Tampilkan postingan dengan label BM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BM. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

[Re-post] Catatan Akhir BEST 2009/2010

Assalamu'alaikum, kali ini mau nge-repost suatu catatan yang dibuat pembina BEST periode 2009/2010 di facebook dulu, tiga tahun yang lalu. Menurut saya bagus dan banyak banget kenangan di dalamnya, jadi saya putuskan untuk repost. Monggo...

NB : telah diedit sedikit di bagian ejaan


 Setitik Air Mata di Akhir Agenda BEST 2009/2010

Hari Senin, tanggal 16 Agustus atau bertepatan dengan tanggal 6 Ramadhan 1431 H adalah hari yang akan menjadi sejarah bagi kami, karena pada hari itu adalah hari di mana menjadi kegiatan pamungkas BEST 2009/2010. Kegiatan yang menjadi penutup kegiatan-kegiatan yang telah kami laksanakan sejak tahun 2009 dari mulai kegiatan Iedul Adha dan sampai hari itu tiba. Entah kenapa ada rasa sedih yang mendera dalam hati kami, khususnya kelas sembilan. Sejarah manis yang telah kami torehkan selama kurang lebih setahun di best akan segera berakhir, episode-eposide itu kini telah mencapai puncaknya. Kami tak akan pernah melupakan segala yang telah kami catat dan ukir dalam tiap memori ingatan kami tentang apa yang telah terjadi dan kami lakukan selama setahun di BEST.

Banyak hal yang terjadi, banyak cerita tercatat, banyak kenangan tak terlupakan yang membuat kami tersenyum bahkan menangis. Semua itu adalah bagian dari garis takdir yang telah Allah berikan untuk kami dan sungguh kami sangat menikmatinya. Kami pasti akan selalu ingat bagaimana kami bekerja, bagaimana kami membuat sebuah agenda, bagaimana kami rapat, bagaimana kami mengeluh, bagaimana kami semangat, bagaimana kami kecewa, bagaimana. dan .bagaimana.... dan banyak hal lain yang kami perbuat yang tujuannya adalah agar bagaimana mereka (kepala sekolah, guru-guru, orang tua, teman-teman) bangga dengan kami dan yang terpenting adalah bagaimana keberadaan kami bermanfaat bagi mereka. Tentunya itu semua adalah sarana bagi kami beramal untuk Allah, karena kami sadari bahwa kerja-kerja kami itu adalah bagian dari ibadah untuk Alloh Swt.

Cerita itu pasti akan berakhir dan kami harus membuat cerita-cerita kehidupan kami berikutnya dengan episode-episode yang lebih baik dan membuahkan kebaikan. Setahun atau dua tahun  di BEST buat kami cukup untuk menjadi  bekal kami berorganisasi. Kami jadi bisa memahami karakter tim kami, kami bisa memahami betapa sulitnya mengatur orang lain atau membuat agenda yang memakan biaya yang tidak sedikit. Kesabaran dan pengorbanan kami diuji di sini, berbahagialah bagi kami yang telah menunaikan amanah ini dengan ikhlas, semangat dan all out karena kami yakin ketika kita melakukan banyak maka akan dapat banyak, ketika bekerja baik maka akan mendapatkan hasil yang baik juga. Allah tidak akan mungkin keliru dan salah menilai atas apa yang telah kami lakukan. Kami sama sekali tidak kecewa ataupun menyesal atas apa yang telah kami lakukan. Walaupun kadang-kadang itu berdampak pada pelajaran dan kekhawatiran orang tua.

Huufff... kadang-kadang kami tertawa, geli dan kadang-kadang bangga melihat pongah kami sendiri. Koq bisa ya anak SMP kayak kami rapat sampai sore bahkan mengambil jatah waktu liburan kami untuk membahas agenda yang belum kami urus sebelumnya. Padahal teman-teman yang lain mungkin tengah asyik dengan komputer dan gamesnya di rumah atau di warnet. Terkadang orang tua kami pun marah kepada kami karena sering pulang maghrib, bahkan ada yang sampai sakit karena tekanan yang begitu dahsyat memikirkan agenda yang masih sangat mentah. Atau ada cerita remaja yang kadang terselip yang menjadi bumbu-bumbu obrolan seperti saling "menjodohkan" antara ikhwan dan akhwat, antara satu departemen atau departemen lainnya. Atau antara BPH dengan BPH inti. Kami tahu itu memang adalah gurauan sampah yang tak berarti, tapi kadang-kadang itu kami jadikan untuk mencairkan suasana dan membuat suasana tidak BT. Karena kami yakin seyakin-yakinnya itu adalah perbuatan yang konyol dan norak bagi kami. Walaupun kami sadari di usia kami yang sedang menggebu-gebu dan ABG ini sesuatu bisa saja terjadi. Memang itu tantangan bagi kami untuk menjaga hati dan iman kami, karena sekolah kami di pisah antara ikhwan dan akhwat, sehingga rapat-rapat BEST kadang-kadang kaku dan monoton, tapi lambat-laun itu semua menjadi pelajaran bagi kami untuk merubahnya. 

Hiks..hiks..hiks.. tapi rapat-rapat itu tak mungkin kami alami kembali setelah masa amanah kami selesai, kami tak akan lupa bagaimana "aneh"-nya ketua kami ketika memimpin rapat aneh karena kadang-kadang ia serius tapi kadang-kadang seperti anak kecil yang lucu, bahkan kadang-kadang marah dan menurut sebagian akhwat "serem" bila kesel karena  berisik dan tidak bisa diatur. Tapi bagaimanapun ia adalah sosok yang luar biasa, tak salah BM memilihnya menjadi ketua. Pengorbanannya sungguh tidak bisa diragukan lagi. Dengan motor THUNDER dan  BEAT-nya ia jelajahi setiap tapak-tapak aspal jalanan untuk menjemput rezeki dana proposal, walaupun itu adalah tindakan yang kurang terpuji karena belum punya SIM...he..he..he. Tapi itu aturan manusia tidak dosa, rasul saja memerntahkan kita untuk belajar berkuda dan memanah sejak kecil, motor mungkin saat ini sama saja dengan kuda yang bisa mempermudah urusan...betul tidak? (ngeles.com)

Selain cerita tentang ketua kami adalagi cerita rapat tentang wakil ketua kami. Sosok yang satu ini juga kadang-kadang "aneh". Kalau diminta menggantikan rapat pasti pembahasannya lama, maklum beliau mempunyai bahasa verbal yang tinggi sehingga kadang-kadang susah di tangkap maksud dan arah tujuan pembicaraannya. Mungkin beliaulah sosok yang mendobrak kekakuan saat rapat, kemampuan berkomunikasi dengan akhwat menjadikannya sosok yang paling dekat dengan akhwat di sekolah. Sehingga lambat-laun pengurus yang lainpun mengikui jejaknya  untuk tidak kaku dalam berkomunikasi dalam hal-hal yang berkaitan dengan BEST. Awas pak Waketu jangan mepet-mepet entar keserempet! He...he..he..

Cerita selanjutnya adalah tentang sekum kami..hmm..hmmm. Sekretraris Umum. Tugasnya apa sich? Sekum kami ini juga agak "aneh". Wong sekum kok jarang nyatat hasil rapat, kalau di minta buat proposal lamanya minta ampun akhirnya ujung-ujungnya yang lain yang buat. Tapi itulah organisasi, kita saling membantu bila yang lain membutuhkan bantuan. 

Adalagi cerita tentang Bendum kami..sosok yang kale ini ternyata pandai mengelola keuangan maklum lah wong abinya orang pajak. Baik banget kalau rapat sering disediakan makanan. Semoga nanti uang kasnya surplus.. ayo siapa yang belum bayar uang kas? Bayar ya sebelum nanti ditagih!

