Minggu, 14 Desember 2014

Menjelang Berakhirnya Semester Pertama

Assalamu'alaikum. Apa kabar nih pada?

Belakangan ini aku lagi sering mikir kalo waktu bener-bener cepet berlalu. Rasanya belum lama aku ikut SBMPTN, belum lama rasanya kuliah di Unpad, tapi ternyata semester perdanaku ini hampir berakhir.

Beberapa dosen sudah pamit dan mohon maaf di kuliah terakhir. Nggak terasa. Masih terbayang kuliah-kuliah yang lalu seperti belum lama terjadi.

Yang rada sedih, ada kemungkinan kelasku yang sekarang berubah anggotanya. Sepertinya mulai semester depan kami bisa memilih jadwal kuliah sendiri sehingga kami mungkin akan terpisah. Apapun yang terjadi, aku tetap bersyukur bisa menjadi bagian dari kelas ajaib itu : Mankom D. Mungkin aku bakal bahas tentang mereka lebih lanjut di artikel lain :)

Anyway, ketika memulai kuliah dulu pasti ada beberapa impian atau tujuan yang ingin dicapai. Mendekati penghujung semester, aku jadi merenungkan kembali tentang semua itu. Apa aku sudah memulai langkah untuk menjadi sarjana yang baik? Apa aku sudah belajar tekun? Apa ibadah harianku semakin baik? Apa aku semakin rajin liqo?

Apa aku sudah memulai langkah untuk memelajari segalanya?

Ternyata belum semuanya berjalan baik.

Masih banyak hal yang belum kulihat.
Masih banyak buku yang belum kubaca.
Masih banyak kabar yang belum kudengar.
Masih banyak pula tempat yang belum kujelajahi.
Semangat mencari tahu!

Jatinangor, 4 Desember 2014
Fildzah NF

Selasa, 14 Oktober 2014

Lagi Doyan Genre "Royal Shoujo Manga"...

Kapan postingan terakhirku tentang jejepangan ya? Yah... Pokoknya kali ini saya mau memberi Anda semua, terutama penyuka Shoujo Manga, tentang beberapa judul Manga yang sedang kusukai belakangan ini. Entah kenapa, belakangan ini aku jadi baca komik remaja putri yang latarnya kerajaan gitu, padahal nggak sengaja. Langsung aja ya, ini judul-judulnya. Cuma empat kok~

(Ini diurutkan berdasarkan minatku ke komik itu sekarang/Agustus 2014, dari yang disuka sampai yang paling disuka)

1. Soredemo Sekai wa Utsukushii
(Walaupun Begitu, Dunia ini Indah)
Judul alternatif : SoreSeka, The World is Still Beautiful; Even So, The World is Beautiful
Komikus : Shiina Dai (majalah Hana to Yume)

SoreSeka bercerita tentang seorang Putri Bungsu Kerajaan Hujan, Nike (baca: ni-ke) Remercier, yang dinikahkan dengan Raja Kerajaan Matahari, sang penguasa dunia, sebagai syarat untuk mempertahankan otonomi wilayah kerajaannya. Sang Raja Matahari memerintahkan demikian karena tertarik dengan kekuatan keluarga Kerajaan Hujan, yaitu memanggil hujan. Namun, sang penguasa dunia yang dikabarkan menakutkan itu, Livius Orvinus Ifrikiya, ternyata hanya seorang anak laki-laki berusia 12 tahun! Bagaimana kelanjutan pertunangan Nike dan Livi?

Di Jepang, manga ini sudah dirilis sampai lebih dari 40 chapter. Walaupun di awal gambarnya kurang bagus, skill sang komikus terus berkembang. Chemistry antara dua tokoh utama bagus banget, duet politiknya juga keren. Ceritanya juga sebenarnya menarik, walaupun sang komikus sepertinya sempat blunder mengenai usia Livi (awalnya bilang 15, terus jadi 12).
Kepopuleran manga ini membuat Studio Pierrot membuat versi animenya. Tayang bulan April sampai Juni 2014, terdiri atas 12 episode. Nike diperankan oleh Maeda Rena, sedangkan Livi diperankan oleh Shimazaki Nobunaga.
Sampai sekarang versi komiknya masih lanjut di Jepang, belum ada tanda-tanda tamat.


