan padaku. Sore itu, sambil berbuka puasa ummi-abi menyemangatiku. Mereka sempat tanya, "gak apa-apa di Unpad?" Aku jawab dengan segera "gak apa-apa."
Ibuku lalu cerita kalau sebenarnya beliau agak takut aku benar-benar masuk seni rupa. Di seni rupa banyak anak-anak unik, beliau takut aku mengalami degradasi di sana. Kalau di prodi lain, mungkin bakal lebih baik.
Ibuku juga menghibur, anak komunikasi media itu bakal jadi managernya, sedangkan anak desain komunikasi visual justru malah bakal jadi bawahannya. Bener juga 'kan? Ilmu yang kudapat selama les gambar juga nggak akan sia-sia kok.
Ortu juga merasa biaya kuliah plus biaya hidup di Unpad lebih murah daripada di ITB. Terus kalau mereka mau menjenguk aku di kost nanti sekaligus adikku Hafi di Kuningan, bakal lebih gampang karena Jatinangor-Kuningan itu searah, sedangkan kalau di ITB bakal agak lebih jauh karena harus mampir ke Kota Bandung.
Lebih banyak nilai plusnya kan ternyata? Akhirnya aku yakin kalau ternyata Unpad memang lebih baik untuk aku dan keluarga. Di last minute menjelang pengumuman, aku memang berdoa supaya aku dimasukkan ke universitas yang terbaik juga bagi orang tuaku.

Itu faktor keluarga. Ada lagi faktor temen-temen. Waktu aku kelas 10 ada kakak kelas 12 di Keputrian yang lumayan akrab sama aku, gara-garanya kami sama-sama suka anime (lol). Kakak itu akhirnya lulus dan kuliah di Ilmu Komunikasi Unpad. Setiap kali datang main ke sekolah atau acara-acara Keputrian lainnya, kakak itu selalu cerita-cerita padaku tentang kampusnya, tentang prodinya, tentang kuliahnya... Banyak deh. Beliaulah faktor utama aku memilih Ilmu Komunikasi Unpad sebagai salah satu pilihanku. Semoga kami bisa saling bantu nanti hehee...

Sepupuku yang paling tua juga sekarang lagi kuliah tahun ketiga di Teknik Geologi Unpad. Udah gitu ternyata banyak banget temen-temenku yang juga keterima di Unpad, malah ada sekitar dua orang yang satu prodi denganku. Salah satunya teman sebangkuku yang cantik waktu kelas 11 (ehhee). Temen-temen yang di situ sebagian besar juga lumayan kompatibel sama aku ini, jadi seneng deh, alhamdulillah ^^

Karena dulu ngeliatnya ITB terus, aku gak tahu apa-apa tentang Unpad. Jadi aku baru mulai cari informasi sekarang. Pas kulihat foto kampusnya, ternyata lebih keren dari ITB (ternyata ya). Masjidnya juga... 

... Aih, tampaknya keren banget. Pasti gabung kerohanian Islamnya deh~!

Alhamdulillah juga, ada adek alumni SMP-ku yang baru lulus, bilang kalau orang tuanya punya kost khusus akhwat di deket Unpad. Sekali lagi tuh, khusus AKHWAT! Enak kan? Skarang aku sama ortu masih tanya-tanya ibu kostnya. Kalo memang tempatnya bagus, kenapa nggak?

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Rasanya sekarang tuh ibarat aku minta melon, eh dikasihnya semangka. Minta yang besar dan kelihatan bagus, eh dikasih yang lebih besar, lebih bermanfaat dan lebih menyegarkan. Allah memang tahu yang terbaik! ^^

Mungkin Allah tahu aku punya potensi lebih besar di ilmu komunikasi. Waktu ujian keterampilan psikotesku memang gak memuaskan, gambar-gambar lainnya juga kayaknya tipe yang bisa lolos bisa nggak gitu. Aku belum tahu berapa peminat FSRD tahun ini, tapi tahun lalu aja peminatnya lebih dari 1000, dengan daya tampung sekitar 90 orang. Ilmu Komunikasi Unpad, yang tahun lalu punya daya tampung hampir sama dan peminatnya sekitar 5000 orang, malah bisa kumasuki. Apalagi baik Unpad maupun prodi Komunikasi sama-sama jadi pilihan favorit tahun ini. Aku malah lolos. Jujur memang waktu SBMPTN tulis aku bisa ngisi lumayan banyak, sekitar 8-14 soal per pelajaran soshum, matdasnya juga walaupun nggak banyak, tetep lebih banyak dibanding waktu Try Out. Seolah-olah secara nggak langsung Allah bilang padaku, ilmu dan kecerdasanku sayang kalau tidak digunakan lebih sering.

Sekali lagi, Alhamdulillah. Aku udah sama sekali nggak kecewa akan kegagalan masuk FSRD, aku malah makin bersyukur diterima di Unpad. Sekarang pun aku masih berusaha untuk semakin menyukai Unpad. Bismillah! Semangat kuliah! 

Pramuda 2014, 
Fildzah Nur Fadhilah