Sekarang kita simak cerita pengurus di departemen. Kami mungkin tidak akan menampilkan secara detail semuanya ya, karena keterbatasan kami mengingat dan merekam semua peristiwa yang terjadi. Departemen IPTEK.... Di sana sosok penggila kartun Jepang dan suka membuat gambar ini adalah sosok yang luar biasa. Tidak heran ia mendapat penghargaan "Inspiring Student" tahun ini. Ia adalah salah satu motor penggerak roda BEST. Banyak ide-ide segar yang ia berikan yang membuat BEST lebih hidup. Keahliaannya menggambar dan bermain dengan photoshop membantu kami dalam pembuatan spanduk dll. Selain itu juga ada sosok perempan kedua di IPTEK, sosok yang kalem dan murah senyum ini juga telah banyak memberikan kontribusi yang positif bagi kami, banyak kemudahan darinya yang kami rasakan, seperti pada saat kameranya rusak saat acara MOS. Setelah itu ada sosok ikhwan putih berkacamata di IPTEK. Di tengah kesibukannya di rumah ia masih menyempatkan waktu untuk beberapa kali terlibat dalam rapat dan kegiatan BEST. Sosok yang jago photography dan bermain games serta English ini cukup memberikan warna tersendiri bagi IPTEK. Sosok yang terakhir adalah sosok ikhwan kalem berperawakan tinngi, walaupun ia baru masuk kepengurusan BEST di tengah-tengah tahun, tapi cukup memberikan aroma dan greget di IPTEK.

Di Departemen Agama ada sosok yang mudah untuk di kenali cukup dengan memintanya mengumandangkan takbir dan tahi lalatnya yang katanya mirip Azzam KCB. Maka pasti kita akan mengenal sosok yang ceria ini dan sikapnya yang suka penasaran terhadap sesuatu, yang menjadikannya cukup disegani oleh yang lain. Ia adalah bagian penting BEST, ia selalu menemani para petingggi-petinggi BEST lainnya kemanapun mereka pergi, bahkan ketika mereka bimbel pun ia rela mengantar mereka karena disamping Bimbelnya ada warnetnya.... he.he. Di bawah kepemimpinannya DEPAG berhasil menyelenggrakan program Maulid degan sukses. Sosok yang kedua di DEPAG adalah sosok ikhwan yang kalem dan ramah. Sosoknya sangat disenangi oleh teman2nya, kontribusinya di BEST cukup baik, ia adalah salah satu kandidiat ketua BEST tahun depan. Sosok yang ketiga adalah sosok akhwat yang cukup kalem dan mempunyai banyak hafalan al-qur'an ini merupakan salah satu pengurus muda yang cukup aktif, ia juga merupakan salah satu kandidat ketua BEST tahun depan. Sosok yang terakhir adalah sosok yang mempunyai leadership yang tinggi buktinya 2 tahun bertutut-turut dipilih menjadi ketua kelas oleh teman-temannya. Tapi sayang beliau sudah tidak bersama kita lagi di Baitul Maal sekarang, tapi kami akan selalu ingat segala pengorbanan, kontribusi yang telah di berikan, semoga di sana engkau bahagia dan lebih baik lagi.

Departemen selanjutnya adalah Departemen Seni dan Olahraga. Di departemen ini dihuni oleh seorang  ikhwan yang kekar dan pemberani teman-temannya sering menjulukinya "si tangan kuli". Kontribusinya cukup menonjol, kerjanya ulet dan tangkas bila mendapat instruksi. Berikutnya ada sosok imut bergigi behel.. sosok yang selalu tersenyum ini cukup memberikan warna di Mensora semoga nanti bisa menjadi kandidat ketua BEST yach. Sosok yang lain adalah sosok seorang akhwat yang kuat dan lantang, ia pandai bermain anggar. Kontribusinya cukup menonjol di BEST terutama di kepanitiaan kegiataan. Sosok terakhir adalah sosok yang low profile, suka angot-angotan tapi aktif dan jarang absent rapat dan kegiatan.

Departemen berikutnya adalah Departemen Kedisiplinan. Departemen ini di gawangi oleh sosok ikhwan yang jangkung, kalem dan tidak pernah datang terlambat ke sekolah, sehingga tepat amanah ini diberikan kepadanya. Ia merupakan petinggi BEST yang selalu berdampingan dengan ketua BEST dan jajarannya. Sosok ikhwan yang kedua adalah sosok ikhwan yang selalu PD dan  berani tampil di muka umum, ia juga merupakan salah satu kandidat ketua BEST tahun depan. Sosok berikutnya adalah sosok akhwat yang mempunya tingkat PD yang tinggi juga, suka bertanya dan sopan ini adalah merupakan motor penggerak BEST banyak info-info skandal kasus siswa terungkap darinya. Yang terakhir adalah sosok akhwat yang mempunyai suara yang bagus kalo nyayi, ia adalah pengurus BEST yang berdomisili paling jauh, ia harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk datang ke sekolah dengan kereta api.

Departemen berikutnya adalah departemen lingkungan hidup. Sosok yang pertama adalah sosok yang bijak dan murah senyum, ia disegani dan dihormati oleh teman-temannya, ia merupakan salah satu motor penggerak BEST. Sosok berikutnya adalah sosok paling kalem di BEST dan selalu berpenampilan rapih. Tidak banyak bicara tapi mudah untuk menerima instruksi. Sosok ketiga adalah sosok akhwat yang kritis, ulet dan pembelajar. Selalu juara di kelasnya membuatnya tidak terlalu lama untuk beradaptasi dengan hal baru yang di amanahkan kepadanya, ia juga adalah salah satu motor penggerak BEST. Dan salah satu yang sering ditegur orang tuanya karena pulang sore.he.he. sosok terakhir ini adalah sosok yang kalem dan cuek. Sulit untuk membaca pikirannya. Sosok akhwat jangkung ini cukup mewarnai BEST.

Departemen terakir adalah departemen Ekonomi dan Sosial. Digawangi oleh sosok akhwat yang sering curhat di FB ini, sosok yang kadang-kadang tertawa, senyum, kadang-kadang mengeluh, nangis dan tidak bisa tidur kalo ada tugas yang belum ia selesaikan. Tapi dengan semangat yang ia miliki akhirnya ia bisa membuktikan diri bahwa ia bisa, dan itu terbukti dengan suksesnya penyelenggaraan Baksos Ramadhan. Sosok berikutnya adalah sosok yang paling ganteng di DEPSOS ini, ketawanya yang unik membuatnya kelihatan awet muda..ha..ha. ia adalah salah satu kandidat ketua Best tahun depan. Berikutya adalah ia adalah sosok yang paling kalem di akhwat tapi kalau nulis status di FB..beeh..dalam banget maknanya. Kontribusinya cukup positif di BEST. Sosok yang terakhir adalah sosok yang tidak asing bagi para pencinta film KCB. Iya betul ia adalah salah seorang artis KCB (bangga.com). berkat pengalaman-pengalaman yang dimilikinya ia mampu mewarnai BEST dengan ide-ide segarnya. Ia juga kandidat ketua BEST tahun depan.....

Itulah kami yang tergabung dalam BEST 2009/2010. Mohon maaf kepada teman-teman apabila ada yang kurang tepat kami mendeskripsikan teman-teman semua, karena kami menilainya  hanya secra subjektif. Semoga kenangan-kenangan indah dan bermakna itu akan kami  kenang selalu dan akan kami jadikan pengalaman berharga untuk kehidupan kami selanjutnya. Waktu sudah berlalu dan tidak mungkin akan kembali. Mungkin di antara kami ada yang ikhlas ada yang kurang ikhlas, ada yang setengah-setengah ada yang all out, ada yang berkorban ada yang terkorban. Semuanya kembali kepada diri kami. Semoga dapat menjadi pelajaran untuk hari esok yang lebih..baik... biarlah air mata yang menetes ini menjadi saksi betapa kami selalu merindukan saat-saat itu. Saat kami disibukan dengan rapat, saat kami harus capek dan lelah untuk mensukseskan program, saat kami harus pulang sore bahkan malam, saat kami dipandang sinis oleh teman-teman yang bukan best, saat kami harus menempuh perjalanan jauh untuk sekedar mendapatkan dana, saat kami membagikan proposal, saat kami bingung, saat kami marah, saat kami kecewa...saat-saat itulah yang pasti akan kita rindukan...semoga Allah SWT membalas setiap apa yang telah kita lakukan dengan sebaik-baik balasan. Dan kita bisa bertemu kembali di surga-Nya kelak... terus berjuang kawan..UJIAN NASIONAL menanti kita di depan. Kita buktikan organisasi bukan menjadi penghalang kami untuk berprestasi!!!! Allohu akbar...