Opini pribadi : komik ini mengingatkan saya bahwa di balik sosok yang hebat, ada masa lalu yang tidak mengenakkan. Juga mengingatkan saya bahwa "tak kenal maka tak sayang" (iyeyy). Livi yang lahir di negeri makmur ternyata bisa tak sebahagia Nike yang lahir di negara miskin. Masa lalu Livi yang membuatnya "lebih cepat dewasa" juga... wow aja gitu. Bagi yang suka sama kisah cinta di mana laki-lakinya lebih muda, mungkin kalian bakal suka sama SoreSeka ini.


2. Sugar Apple Fairy Tale
Penulis : Mikawa Miri
Komikus :
SAFT, sebenarnya adalah sebuah serial light novel yang kemudian volume pertamanya diadaptasi menjadi Manga. Bercerita tentang Ann Halford yang bercita-cita menjadi Silver Sugar Master seperti ibunya. Ceritanya dia semacam seniman permen gitu deh, yang bikin patung gula gitu. Di negeri tempat Ann tinggal, manusianya hidup dengan memperbudak para peri, yang tidak jarang disertai kekerasan. Ibu Ann adalah salah satu orang yang melawan kenyataan itu. Selama menjadi pembuat permen, ibu Ann tidak pernah mempekerjakan seorang peri pun. Namun, saat ini beliau telah meninggal dan Ann harus berjuang sendirian. Untuk melindungi diri dan membantu dirinya mewujudkan cita-citanya, Ann terpaksa "membeli seorang peri prajurit" bernama Shall Fen Shall. Ann berjanji akan membebaskan Shall setelah tujuannya tercapai, namun Shall menanggapinya dingin. Di tengah perjalanan mereka menuju Lewiston, tempat Sugar Sculpture Festival diadakan, Ann mendapat teman seperjalanan baru, yaitu seorang peri kecil Mythrill Reed Pod yang dulu pernah ditolongnya, serta Jonas, putra keluarga pembuat permen terkenal yang sebenarnya pernah melamar Ann. Perjuangan Ann untuk mendapatkan gelar Silver Sugar Master pun dimulai.

Waktu pertama baca SAFT, baik komik ataupun novelnya, memang agak susah dimengerti karena banyak istilah, baik tentang pembuat permen ataupun para peri. Tapi lama-lama, kita bakal enjoy sama ceritanya. Kita bakal mikir, "ih seru juga lanjutannya apa nih" atau "imut deh ceritanya" gitu.

Light SPOILER >>> Romance juga bagian dari SAFT. Perlahan tapi pasti, Ann yang seorang manusia jatuh cinta pada Shall yang seorang peri. Tentunya itu percintaan yang sulit. <<<



3. Akatsuki no Yona
(Yona Sang Fajar)
Judul alternatif : Yona of the Dawn, YONA~The Girl Standing in the Blush of Dawn~
Komikus : Kusanagi Mizuho (majalah Hana to Yume)

Yona adalah putri tunggal Kerajaan Kouka yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Il (iL).  Di Istana Hiryuu, Yona yang kehilangan ibunya sewaktu kecil tumbuh besar menjadi gadis yang egois dan manja. Ayahnya tak pernah mengajarkannya tentang politik dan selalu melarangnya memegang senjata apapun. Yona yang baru berulang tahun ke-16 ini tengah menyukai Soo-Won, sepupunya. Yona juga akrab dengan Hak, pengawal pribadinya yang ditunjuk langsung oleh Kaisar Il. Sejak kecil, Yona, Soo-Won, dan Hak akrab dan sering menghabiskan waktu bersama.
Namun di malam hari setelah perayaan ulang tahun Yona, Yona menyaksikan sendiri saat Soo-Won membunuh ayahnya. Hampir seluruh bagian istana tergabung dalam kudeta ini. Berkat bantuan Hak yang menyatakan akan tetap setia pada Kaisar Il, Yona berhasil kabur dari istana. Ia dan Hak memulai perjuangan untuk bertahan hidup dalam buruan pasukan yang diperintah Kaisar baru, Soo-Won. Bersamaan dengan itu, Yona mulai mempelajari bagaimana keadaan kerajaannya yang sesungguhnya, bagaimana sulitnya berjuang untuk hidup, dan bagaimana sisa hidupnya harus dihabiskan.