Wassalam......
Tangsel. 17 Agstus 2010 pukul 14.00 WIB- 16.45 WIB

Senin, 22 April 2013

Home Stay 2011

Attention sebelumnya, ini sebenarnya post dari blog sebelumnya. Sengaja di-repost karena blog yang lama mau dihapus. Terima kasih... :)

-------------

Home Stay. Program pengganti Super Camp yang betul-betul khusus diadakan untuk kelas IX. Pada awalnya memang respon para siswa/i kelas IX agak negatif. Kenapa mereka harus merelakan tahun terakhir tanpa Super Camp yang serunya begitu istimewa itu? Kenapa harus Home Stay?

Tapi pikiran itu hilang semudah munculnya. Terdengar ekspresi hati mereka begitu selesai menjalani Home Stay.

“Hehe. Oke juga ternyata,” gitu kata mereka.

Begitulah Home Stay. Kegiatan menginap tiga hari dua malam di daerah perumahan penduduk yang awalnya dituduh “nggak asyik”. Tapi sebenarnya—barangkali kami lupa—bagi kami siswa/i SMP Islam Plus Baitul Maal, mendapat pengalaman baru—itu yang namanya “asyik”.

Nah, sekarang, biar aku ceritakan semua pengalamanku dari persiapan sampai pulang Home Stay, sebisa yang kuingat.

Beberapa hari sebelum Home Stay, kami siswa/i kelas IX, angkatan 4 SMPIP Baitul Maal dikumpulkan di ruang Kelas IPS. Dan di sana, wali kelas kami tersayang—Pak Yayat dan Bu Erma memberikan briefing pada kami calon peserta Home Stay. Pagi sebelumnya di hari yang sama, Bu Erma sudah mengumumkan pada para siswi pembagian kelompoknya. Hasilnya, aku terkumpul bersama teman-teman sesama absen genap di bawah nama Suku Ngarai, dan aku dipilih jadi kepala sukunya.Dan setelah briefing itu kami rapat seangkatan karena nanti di sana ada acara yang harus kami panitiai bersama.

Jujur aja, aku nggak begitu puas dengan rapat itu. Setelah rapat selesai, kami rapat perkelompok. Apa yang kami diskusikan sih sebenarnya? Rahasia ya… nanti juga tahu.

Selain rapat itu, banyak lagi yang kami persiapkan. Mulai dari menyiapkan parcel yang ditugaskan perkelompok, serta name tag tanda peserta. Kami juga menyiapkan barang-barang pribadi. Untuk acara kali ini, aku memakai ransel gunung yang biasa kupakai kalau Super Camp. Alat makan, alat sholat, Al Qur’an, alat mandi dan baju-bajuku, tentu semua aku bawa. Aku juga membawa Memory Card SD serta alat tulis. Anehnya, aku sedih banget nggak bawa Flash Disk. Soalnya aku diminta untuk mendesain Name Tag untuk seluruh peserta Home Stay, dan aku juga menerima tawaran untuk membuat spanduk Home Stay. Beberapa hari sebelum berangkat, Flash Disk-ku dipinjam untuk mencetak spanduk, dan ternyata sampai hari H belum dibalikin juga. -_-


Akhirnya tibalah, Senin, 20 Desember 2010, hari H. Aku bangun pagi-pagi sekali, menyiapkan diriku dan segala sesuatu yang belum sempat kusiapkan kemarin malam—sikat gigi misalnya. Lalu dengan was-was aku pergi diantar abi ke Alfa Midi dekat STAN, lokasi kumpul kami. Kukira aku bakal naik bus mini ber-AC yang lumayan nyaman, tapi alangkah kagetnya aku begitu melihat dua bus seukuran Metro Mini yang—bisa ditebak kan?—ber-AC alam. Untungnya bersih, sih. Bus yang satu untuk kelas 9A, yang satu lagi untuk 9B. Jujur aja nih, sebenarnya kelas 9B + guru-guru Akhwat + barang-barang mereka tuh nggak muat masuk ke bus itu. Di luar dugaan barang bawaan kami gede-gede. Tapi untungnya dengan “Bismillah” dan sedikit paksaan, kami semua bisa masuk. Kemudian, dimulailah perjalanan kami…

Perjalanan kami mulai dengan membaca do’a dan Dzikir Al-Ma’tsurat dengan dipimpin oleh Icha dari suku pimpinanku. Sebenarnya selama di bus dia juga teman sebangkuku sih… Dengan berbekal toa dia pimpin dah itu Al-Ma’tsurat. Setelah membaca Al-Ma’tsurat, gantian aku pegang toa untuk memimpin muroja’ah. Dan setelah kami selesai muroja’ah, acara kami bebas. Ada yang makan, bercanda, ketawa-ketawa, tidur , ngobrol dan foto-foto. Ada yang beda dari perjalanan-perjalanan sebelumnya. Kalo ada anak-anak yang kami lewati, kami nggak nyorakin satu sama lain. Malah kami bikin rame dengan bersorak gembira bersama mereka. 

Setelah sekitar tiga sampai empat jam kemudian, kami sampai di lokasi kami akan bermalam. Walaupun nggak seperti villa pada umumnya, beberapa orang menyebutnya “villa”. Saat kami datang, Pak Kosasih, pemilik villa tersebut menyambut kami. Oleh beliau kami dipersilahkan meletakkan barang-barang dan beristiharat. Di samping jalan masuk ke villa ada beberapa kolam ikan yang kami lihat. Dan begitu kami masuk, terlihat saung dan sebuah bangunan merah muda. Bangunan merah muda yang memanjang ke belakang itu akan ditempati oleh para guru. Di lantai atas bangunan itu ada kamar lagi, tapi bentuknya saung. Di sanalah anak-anak kelas 9A tidur nanti malam.

Gimana dengan 9B? Semakin masuk ke daerah villa dan melewati tanaman-tanaman cabai, terdapat bangunan merah muda yang memanjang ke samping. Di situlah kamar 9B. Jujur aja, kamarnya kurang cukup buat kami bersembilan belas, tapi kami usahakan semua bisa di situ. Di sebelah kamar kami itu ada kamar mandi tertutup dan kamar mandi yang agak lebih terbuka. Di belakangnya persawahan. Anak-anak 9B banyak yang suka duduk di teras kamar dan ngobrol-ngobrol. Kami serasa jadi murid asrama deh…

Setelah kami selesai membereskan barang dan menggelar tikar, kami duduk beristirahat sambil bercakap-cakap ria. Kemudian kami mulai membungkus parcel yang nantinya akan diberikan pada hari terakhir. Usainya, kami makan siang. Lalu kami sholat Jama’ Qashar Dzuhur-Ashar dan tilawah Al-Qur’an sembari menunggu dimulainya acara pembukaan.

Akhirnya tibalah waktunya pembukaan. Disampaikanlah sambutan-sambutan dari Pak RT (kami dikira beliau mahasiswa yang lagi KKN lho… E he he…), Om Anton selaku tokoh masyarakat sekaligus tour guide kami, Bu Rina selaku kepala sekolah, dan Bu Erma selaku PJ kegiatan Home Stay. Home Stay dibuka secara simbolis oleh Pak Yayat dengan memukul kentongan.