SPOILER >>>> Atas saran dari pertapa Ik-Soo, Yona, Hak, dan Yoon, kawan laki-laki baru mereka yang pandai banyak hal, memulai perjalanan untuk mengumpulkan para Prajurit Naga. Mereka adalah Kija sang Naga Putih, Shin-Ah sang Naga Biru, Jae-Ha sang Naga Hijau, dan Zeno sang Naga Kuning.
Bersama, mereka berjuang membantu orang-orang yang kesulitan di kerajaan itu. <<<<

Sebenarnya dari dulu aku udah akrab dengan komikus ini, Kusanagi Mizuho. Karya pertamanya yang kubaca berjudul NG Life, dan aku langsung mikir kalau gambarnya cantik banget. Garisnya tipis dan rapi, penggunaan screentone-nya keren, cakep deh. Judul YONA juga udah sering muncul di toko buku dari jaman SMP dulu kala, tapi baru mulai baca pas lulus SMA sekarang. Dan aku nggak nyesel baca. Keren. Aku sebenarnya kurang suka sama genre Reverse Harem ataupun Harem biasa, tapi begitu baca Yona, terus satu demi satu karakternya muncul, dan tanpa sadar aku sudah baca manga dengan genre yang gak kusuka! Haremnya emang gak vulgar, karena antar karakter saling akrab satu sama lain juga. Romance di sini juga gak melibatkan para Prajurit Naga walaupun mereka sangat setia pada Yona. Hanya sekedar cinta segitiga antara Yona, Hak, dan Soo-Won. 

Ngomong-ngomong, buat para penggemar Manga Yona ataupun yang berminat tapi males baca komiknya, ada kabar gembira! Studio Pierrot kabarnya telah memulai pembuatan anime Akatsuki no Yona sejak tahun lalu, dan anime tersebut akan tayang musim gugur tahun ini, bulan Oktober 2014! Sayangnya aku pribadi masih kuliah bulan itu, jadi baru bisa nonton bulan Desember nanti (semangat marathon wkwk). Para pengisi suaranya sama seperti dalam versi Drama CD yang telah dibuat berkali-kali sebelumnya, yaitu Saitou Chiwa (Yona), Maeno Tomoaki (Hak), Kobayashi Yusuke (Soo-Won), Minagawa Junko (Yoon), Masakazu Morita (Kija), Okamoto Nobuhiko (Shin-Ah), Suwabe Junichi (Jae-Ha), dan Shimono Hiro (Zeno). Trailer pertamanya juga sudah bisa disaksikan di YouTube ^^



4. Akagami no Shirayukihime
(Putri Salju Putih Berambut Merah)
Komikus : Akidzuki Sorata (majalah Lala DX, lalu pindah ke Lala)

Shirayuki adalah seorang ahli obat, juga gadis muda yang memiliki warna rambut langka, yaitu
merah apel. Karena rambutnya itulah, Pangeran Sulung di negerinya, Tanburn, yang bernama Pangeran Raji, ingin menjadikannya selir (meskipun belum punya permaisuri). Karena merasa sang pangeran hanya menyukai rambutnya, Shirayuki memotong rambutnya dan meninggalkan rambut itu di rumahnya, sementara ia sendiri kabur ke negara lain. Ketika berada di hutan di wilayah Kerajaan Clarines, Shirayuki bertemu dengan seorang pemuda bernama Zen dan dua kawannya, Mitsuhide dan Kiki. Setelah Shirayuki mengobati luka yang didapat Zen, Zen pun membantu Shirayuki kabur dengan mengizinkannya berlindung dalam pondok di hutan itu. Mereka pun mulai berteman. Namun ternyata Shirayuki tidak aman. Ajudan Pangeran Raji terus memburunya. Bagaimana selanjutnya Shirayuki akan bertindak? Siapa pula sebenarnya Zen yang terus membantu Shirayuki?

Saya sebenarnya gak mau ngasih spoiler di sini. Karena waktu baca chapter pertama, saya bener-bener gak tahu apa-apa soal ceritanya. Sekedar go with the flow aja. Terus pas ketahuan Zen itu sebenarnya siapa, manga yang awalnya biasa aja TIBA-TIBA JADI TERASA SERU BANGET. Karena itu saya saran tolong baca chapter pertamanya sekarang, di sini bisa.