Acara pembukaan selesai. Berikutnya kami akan keliling desa sekaligus briefing tempat-tempat yang bisa kami observasi esok hari ditemani Om Anton. O, ya, walaupun kami memanggil beliau “Om Anton”, sebenarnya usia beliau sudah sekitar 76 tahun lho! Beliau memiliki rambut dan janggut putih yang panjang. Barangkali kalau baru pertama lihat bakal agak bergidik rasanya. Tapi asli, deh! Om Anton baik banget. Kami tanya apa saja beliau pasti menjawabnya dengan baik. Beliau bagai buku berjalan bagi kami saat itu.

Nah, sekarang balik lagi ke briefing! Pertama-tama kami mendatangi Running Water, yaitu peternakan ikan dengan kolam yang airnya dialiri dari sungai dan dialirkan kembali ke sungai pula. Setelah itu kami bergerak dari sana ke Sungai Cinangneng. Kata Om Anton, batu-batu di sungai itu dulu dijadikan pondasi Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno dan Bandara Halim Perdanakusuma. Dulu batu-batu di sana banyak banget, tapi karena udah diambil-ambilin sekarang jadi tinggal sedikit. Saat kami ke sana, airnya agak keruh. Katanya sih gara-gara sekarang lagi musim hujan. Kalau musim kemarau, biasanya air sungainya jernih.

Dari sungai Cinangneng, kami pergi melihat Industri Rumahan Bunga Kering. Bagus-bagus lho bunganya! Warna-warnanya lucu… ha ha… Selama perjalanan ke sana, kebetulan kami bertemu para warga yang sedang bergotong-royong membangun masjid. Bukan cuma bapak-bapak lho! Ibu-ibu sampai anak kecil juga ikutan bantu. Sekalian, kami juga ikut-ikutan bantu. Katanya mereka kerja dari pagi. Bahan-bahannya dibeli dari hasil patungan mereka. Duh, bener-bener ya. Anehnya, selama membantu mereka bergotong-royong yang kurasakan bukan lelah, tapi justru rasa kagum dan bahagia. Setelah menyaksikan sendiri kegiatan ini, aku betul-betul terpesona sama kekeluargaan yang dimiliki warga daerah. Mereka saling bantu-bantu tak kenal usia maupun kedudukan. Di rumahku sih, boro-boro kayak gitu. Kenal sama tetangga sebelah aja aku nggak. Baru deh, aku ngerti pandangan orang luar yang bilang kalau orang Indonesia itu ramah-ramah. Ternyata yang seperti ini maksudnya. 

Selanjutnya, kami pergi ke Peternakan Ikan Koi. Di sana kami melihat…ngg… ikan Koi? Ah, nggak. Yang kami liat di sana justru aksi mas-mas yang lagi nangkep ikan bawal buat dijual. -_-

Yah, sudahlah, kita pindah tempat ya! Tujuan terakhir kami adalah Peternakan Lobster & Kelinci yang ada di seberang villa. Dekat sih tempatnya. Cari sensasi jauh-jauh dulu nggak apa ‘kan? :D Di peternakan lobster milik Om Anton itu, kami diberi tahu bagaimana lobster kawin, bertelur dan tumbuh besar serta bagaimana cara membedakan lobster jantan dan betina. Sedangkan soal kelinci kami hanya diberitahu Om Anton jenis-jenis dan cara merawatnya, berhubung pemiliknya sedang tidak ada di tempat. Nah, dengan begini berakhirlah briefing kami. Sekarang kami kembali villa untuk mandi sore dan bersiap-siap sholat.

Nggak ada yang spesial malam itu. Setelah sholat jama’ Qashar Maghrib-Isya, dengan disaksikan seluruh rombongan, para kepala suku mengambil undian. Undian ini akan menentukan apa yang akan suku mereka observasi besok. Sebelumnya, kuberitahu dulu nih. 9A dan 9B masing-masing terbagi dari dua suku. Jadi, totalnya ada empat suku. Suku pertama itu Suku Pantai, kepala sukunya Ilham. Kemudian ada Suku Sungai dengan kepala suku Emiel. Terus ada Suku Lembah dengan kepala suku Ermi dan terakhir, Suku Ngarai dengan kepala suku aku. Hasil undiannya nih, sukuku kedapetan Peternakan Lobster sekaligus Peternakan Kelinci, Lembah dapat Industri Kerajinan Bunga Kering, Pantai dapat Peternakan Ikan Koi (kalo nggak salah, ya) dan sungai kebagian Running Water. Awalnya sukuku senang dapat tempat observasi yang dekat, dan aslinya memang itu yang mereka harapkan. Sewaktu mengambil undian aku menampung harapan anggota-anggota sukuku itu, dan memutuskan untuk memilih berdasarkan nomor takdirku, satu. Kuambil yang paling kiri dari kertas yang dijejerkan di depanku, dan hasilnya kami beneran dapet itu. Tapi yaah… lama-lama anggota-anggota sukuku kesal juga karena hanya suku kami yang mengobservasi dua tempat sekaligus, alias laporannya bakal lebih panjang.

Yah udahlah diterima saja -_- setelah pengundian itu kami makan malam. Ngomong-ngomong, selama di sana kami dapat makan dari warga di sana. Pesen catering kok. Tenang aja. Habis makan kami membuat Berita Acara, diskusi kelompok soal evaluasi kegiatan hari itu serta merencanakan kegiatan kami besok. Setelah itu kami istirahat dan disusul tidur. Ternyata kamar tidur kami itu memang sempit. Buktinya empat kawan kami, Dhilah, Upik, Nauroh dan Tasya akhirnya keluar kamar dan tidur di tempat lain.


Tibalah hari kedua, Selasa, 21 Desember 2010. Kami bangun dengan lancar pagi itu. Semua bisa Qiyamulail sama-sama. Memang sih, akhwatnya agak telat. Tapi syukur masih sempat. Usai subuh kami Al-Ma’tsurat pagi. Setelah itu kami senam pagi dan lari-lari keliling villa. Kemudian kami mandi dan sarapan, lalu bersiap-siap untuk mengobservasi tempat yang sudah ditentukan.

Sukuku berangkat mengobservasi sekitar pukul 09.30. Berhubung Pak Anton sedang ada urusan, Pak Jati menggantikan Pak Anton menemani kami. Beliau menjelaskan pada kami semua tentang lobster, mulai dari sejarahnya, tempat hidupnya, cara mengembangbiakkannya, makanannnya, perilakunya, cara mengukurnya serta jenis-jenisnya. Sedangkan untuk soal kelinci kami akhirnya bertemu pemilik peternakannya, yaitu Pak Sadim. Bersama Pak Jati beliau menunjukan segala hal tentang kelinci pada kami. Waktu kami mengobservasi, tahu-tahu ada kelinci yang kabur lho! Untungnya dia bisa kami tangkap, setidaknya sebelum dia benar-benar hilang atau tertabrak kendaraan yang berlalu-lalang.

Akhirnya observasi berakhir. Kami kembali ke villa untuk istirahat, sholat dan makan siang. Setelah itu kami bersiap-siap melaksanakan agenda yang mati-matian kami rapatkan. Apakah itu? Hee… kami akan bermain alias mengadakan outbound kecil-kecilan untuk anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) sekitar. Aku memegang toa, memimpin teman-temanku pergi ke lokasi bersama para guru. Sesampainya di sana, aku, Ermi, Fahmi dan Emiel membuka acara sekaligus memberi salam dan memperkenalkan diri kepada anak-anak TPA dan orang tua mereka. Setelah itu, dimulailah permainan kami.

Suku Ngarai membuat permainan “Estafet Karet” dan “Vampir Cina”. Agak susah mengatur anak-anak itu, soalnya mereka masih kecil-kecil. Barangkali paling tua usianya baru sepuluh tahun. Perhatian mereka juga banyak tertarik ke permainan “Tiup Balon Sampai Pecah”-nya Suku Sungai. Tapi syukurlah, semuanya bisa menikmati permainan dengan baik.