Udah dibaca belom? Plis baca dulu. Kesannya sekali abis kayak one-shot manga kok. Baca di sini.



Udah baca? Kalo belom ayo liat di sini...



Mulai ada SPOILER nih ke bawah. Yakin gak baca? Tanggung risikonya sendiri yah.





Kalau menurutku identitas Zen bener-bener gak disangka-sangka. Awalnya kukira Zen itu sekedar pemburu, laki-laki biasalah... Ternyata dia pangeran bungsu di Kerajaan Clarines. Sebenarnya gambar sang komikus sederhana untuk ukuran shoujo manga, tapi gambarnya informatif. Setting kerajaannya tergambar dengan baik. Shirayukinya imut, Kiki cantik, Mitsuhide sama Obinya keren, terus Zen... Ah gak tahu deh lagi suka banget sama Zen hehe. Baru kali ini ketemu karakter yang gentleman gitu. Biasanya kan sering tuh ada tokoh cowok yang keren, tapi dinginlah, genitlah, dikit-dikit ngapain ceweknyalah... Bosen aja.


*Edit (14/10/2014) : Well that's all. Tulisanku ini emang udah gak relevan lagi, tapi gak tau kenapa aku males ngubahnya. Mata ne! ^^

Kamis, 28 Agustus 2014

Udah Seminggu Lebih di Kosan '-')

Assalamu'alaikum. Kira-kira gitulah gambaran apa yang mau diceritain di sini.

Aku mulai kost H-1 Ospek Universitas, tanggal 17. Sekarang jadi males ngitung udah malam keberapa, afwan lah yak -_-

Ospek Universitas dua hari lamanya. Berkesan banget, acaranya besar banget pula. Terus langsung dilanjut ospek fakultas untuk tiga hari berikutnya. Kalau osfak aku bener-bener gak mau cerita. Soalnya menurutku itu berakhir dengan agak kurang memuaskan. Bukan masalah di acara atau kakak-kakak panitianya kok, akunya aja. Hehee maaf lagi ya...

Soal kehidupan di sini, Alhamdulillah lancar-lancar aja. Terus, ini sebenarnya agak kurang pantas disyukuri, tapi alhamdulillah sampai sekarang aku belum homesick. Emang dari awal udah kuat niat buat ninggalin rumah. Nggak ada masalah apa-apa sama keluarga, cuma rasanya aku di rumah numpang doang, gak ngapa-ngapain, atau ada aku maupun nggak ada aku nggak bakalan banyak yang berubah. Gitu deh. Jelas ada saat-saat sulit ketika nggak ada orang tua atau anggota keluarga lain, tapi di situlah tantangannya. Gimana caranya biar kita bisa survive seorang diri.
Orang tua pastinya masih nanya kabar, aku juga ngasih kabar (tapi gak bales nanyain kabar. Jahat banget yak).

Di sini emang belum ada temen baru yang akrab banget denganku, tapi Alhamdulillah aku bisa survive sampai sekarang itu juga salah satunya berkat Ermi. Aku emang beruntung banget bisa satu fakultas dan tetanggaan di kosan sama temen deketku dari SMP itu. Nggak buta banget Sunda jadinya, Alhamdulillah. Ermi udah banyak banget bantuin aku. Mulai sekarang aku juga mesti lebih mengandalkan diri sendiri.
Alhamdulillah aku juga mulai akrab gitu sama ibu warung makan di deket kosan. Ibunya baik banget hehee. Tapi sayangnya masih belum berhasil mengakrabkan diri dengan ibu laundry. Lanjuuut...

Kuliah juga udah mulai dari hari Senin kemarin. Di Fikom ini jurusan ilkomnya langsung disuruh milih konsentrasi prodi, ada Manajemen Komunikasi, Jurnalistik, dan Ilmu Komunikasi. Aku ngambil yang ManKom. Ternyata dapet kelas yang sama kayak temen SMP-ku yang lain, Shadiq, walaupun dosen pembimbingnya beda. Btw soal dosen pembimbing aku dapat dosen yang sepertinya non Islam, tapi beliau salah satu dosen terbaik di departemen ManKom. Temen-temen di kelas asyik-asyik, lumayan akurlah. Masih rada kalem karena baru kenal. Katanya sih anak ManKom itu lucu-lucu, jadi mungkin tinggal tunggu waktu aja. Tugas kuliah banyak, iya jelas. Semangatlah semoga bisa terus disiplin ngerjainnya. Semoga juga pendaftaran anggota perpus fakultas cepet kelar, jadi mulai bisa ngerjain tugas dan minjem-minjem buku. Bismillah~

Aku sebenarnya pernah dibilang sama guruku kalau untuk semester pertama dan kedua jangan ikut organisasi dulu. Tapi seperti yang kuduga aku gak kuat kalau sama sekali nggak ikut. Aku terlanjur daftar LDK Universitas, ada niat untuk keluar, entah deh gimana. LDK tingkat Fakultas juga sebenarnya aku nggak daftar, cuma jaringan alumni SMA-ku di sana membuatku terseret (ke tempat yang baik) wkwk -_-
Aku nggak terseret sendiri kok, terseret berjama'ah bareng Ermi. Ermi senasiblah kayak aku. Kita berdua setuju kalau semester awal-awal harusnya fokus menstabilkan IPK, tapi kita juga tahu kalau waktu SMA, yang bikin kita berdua tetep semangat belajar salah satunya adalah teman-teman di Rohis. Kita tahu kalau lagi gundah gulana atau sekedar lelah, kita selalu larinya ke masjid. Sekedar ketemu sama teman-teman di sana juga udah mompa semangat banget. Kita butuh tempat kayak gitu, makanya kita tetep "main-main" ke LDK fakultas.
Padahal aku sama Ermi juga udah punya kelompok liqo sendiri, tapi base-nya di Masjid Salman ITB, Bandung. Yang artinya hampir tiap pekan aku, Ermi dan seorang kawan lagi di Unpad harus bolak-balik Bandung-Jatinangor. Sejujurnya, ini yang berat. Barangkali aku bakal ada negosiasi lagi soal tempat liqo.

Aku juga masuk satu UKM tingkat universitas. Maunya sih tingkat fakultas, tapi UKM itu cuma ada di tingkat universitas. UKM berisi ilmu bela diri yang aku memang udah penasaran pingin belajar dari dulu : Aikido. Rabu kemarin aku ikut latihan perdananya. Seru, menarik. Awalnya agak cemas karena ada beberapa Teteh dari Fikom yang ikut itu terus keluar, tapi setelah ikut latihan pertama, insya Allah aku masih mau datang lagi pekan depan. Aku cuma perlu latihan lebih tekun, bismillah lagi!

Apa lagi yang mau ditumpahin ke sini ya? Hehee... Maaf banget nih bahasanya tumben gak ada estetikanya sama sekali. Asal nulis sih, tiba-tiba pingin ngeblog. Kali ini sampai sini dulu, ya, wassalam :)

Yang sedang berusaha menghadapi tugas kuliah,
Fildzah Nur Fadhilah
Ilmu Manajemen Komunikasi Fikom Unpad

Kamis, 17 Juli 2014

Keputusan Allah yang Lebih Indah :)

H+1 pengumuman SBMPTN nih! Terus gimana hasilnya?

Jam 5 sore lewat dikit aku udah coba buka website pengumuman, tapi lamaaa banget koneksinya. Akhirnya pindah ke web pengumuman yang di ITB. Rasanya waktu itu seolah-olah aku cuma daftar di ITB, jadi aku cuma fokus ITB aja hehe.

Setelah ku-input nomor peserta dan tanggal lahirku, ALHAMDULILLAH ada ucapan selamat di situ. Aku udah seneng ngira aku dapet ITB, tapi begitu ku-scroll webnya aku bukan dapet di FSRD ITB.

Tuh. Ternyata aku dapetnya di pilihan kedua, Ilmu Komunikasi UNPAD.
Jujur pas pertama lihat bingung mesti ngerasa gimana. Aku resmi gagal masuk FSRD, jadi ada rasa kecewa. Tapi aku berhasil masuk ke prodi yang kalau menurut statistik tahun lalu, peminatnya bisa lima kali lebih banyak daripada FSRD. Itu bagus 'kan? Harus disyukuri dong!