Sore harinya, kami kembali ke villa. Coba tebak sekarang kami ngapain? Kami bakal lomba nangkep ikan! Hahaha…! Jadinya nih, kami disuruh nagkep ikan di air yang keruh. Bener-bener susah deh! Padahal guru-guru bilang ada 20 ekor ikan di kolam keruh itu. Kelompok akhwat alias 9B nyoba nangkep duluan, setelah itu baru kelompok ikhwan alias 9A. Kelompok Akhwat Cuma dapet sekitar 4-6 ikan. Nah, ikhwan yang kena untungnya! Ikan-ikan itu udah keburu mabuk karena sebelumnya kelompok akhwat telah mengobok-obok air mereka tanpa henti. Hasilnya, semua ikan bisa ditangkap oleh ikhwan. Setelah menangkap ikan itu, kami mandi sembari bergantian membakar ikan. Enak juga ikannya, lumayan… he he…

Usai bersih-bersih, sholat dan makan malam, kami bersiap-siap untuk presentasi. Karena nggak ada tempat yang cukup luas untuk kami berpresentasi sambil ditonton satu angkatan, akhirnya acara presentasi dibagi dua kloter, yakni perkelas, dan diadakannya di saung. Kelas 9B presentasi duluan, 9A belakangan. Presentasi berjalan lancar sih… walaupun banyak hal bagai tekanan yang memburu… haha… Yahh… setelah presentasi laporan pengamatan itu, kami langsung bersiap-siap untuk tidur.


Akhirnya datanglah, Rabu, 22 Desember 2010, hari terakhir Home Stay kami. Nyaris sehari penuh sisa waktu di sana kami nggak ada kegiatan apa-apa lagi. Cuma beres-beres, dan keliling desa untuk terakhir kalinya. Saat anak-anak kelas 9A tidur (malemnya kurang tidur, mereka semua bangun sholat lail, jadi abis subuh mereka tidur lagi. Sedangkan 9B nyaris semuanya ngaret dan nggak sempet sholat lail -_-), kelas 9B jalan-jalan dan foto-foto di Sungai Cinangneng. Setelah puas, mereka kembali ke villa untuk sarapan dan bersih-bersih. Bersih-bersihnya… bersih-bersih total! Kan mau pulaang… XD Saat matahari sudah tinggi, kami gelarlah acara penutupan. Isinya pemberian kenang-kenangan berupa ucapan terima kasih dan parcel bingkisan kami. Ternyata punya sukuku diberikan kepada Om Anton. Sayangnya Om Anton berhalangan hadir saat itu sehingga pengambilan kenang-kenangan diwakili oleh putrinya. Usai memberikan kenang-kenangan, acara ditutup dengan pemukulan kentongan kembali oleh Pak Yayat. Setelah itu kami berfoto bersama dulu untuk terakhir kalinya. Ternyata spanduk Home Stay yang kudesain itu diminta Pak Kosasih untuk disimpan sebagai kenang-kenangan. Wahh… jadi menyesal karena tak mendesain spanduk itu lebih bagus lagi.

Semua usai. Kami naik ke bus dan segera pulang, kembali ke Jakarta. Bus kami, tentunya agak lebih penuh dari waktu berangkat. Banyak yang membawa oleh-oleh berupa bunga kering khas Desa Situ Daun, jadi selama di bus si pemilik harus ekstra hati-hati menjaga bunganya agar tidak patah atau rusak. Sampai sore kami masih di jalan, sehingga kami Dzikir Al-Ma’tsurat sore dan muroja’ah bersama di bus. Rata-rata di bus pada tidur. Yahh… itu wajarlah… biasanya kalo perjalanan pulang kan memang pada tidur.

Rupanya tempat kedatangan kami diganti. Kami nggak lagi balik ke Alfa Midi seperti waktu berangkat tiga hari yang lalu. Kali ini kami langsung ke sekolah. Orang tua murid yang sudah sampai di Alfa Midi juga koor mengikuti bus kami ke gedung sekolah. Kukira bus itu nggak muat masuk Jalan Pesantren. Ternyata bisa, ya… untung deh. Alhamdulillah, kami bisa sampai tujuan dengan selamat. Kami langsung pulang ke rumah masing-masing, dan tak lupa mengucapkan pada ibu kami, “selamat Hari Ibu…” 

Rabu, 18 April 2012

FAR's Album - Cahaya Dunia ver 1.5

Assalamu alaikum...

Kali ini saya mau promosi nih... hehe...
Aku bikin trio vokal bareng 2 orang temen sekelasku. Nama grup kami FAR, singkatan dari Fildzah Amalia Raisa. Saat ini kami punya 9 lirik lagu, dan 3 di antaranya sudah hampir benar-benar matang. Nih, ada lirik-liriknya. Diliat ya...

(Mohon untuk tidak membuat lagu dengan lirik saya ini, apalagi tanpa seizin saya)

Cahaya Dunia
14 September 2009

Saat aku membuka mata memulai melangkah
Mempelajari dunia mengenal suka duka
Dunia ini beragam penuh kisah dan warna
Tak ingin kulupakan

Pedih hati ini melihat air mata
Hangat rasa ini melihat senyuman
Lega jiwa ini melihat mentari
Berganti hujan kenangan
Hiasan langit tujuh warna
Rembulan pencerah suasana

Reff:
Oh Tuhanku kadang aku hilang
Demi tujuan apa aku lahir ke dunia ini
Saat sadarku kembali aku sadar alasannya

*Dunia ini ujianku
Jalanku kenal perbedaan
Kesempatan tuk mendewasa
Waktu untuk meraih surga
Untuk itulah aku diberi cahaya dunia

Jangan sampai aku hilang lagi
Aku tahu kubisa aku sadar alasannya…

Back to *

Cahaya dunia….

Back to Reff & *


Just Believe and Shine
23 Mei 2010

Kita satu atap di sini
Belajar k’tawa jungkir balik oh semuanya
Kita akan slalu bersama
Seperti apapun suasana hati

Oh.. kita teman satu dunia
Lewati jalan yang sama
Jalan lurus masa depan cerah
Menunggu kita di ujung sana

Reff:
Whenever the rain come to us
We will never let our self down
Oh because there is no reason for it
Just believe and shine


Apapun kegundahan yang datang
Tak jadi masalah tuk kita semua
Percayalah pada yang lainnya
Jalani hidup ini bersama-sama

Oh.. kita teman satu dunia
Cinta ini bangkitkan kita
Semangat ini tak jua dilupa
Bersama-sama kita melangkah

Back to Reff

We are your friends
We always here with you…


Back to Reff

Until the end
Will always be with you…



Senyumanmu
2 Oktober 2009

Diri ini bahagia tak menentu
Aku pun tak tahu mengapa
Sesuatu dengan ekspresi yang baik
Dimana hal itu tersungging di bibirmu

Aku hanya melihatnya
Dan tanpa sadar ku pun lakukannya
Saat itulah kita berbagi rasa
Bersama kita tularkan bahagia

Reff:
Kuputuskan tuk kembali hadapi hidup ini
Dengan semangat dan keteguhan
Karena bagiku tawamu senyumanmu
Dukungan tanpa kata-kata

Kita tersenyum bersama-sama
Kau dukung aku maka aku pun dukung kau
Aku tak ingin lagi kehilangan senyum ini
Senyum tanda hamba yang bersyukur atas segalanya

Kuputuskan tuk kembali hadapi hidup ini
Dengan semangat dan keteguhan
Karena bagiku tawamu senyumanmu…

Back to Reff

Kuberikan senyuman tanda gairahku
S’bagai terima kasihku


Trust Me
23 Mei 2010

Hati pikiran kita berandai-andai
Merenungi masa depan yang entah bagaimana
Akan berlabuh dimanakah kita?
Langit biru itu seolah bertanya

Bisakah kita hadapi segalanya?
Sejenak diri kita berdiam
Mantapkan hati dan menjawab
“Percayalah, maka aku bisa”

Reff:
Just trust me just believe in me
Kebersamaan ini beriku semangat
Bersama melangkah saling percaya
Kutunggu kisahmu di kala datang

Jikalah kita terpisah tersebar
Tak kita biarkan duka menghalangi
Walau sulit melangkah kita tetap mencoba
Sebab rasa percaya itu masih ada