Aku sudah berdoa pada Allah supaya diberikan yang terbaik, dan inilah jawaban yang diberikan padaku. Sore itu, sambil berbuka puasa ummi-abi menyemangatiku. Mereka sempat tanya, "gak apa-apa di Unpad?" Aku jawab dengan segera "gak apa-apa."
Ibuku lalu cerita kalau sebenarnya beliau agak takut aku benar-benar masuk seni rupa. Di seni rupa banyak anak-anak unik, beliau takut aku mengalami degradasi di sana. Kalau di prodi lain, mungkin bakal lebih baik.
Ibuku juga menghibur, anak komunikasi media itu bakal jadi managernya, sedangkan anak desain komunikasi visual justru malah bakal jadi bawahannya. Bener juga 'kan? Ilmu yang kudapat selama les gambar juga nggak akan sia-sia kok.
Ortu juga merasa biaya kuliah plus biaya hidup di Unpad lebih murah daripada di ITB. Terus kalau mereka mau menjenguk aku di kost nanti sekaligus adikku Hafi di Kuningan, bakal lebih gampang karena Jatinangor-Kuningan itu searah, sedangkan kalau di ITB bakal agak lebih jauh karena harus mampir ke Kota Bandung.
Lebih banyak nilai plusnya kan ternyata? Akhirnya aku yakin kalau ternyata Unpad memang lebih baik untuk aku dan keluarga. Di last minute menjelang pengumuman, aku memang berdoa supaya aku dimasukkan ke universitas yang terbaik juga bagi orang tuaku.

Itu faktor keluarga. Ada lagi faktor temen-temen. Waktu aku kelas 10 ada kakak kelas 12 di Keputrian yang lumayan akrab sama aku, gara-garanya kami sama-sama suka anime (lol). Kakak itu akhirnya lulus dan kuliah di Ilmu Komunikasi Unpad. Setiap kali datang main ke sekolah atau acara-acara Keputrian lainnya, kakak itu selalu cerita-cerita padaku tentang kampusnya, tentang prodinya, tentang kuliahnya... Banyak deh. Beliaulah faktor utama aku memilih Ilmu Komunikasi Unpad sebagai salah satu pilihanku. Semoga kami bisa saling bantu nanti hehee...

Sepupuku yang paling tua juga sekarang lagi kuliah tahun ketiga di Teknik Geologi Unpad. Udah gitu ternyata banyak banget temen-temenku yang juga keterima di Unpad, malah ada sekitar dua orang yang satu prodi denganku. Salah satunya teman sebangkuku yang cantik waktu kelas 11 (ehhee). Temen-temen yang di situ sebagian besar juga lumayan kompatibel sama aku ini, jadi seneng deh, alhamdulillah ^^

Karena dulu ngeliatnya ITB terus, aku gak tahu apa-apa tentang Unpad. Jadi aku baru mulai cari informasi sekarang. Pas kulihat foto kampusnya, ternyata lebih keren dari ITB (ternyata ya). Masjidnya juga... 

... Aih, tampaknya keren banget. Pasti gabung kerohanian Islamnya deh~!

Alhamdulillah juga, ada adek alumni SMP-ku yang baru lulus, bilang kalau orang tuanya punya kost khusus akhwat di deket Unpad. Sekali lagi tuh, khusus AKHWAT! Enak kan? Skarang aku sama ortu masih tanya-tanya ibu kostnya. Kalo memang tempatnya bagus, kenapa nggak?

Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah. Rasanya sekarang tuh ibarat aku minta melon, eh dikasihnya semangka. Minta yang besar dan kelihatan bagus, eh dikasih yang lebih besar, lebih bermanfaat dan lebih menyegarkan. Allah memang tahu yang terbaik! ^^

Mungkin Allah tahu aku punya potensi lebih besar di ilmu komunikasi. Waktu ujian keterampilan psikotesku memang gak memuaskan, gambar-gambar lainnya juga kayaknya tipe yang bisa lolos bisa nggak gitu. Aku belum tahu berapa peminat FSRD tahun ini, tapi tahun lalu aja peminatnya lebih dari 1000, dengan daya tampung sekitar 90 orang. Ilmu Komunikasi Unpad, yang tahun lalu punya daya tampung hampir sama dan peminatnya sekitar 5000 orang, malah bisa kumasuki. Apalagi baik Unpad maupun prodi Komunikasi sama-sama jadi pilihan favorit tahun ini. Aku malah lolos. Jujur memang waktu SBMPTN tulis aku bisa ngisi lumayan banyak, sekitar 8-14 soal per pelajaran soshum, matdasnya juga walaupun nggak banyak, tetep lebih banyak dibanding waktu Try Out. Seolah-olah secara nggak langsung Allah bilang padaku, ilmu dan kecerdasanku sayang kalau tidak digunakan lebih sering.