Semangatlah dan percayalah
Yakin dan ingatlah apa yang benar
Itulah janji ikatan kita


Cahaya Hati
9 April 2010

Pernahkah kau merasa tak berguna
Ingin lenyap dari dunia nan jaya
Merasa lemah tak berdaya
Terus bergantung dan menyesal

Reff:
Ingatlah, tak ada orang yang lemah
Setiap yang lahir pasti ada artinya
Luka-lukamu pasti akan menjadi
Cahaya di hati
Yang tak berhenti
Yang ‘kan selalu bersinar

Ada cahaya yang takkan pernah padam
Yang ‘kan terangi hatimu yang gelap
Memberimu semangat untuk hidup
Dan menjadi sosok yang kuat

Ketahuilah, kenangan juga cintamu
Berkumpul jadi satu di hatimu
Itulah hal-hal yang telah membuat
Cahaya di hati
Yang menghangatkan
Yang membuatmu berjuang

Berdirilah jangan duduk diam saja
Majulah jangan diam tak bertindak
Membaurlah jangan hanya sendirian
Cahayamu akan sekuat mentari

Back to Reff

Cahaya di hati
Yang tak berhenti
Yang ‘kan selalu bersinar


Pertemuan
23 April 2010

Reff:
Kini kita jalani dunia bersama
Tak pernah aku berangan bertemu denganmu
Tak pernah kuminta Tuhan mempertemukan kita
Tapi aku bersyukur atas pertemuan ini

Kurasakan setelah kita bertemu
Duniaku berubah duniaku meluas
Muncul warna baru dalam hidupku
Yang kadang buatku ingin berdiri lagi

Tuhan, aku tahu nantipun akan berpisah
Izinkan kami saling beri kehangatan
Aku ingin menjalani suka duka bersama
Sampai saat itu tiba

(2 Lirik lagu di bawah ini diambil berdasarkan novel fiksi karya saya sendiri)

Changing

24 Mei 2010

Reff:
Perasaaan ini mendorongku untuk bersamamu
Dunia terasa sempit bila kau menghilang
Kuraih tanganmu, aku ingin kau tahu
Yang kurasakan ini mungkin cinta

Aku ingin berubah seutuhnya
Aku ingin bebas kupu-kupu terbang

Kenyataannya rasa ini pun ikut berubah
Bahagia diriku bila bersama
Aku memohon dan menatap sang bulan
Kembalikan milikku, kenangan dan kebebasan

Senyuman dan air mataku kembali
Kau berikan kehangatan yang mengalir

Cahaya seolah tak hanya masuk ke mataku
Tubuh dan hatiku pun terang menghangat
Kaulah orang yang menghilang dariku
Nostalgia diriku namun tak bisa ingat

Cinta, tetaplah bersamaku
Aku tak ingin kau hilang lagi
Aku tak ingin ada yang lenyap lagi
Sampai akhir…

Perasaanku berubah…


Sehari Bersama
18 Juni 2010

Begitu terbit sang mentari
Kita gembira menari dan menyanyi
Bersenandung sepenuh hati
Bahagia bisa bertemu lagi

Saat sang mentari s'makin meninggi
Senyum di wajah ini makin berseri
Kita berlarian tanpa henti
Bersama kupu-kupu yang manis

Reff :
Kita selalu berharap bisa bertemu kembali
Dalam satu waktu satu melodi
Bunga dan kupu-kupu bahkan air mengalir
Semua jadi saksi kenangan manis ini

"Aku ingin selalu bersamamu"
Itulah hal yang kita serukan pada dunia
Yang kubisikkan padamu selalu
So then you my precious won't disappear

Back to Reff

Setelah berpisah, kita akan bertemu lagi
Bersama bersenandung penuh arti
Perasaan kita...
Akan selalu ada...

Tetrapia
 14 Januari 2011
Pada suatu masa indah
Di mana kucari jati diriku
Kudatangi satu dunia kecilku
Dunia kecil yang telah kami namai

Tetrapia... punya sejuta kenangan
Kedewasaan yang kudapat di sana tak akan sia-sia

Kini kami akan melangkah
Laksana burung terbang meninggi
Menuju cahaya abadi
Coba 'tuk membuat sosok ini berarti

Perjalananku yang singkat ini
Telah bimbing ku jadi lebih baik
Sederhana namun memiliki arti
Makna di sana hanya di sana

Tetrapia... makna hidup ku diajarnya
Semangatnya membuat diri ini 'tuk terus berjuang
Tetrapia... keislaman, ilmu dan cinta
Segalanya yang kudapat di sana pengalaman berharga

Terima kasih dari Tetrapia
Atas dukungan selama ini
Ayah bunda guruku kawanku
Terima kasih telah buat aku berarti...
 
Terima kasih dari Tetrapia (hoo woo)
Atas dukungan selama ini (selama ini)
Ayah bunda guruku kawanku (kusyukuri engkau)
Terima kasih telah buat aku berarti...
Akan aku buat sosok ini berarti...

Rabu, 21 Desember 2011

Naff - Tetap Berjalan :')


Aku pertama tahu lagu ini dari Bu Erma, salah satu guru di SMP-ku tercinta. Pertama denger, iya sih, enak. Liriknya juga bagus. Tiap kali aku denger lagu ini, aku jadi inget Bu Erma dan guru-guru di BM. Secara nggak langsung jadi inget pesan-pesan mereka juga, jadi aku bisa lebih semangat lagi menjalani hidup.

Terima kasih banyak banget buat Bu 'E yang udah ngenalin lagu ini ke saya dan teman-teman. Maaf nggak jadi dinyanyiin pas wisuda. :)


Tetap Berjalan
NaFF


Hidup terlalu bengis saat kau coba terus ratapi
Hidup adalah perjuangan meski tak mudah kau taklukan

Mana senyuman manismu dulu tunjukan itu padaku
Usaplah air matamu lalu bilang bahwa kau mampu

Berjalanlah walau tertatih kawan
Hadapi dunia dengan senyuman
Di sini ku ada untukmu
Genggam tangan kita bersenang-senang

Selasa, 05 Juli 2011

Inspiring Student, Lagi... ;)

Ya begitulah. Tanggal 19 Juni lalu aku wisuda. Dan aku dapat penghargaan baru. Aku terpilih lagi jadi Inspiring Student, setelah tahun lalu kuperoleh gelar itu.

Awalnya aku sama sekali nggak tahu siapa Inspiring Student tahun ini. Tahun lalu, aku mendapatkannya, dan aku memperoleh beasiswa selama 1 semester untuk semester 5. Aku bertanya-tanya, siapa yang mendapatkannya tahun ini. Apa Hafizhoh? Atau Nisa? Atau anak yang lain? Entahlah.

Waktu pengumuman kelulusan, Bu Rina bilang Insya Allah aku akan dapat piala saat wisuda karena NEM-ku paling tinggi. Aku seneng aja, karena di rumah aku nggak punya piala yang utuh. Jadi Inspiring Student tahun lalu aku pun nggak dapat piala. Cuma piagam berbingkai dan beasiswa. tapi waktu itu kan yang penting beasiswanya... jadi nggak apa-apa. Sampai hari wisuda, aku kira penghargaan Murid Berprestasi Kelas 9B milikku. Soalnya cuma penghargaan jenis itu yang diberi piala. Ternyata yang punya penghargaan itu Ermi, salah satu sobat dekatku. Dia maju ke panggung dengan gembira. Aku senang dengan itu. Ermi memang anak baik dan cerdas yang pantas dapat penghargaan itu.

Tapi aku lemas.

Mungkin aku kecewa hari ini. Penghargaan itu ternyata bukan milikku. Penghargaan yang tersisa hanya Inspring Student. Dan Inspiring Student tahun ini, aku yakin bukan aku. Tidak ada yang bisa jadi Inspiring Student berturut-turut 'kan?

Ternyata benar.

MC menyebutkan penghargaan "Inspiring Student", lalu diikuti namaku.
Ya ampun.
Rupanya guru-guru sengaja mengejutkanku. Mereka tidak memberi tahu aku maupun orang tuaku soal ini. Namaku juga disebut keras-keras waktu itu. Perasaan campur-aduk. Bingung, senang, nggak percaya, semua nyampur. Aku naik ke panggung. Lalu dikalungkan medali (plastik kayaknya ehehee) yang ada namaku di sana oleh ketua Yayasan Baitul Maal. Aku juga diberi map berisi sertifikat dan amplop putih berisi uang senilai 1,5 juta.

Wow wow. Alhamdulillah deh. Nggak nyangka sebenarnya. Mungkin yang lain benar. Adik kelasku bilang, sepertinya belum ada yang bisa merebut gelar Inspiring Student dariku. Aku masih belum ada yang bisa mengalahkan. Sebenarnya sedih juga mendengar itu. Harus ada adik kelas yang lebih hebat dari aku dan angkatanku. kalau tidak, BM nggak akan tambah bagus. Ayo dong adeekk kalahkan kamiii...

Yatto, Hasil UN yang Ditunggu-Tunggu...

Berawal dari SMS malam itu. Pemberitahuan bahwa pengumuman hasil UN SMP dipercepat dari tanggal 4 Juni 2011 menjadi tanggal 3 Juni 2011. Ooh, bagus deh. Aku udah penasaran banget sama nilainya. Walaupun sebenarnya aku kurang pede karena waktu UN ada soal-soal yang "nggak-pernah-dipelajari-sebelumnya-tahu-tahu-ada".

Jadi gimana perasaanmu, Fil?

Biasa aja.

(90% serius, 10% jaim)
Beneran deh! Aku bener-bener biasa aja. Yaah.. aku memang selalu kayak gini. Baru deg-degan kalo udah detik-detik terakhir.

Pengumuman ngaret, yang awalnya jam 1 siang, jam 1.30 baru mulai. Acara diadakan di Masjid Ulul Albab sekolah kami dan dipandu oleh Pak Malik. Selain kelas 9, ada juga adik-adik kelas 7, kelas 8, serta Alumni. Dengan bergantian, para guru menyampaikan kesan-pesan. Sejujurnya, capek juga. Cukup pegal maksudnya. Duduk terus tanpa gerak selama 1 jam lebih. Tapi untuk para guru yang berjasa itu, harusnya duduk pegal seperti ini cuma pengorbanan kecil. Yang penting mendengarkan mereka bukan?

Ada kesan guru yang menyentuh. Kesan-pesan dari Pak Hasyim membuat semua mata di sana berkaca-kaca. Touching sangat. Ada juga yang bikin marah, yakni waktu Bu Ridha menyampaikan kesan-pesannya. Waktu beliau bicara, ada suara HP berdering. Sepertinya punya murid. Begitu sadar beliau terdiam dan kelihatan kesal. Wajar sih. Sebab, bagi kami murid Baitul Maal, membawa HP ke sekolah selain saat kegiatan non formal adalah hal tabu. Jangankan guru. Pikiranku meledak-ledak kesal sama yang bawa HP itu. Kayaknya cowok sih. Yah, sebenarnya hari Rabu yang lalu, temen-temen sekelasku alias cewek-cewek angkatanku sudah kuminta tidak membawa gadget hari ini. Ternyata masih banyak yang bawa.
Untung bukan kalian yang mengalami kejadian seperti ikhwan itu. Apa kubilang?

Hhh.. Yah, sudahlah. Emang gitu ngatur remaja jaman sekarang. Kita Back to topic aja...

Akhirnya para guru selesai menyampaikan kesan-pesan. Ternyata... murid juga diminta kesan-pesannya. Dari ikhwan Zaid. Dari akhwat? Ternyata saya. Ya sudah. Aku cuma bilang, minta maaf atas kesalahan kami dan berterima kasih pada guru-guru. Aku menduga-duga waktu Zaid sedang memberikan kesan, jangan-jangan akhwat yang diminta itu aku. Iya atau bukan, aku siapin apa yang akan kukatakan. Ternyata bener. Alhamdulillah aku bisa mengutarakan kesan itu dengan cukup lancar. Kesan-pesan benar-benar selesai. Dan akhirnya tibalah... Detik-detik mendebarkan itu...

Karena jumlah murid tahun ini tiga kali lipat angkatan lalu, cara pengumumannya agak berbeda. Dulu, karena cuma 12 orang, seluruh kelas 9 duduk di paling depan, berhadapan langsung dengan barisan guru. NEM mereka disebutin satu-satu. Kami adik-adik kelas yang di belakang mereka menyaksikan mereka satu-persatu sujud syukur. Benar. Persentase kelulusan tahun lalu, 100%.

Saat menjelang pengumuman itu, aku terus menduga bahwa angkatanku nggak 100% lulus. Aku terus dihantui keraguan kalau angkatan kami tak bisa memecahkan rekor NEM tertinggi selama hampir 4 tahun Baitul Maal berdiri. NEM tertinggi selama ini dipegang oleh Kak Marwah, siswi angkatan pertama, dengan NEM sekitar 36,10. Sekarang ini beliau baru lulus dari SMA Negeri 90 dan akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Sejak beliau lulus dari BM waktu itu, belum ada yang berhasil mengalahkan beliau. Ironisnya, NEM tertinggi SMPIP Baitul Maal justru terus menurun dari tahun ke tahun.

Dulu, aku sempat sedih melihat situasi ini. Ingin sekali aku mendapat nilai tertinggi yang lebih besar supaya sekolahku makin melayang. Biar orang-orang pada tahu ada "Sekolah Jujur" dengan lulusan-lulusan yang NEM-nya gede, yang namanya Baitul Maal.

"Aku nggak mau begini. Aku ingin sekolah tempat aku pernah belajar di sana punya riwayat NEM 'ASLI JUJUR' tertinggi yang bagus. Aku nggak mau sekolahku NEM tertingginya cuma 36. Harusnya angkatanku ada yang sampai 38. Nilai 36 dari 40 nggak cukup untuk membalas apa yang selama ini dilakukan orang-orang di BM untukku. Bener-bener nggak cukup... Lagipula, Kak Marwah bisa mendapat NEM 36 waktu fasilitas BM masih seadanya. Bahkan mungkin beliau baru 1 tahun menikmati belajar di gedung sekolah sendiri. Dua tahun masa belajar, angkatannya menumpang di gedung SDIP BM. Sedangkan angkatanku? Kantin ada. Malah ada Pujasera. Komputer banyak. Lapangannya aspal. Loker bagus. Guru-gurunya lebih banyak dan hebat. Masjid nggak bocor lagi. Seragam pramuka ada. Alat peraga IPA makin banyak. Malah sekarang, Baitul Maal juga punya kolam renang sendiri. BM di masa Kak Marwah sama sekali nggak sebagus ini, tapi beliau bisa dapat NEM segitu. Kenapa angkatanku yang mendapat banyak fasilitas malah tidak bisa lebih tinggi? Kalau ternyata benar-benar tidak bisa, memalukan."

Aah, terkenang lagi pikiran itu. Itu pikiran yang sempat begitu bergejolak dalam diriku.

Sekarang pikiran terfokus lagi. Penasaran hasil UN. Kali ini, setiap anak dipanggil ke depan satu-satu. Masing-masing diberi amplop coklat ukuran biasa dan disuruh menanda tangani tanda terima. Aku mengambil amplop di depan, memberi tanda tangan, lalu kembali ke tempatku duduk tadi. Nasibku sekarang tergantung dari isi amplop coklat ini. Aku butuh NEM tinggi untuk masuk Sekolah Negeri Jakarta, bukan cuma sekedar lulus. Belakangan ini, aku dihantui cuma mendapat NEM sekitar 35-an. Padahal aku butuh 36 untuk masuk Jakarta. Aku juga dihantui kalau angkatanku nggak 100% lulus. Firasatku mengatakan ada yang tidak lulus. Entah siapa.