Sekali lagi, Alhamdulillah. Aku udah sama sekali nggak kecewa akan kegagalan masuk FSRD, aku malah makin bersyukur diterima di Unpad. Sekarang pun aku masih berusaha untuk semakin menyukai Unpad. Bismillah! Semangat kuliah! 

Pramuda 2014, 
Fildzah Nur Fadhilah


Selasa, 15 Juli 2014

Renungan H-1 SBMPTN

Assalamu'alaikum, di sini Fildzah...

Apa kabar semuanya? Masih hangat dalam suasana Ramadhan yaa...

Tak terasa sudah hampir sebulan berlalu setelah aku ikut tes SBMPTN. Aku gak deg-degan nunggu pengumuman, tapi nggak bisa bilang nggak takut juga. Pastinya adalah rasa cemas begini. Pengumumannya besok, 16 Juli pukul 18.00. Hmm.

Sejujurnya aku percaya diri bakal lolos. Tapi aku gak tahu bakal lolos di pilihan berapa. Aku sudah berjuang untuk ini. Aku nggak tahu usahaku keras atau nggak, tapi aku sudah usaha. Tinggal tunggu hasil.

Aku tahu mungkin belakangan ini sikapku gak terlalu baik, walaupun secara ibadah agak meningkat. Aku masih egois, masih asyik dengan dunia sendiri. Kuliah di manapun nanti, aku harus memaksa diriku untuk lebih peduli pada orang lain.

Galau amat yak. Random dikit yuk, optimis! Kuliah di manapun aku harus usaha lebih keras lagi dibanding waktu SMA. Ini kedengerannya ngeri sih, kesannya Kuliah bakal berat banget.

Ada hikmahnya nih lama nunggu pengumuman. Aku jadi tahu kalau jadi pengangguran itu nggak enak. Rasanya sehari-hari aku cuma sholat, makan, tidur, tilawah, nonton anime... Begitu-begitu terus. Nggak guna banget haha. Eh aku gambar juga kok, sama lagi mencoba belajar ulang bahasa Arab sama Jepang sendirian (entah ada progres atau nggak).

Kalo dipikir baik-baik, akun-akun medsosku jadi membagi-bagi kepribadianku nih. Di blog aku lebih sering curhat dan cerita pengalaman, di twitter aku jadi militan, di tumblr aku jadi otaku parah. Hahahaha....

Bismillah ah. Kalo besok diterima, bersyukur, jangan sombong. Kasihan kalo ada temen yang nggak dapet. Syukuri apapun yang didapat. Kalo nggak diterima (semoga nggak gini), yakinlah kalau Allah punya rencana yang lebih baik. Mungkin aku bakal daftar swasta, entah sekarang masih ada yang buka pendaftaran atau nggak.

Oiya, kemarin aku juga ikut seleksi beasiswa Monbukagakusho, Kementerian Pendidikan Jepang. Aku daftar untuk program S1, Alhamdulillah tanggal 1 Juli kemarin aku dinyatakan lolos berkas. Aku ikut ujian tulis tanggal 7 Juli di pusat studi Jepang Universitas Indonesia, tapi kemungkinan aku lolos kecil. Aku bisa ngerjain ujian Bahasa Inggris, tapi cuma bisa ngerjain setengah ujian Matematika. Pengumuman tesnya tanggal 12 Agustus nanti, itu juga masih akan dipanggil lagi untuk tes wawancara.

Semangat, Allah mengikuti prasangka hamba-Nya. Optimis lolos. Bismillah. Kudoakan juga teman-temanku yang ikut tes turut lolos di universitas impiannya.

Semangat khatam,
Fildzah Nur Fadhilah.