Guru-guru menyediakan tisu di depan kami.
"Ini tisu, ambil aja kalo mau. Siapa tahu ada yang nangis nanti," kata Bu Rina, kepala sekolah kami tersayang.
Setelah dibilang begitu, hampir semua anak nggak ngambil. Paling cuma 1 orang, dan dia pun sebenarnya tak mengerti kenapa disediakan tisu. Semua anak takut gara-gara tisu itu. Apalagi muka guru-guru kayaknya mendung. Nggak ada yang cerah. Beneran atau nggak, nggak tahu deh. Semua harap-harap cemas.

Sebelum membuka amplop, Bu Rina memberi tahu nilai tertinggi untuk masing-masing pelajaran.
"Bahasa Indonesia, nilai tertingginya 9.40..."
Alhamdulillah...
"... Matematika, 9.75..."
Yah, nyaris. Tapi Alhamdulillah deh...
"... Bahasa inggris, 10.00..."
Alhadulillah wa syukurillah... histeris aku di sini. Nilai siapa kira-kira?
"... IPA, 9.50..."
Allahu Akbar...
"... Lalu NEM tertinggi angkatan ini, 37.90."
Alhamdulillahi Allahu Akbar... rame banget pas ini disebutin. Siapa yang dapat NEM itu? Apa Icha? Atau Ermi? Emiel? Ario? Siapa?


Bu Rina mulai menghitung mundur, memberi aba-aba untuk membuka amplop. Semua dihiasi rasa penasaran dan was-was. Bu Rina meminta kami beristighfar jika tidak lulus dan mengucap hamdallah serta bersujud syukur jika lulus.

"3... 2... 1... buka amplopnya."

Satu per satu kudengar teman-temanku meneriakkan takbir. Aku tidak melihat sekeliling. Tidak bisa. Butuh waktu bagiku membuka amplop itu dan aku harus fokus. Karena aku duduk paling depan juga, aku tak tahu bagaimana reaksi teman-teman di belakangku.

Akhirnya berhasil kubuka amplop itu.
Aku membuka kertas yang terlipat itu.
Ah, ada tulisan LULUS.
Tapi itu nggak cukup. Aku perlu tahu NEM UN-ku. Berapa? Jangan-jangan beneran 35?

Aku lihat NEM-ku. Itu waktu yang singkat, tapi dalam ingatanku terasa lama sekali.
Setelahnya, aku langsung sujud syukur. Dan rasanya aku tak mau bangun lagi. Aku mau terus sujud. Entah bagaimana harus mensyukuri apa yang kudapat hari ini.

NEM-ku, 35.15.
Yah, kukira begitu.
Banyak soal yang tidak bisa kujawab.
Walau tidak deg-degan, aku merasa akan ada kehancuran.
Ternyata TIDAK.

NEM-ku, 37.90.
Bener-bener segitu.
Dan sepertinya aku menempati peringkat pertama semester ini.
Sesuatu yang gagal kudapat di 5 semester lalu.
Harus bagaimana bersyukur?

Aku masih sujud. Rupanya aku terlalu bahagia. Aku mengeluarkan suara-suara tak jelas, karena tidak bisa mengendalikan suaraku. Air mataku mengalir terus. Tentu saja bukan air mata sedih. Aku terlalu senang.

Akhirnya aku bisa bangun dari sujudku. Guru-guru akhwat menjejalkan tisu ke mukaku. Ah, aku separah itu ya, ternyata. Karena lama sujudku dan suara tangisanku yang padahal tak keras, teman-temanku tahu, NEM 37.90 itu milikku. Satu persatu mulai memberi selamat padaku.

Tapi ternyata, ada 4 orang ikhwan yang belum tersenyum. Mereka maju ke depan dan duduk di sana. Aku sendiri bingung dan khawatir. Kenapa mereka di depan begitu? Mereka nggak lulus?

Ternyata mereka belum tahu hasil UN mereka. Tidak ada di amplop yang tadi itu. Hasil UN mereka ditahan karena mereka belum menyelesaikan tugas akhir sekolah. Namun, guru-guru berbaik hati. Setelah berjanji akan segera menyelesaikan tugas, guru memberikan amplop coklat yang baru. Alhamdulillah, ternyata mereka semua lulus.

Angkatanku lulus 100%.

Nggak percaya deh. Ternyata kami bisa. Hingga sekarang ini, angkatanku memegang rekor NEM tertinggi sepanjang sejarah BM, sekaligus NEM terendah juga sih. Ehehee :D

Setelah pengumuman itu, kami Sholat Ashar berjama'ah, menulis kesan-pesan di spanduk bekas dan pulang ke rumah. Aku pulang dengan wajah cerah dan perasaan yang ringan. Lega banget. Aku tahu, di rumah nanti reaksi ortuku pasti biasa aja. Selalu begitu. Walau begitu, aku tahu mereka sebenarnya bangga dan senang.

Oh ya, ini rincian nilai UN-ku...
B. Indonesia 9.40 (tertinggi)
Matematika  9.50
IPA              9.00
B. Inggris     10.00 (tertinggi)

Khusus B. Inggris, guru bidang studinya, Pak Yayat, janjiin aku traktiran. Yeaa... makasih, Pak... ^^
Aku senang dengan pencapaian ini. Setidaknya ada kemudahan untuk masuk negeri Jakarta. Mau tahu apa yang kulakukan untuk NEM ini?

Aku ngurangin main. Semester ini, aku nyaris nggak pernah menggambar lagi. Menurutku habis UN, bisa puas main, dan itu bener kok (kecuali kalo ternyata kamu jadi panitia perpisahan, kayak akuu). Aku jadi Sholat Dhuha hampir tiap hari. Kalo hari sekolah, aku usahain 4 raka'at. Tapi Sabtu-Minggu, biasanya cuma 2. Aku juga banyakin rawatib. Soalnya aku nggak jago bangun pagi buat Tahajud. Terus, yang paling penting, jaga hati orang-orang sekitar. Belajar juga, jangan berubah sikap aja. Kalo nggak ngerti tanya siapa aja yang menurut kamu bisa ditanya. Pas UN, liat-liat soal UN tahun lalu. Serius, jangan main-main melulu. Hormaati guruumu sayaangi temaaann...

Berdo'a juga ya. Info aja, ini do'a-do'aku tambahanku selama persiapan UN :
Ya Allah, tumbuhkanlah kedewasaan pada diri kami.
Luluskanlah teman-temanku dengan nilai tinggi dan berikanlah sekolah yang terbaik untuk mereka.
Ya Allah, bimbinglah aku menuju sekolah terbaik pilihanmu.
Berikanlah yang terbaik untuk teman-temanku yang baik, dan berikan pula yang terbaik untuk teman-temanku yang buruk.


Begitulah. Itulah pengumuman kelulusanku. Terima kasih telah membaca yaa... :)

Rabu, 25 Mei 2011

JYJ versi Baitul Maal

Iseng aja sih sebenarnya. Kemarin malam Hafizhoh bilang padaku :

"Hanya ada 5 K-Pop-ers di Angkatan 5! Jays, Jihad, Dea, Nisa.. dan yang baru aja jadi (baca : terinfeksi)... aku!"

Dia ketawa. Seneng banget. Hafi-chan yang seperti ini menakutkan.

Eh, ngomong-ngomong... Jays dan Jihad? Ternyata mereka K-Pop-ers yaa... Masa sih cuma mereka? Perasaan ada lagi deh... yang huruf depan namanya 'Y' kalo nggak salah...

Akhirnya kubuka Twitter-ku untuk memastikan dugaan. Dan akhirnya ketemu.

Yazid.
Di description-nya, dia nyebutin personilnya SHINee satu-satu. Onew, Tae Min, Jong Hyun, Key, Min Ho. Lengkap lima-limanya.

Dari situ, aku berhasil mengambil kesimpulan dari pengamatan sekilas itu.

Ada 3 K-Pop-ers di kelas 8A.
Jays
Yazid
Jihad

JYJ

Wew. Hahahaaa...

Becandaa becandaaaa jangan diambil hatiii XD