Rabu, 28 Januari 2015

My Personal Reminder : Menjadi Maba

Aku bikin note ini di HP waktu baru masuk kuliah Agustus lalu. Tujuannya ya biar aku nggak lupa diri, nggak lupa tujuan, dan nggak hilang motivasi. Ternyata lumayan manjur lho ^^

Kalo lagi nggak semangat atau jenuh, aku baca-baca note ini. Kalau ada motivasi atau alasan berjuang yang baru pun, aku tambah note-nya. Barangkali berkat note ini juga IPK semester pertamaku bisa maksimal :)

Untuk semester depan sepertinya aku bakal bikin note baru lagi, jadi note yang sebelumnya kusimpan di sini ya. Silakan dibaca~

-- Just in Case You Lose Your Self --

Aku gak guna apa-apa di rumah. Makanya aku mesti keluar dari sana dan belajar hidup sendiri. Makanya juga aku gak pantas homesick.

Dengan jadi mahasiswa, aku akhirnya bakal tau gmn kerjaan seorang dosen itu. Itu pekerjaan ummi-abi. Pahamilah & hargai usaha mereka berjuang mencari nafkah demi keluarga.

Belajar itu enak kok, ibaratnya kita ada di sebuah tempat yang penuh dengan lampu mati. Dengan belajar, makin banyak lampu yang bakal menyala. Bahkan cahaya dari satu lampu saja bisa menuntun kita untuk menyalakan lampu-lampu yang lain. Rasanya asyik bisa tahu banyak hal, karena itu nikmatilah. Ilmu apapun nggak ada yang sia-sia. Belajarlah dengan rasa senang dan penuh rasa ingin tahu.

Berbeda pendapat sama orang lain itu wajar, tetap hormati pendapat mereka dan jangan diejek-ejek, kita ini negara demokrasi. Sangat wajar kalau ada perbedaan di negeri ini.

Hal yang penting itu bukan menjadi sempurna. Kamu cuma perlu menjadi lebih baik dari orang lain, karena itu berusahalah di atas rata-rata orang lain.

Kalau kamu gagal, kamu boleh kecewa, tapi jadikan juga kekecewaan itu sebagai motivasi untuk berusaha lebih baik lagi. Gagal itu emang gak enak, tapi lebih nggak enak lagi gagal sebelum berusaha kan?
Lagian kata Dahlan Iskan, "Habiskan Jatah Gagalmu di waktu muda." Wajar kok kalo ada byk kegagalan yg kita alami.
Kalo kata @anak_unpad, saat gagal, bukan kita yang paling payah, dan saat sukses, bukan kita yang paling hebat.

Untuk ke depannya, jangan terlalu mengandalkan diri sendiri. Berbagi itu adalah pengorbanan untuk menghindari rasa sepi. Kalo gak bisa sesuatu, jangan gengsi dan bilang bisa ngerjain semua sendiri. Kita manusia gak ada yang sempurna & diciptakan untuk saling menolong, saling melengkapi.

Capek ya? Capek sih. Tapi kalau dengan hati senang & ikhlas, jadi gak terlalu capek kan? We just simply do our best joyfully.

Begitu ada di atas, jangan sekalipun ngeremehin org lain. Aku yakin kamu tahu sendiri apa akibatnya. Ucap syukur atas apa yang didapat. Jangan susah puas & terobsesi sempurna, sampai-sampai tiap kekurangan kamu keluhkan. Siapa tahu yg kamu keluhkan itu adalah hal yang sangat diharapkan oleh orang lain. "Jika engkau merasa besar, periksa hatimu, mgkn ia sedang bengkak."

Jangan ngeluh karena jurusan gak sesuai minat atau karena temen-temen kenapa-kenapa. Jangan ngeluh juga soal univ kenapa-kenapa, pokoknya bersyukur aja. Ingatlah bahwa ada ribuan orang yang ingin berada di posisi kamu sekarang. Kampus ini memang bukan kampus impianmu, ini kampus impian mereka. Tapi malah kamu yang berhasil masuk ke kampus ini. Karena itu, tolong berjuang demi mereka juga.

Berjuanglah demi mereka yang belum berhasil atau gagal, juga demi siapapun yang membantu studimu sesedikit apapun bantuan mereka. Kamu bisa ada di sini sekarang karena mereka, dan kamu harus berjuang untuk mereka juga.

Jangan merasa ummi-abi nggak mendukung kamu. Ummi-abi ada terus dalam hidupmu lho. Kalo ngutip Shigatsu wa Kimi no Uso, "Ibu ada dalam setiap bahasa tubuhku." Kamu bisa kuliah, hidup cukup, makan enak, semua nggak lepas dari ummi-abi. Baju yang kamu pakai kuliah, kebiasaan waktu makan, cara mencuci, itu semua peninggalan orang tua bukan?

Sabtu, 20 Desember 2014

Teman yang Berpulang

Pagi ini aku menerima kabar duka di grup LINE teman-teman seangkatanku waktu SMA. Salah seorang dari kami, alumni SMAN 47 Jakarta angkatan 2014, meninggal dunia.

Beliau biasa dipanggil Aldo, saat ini beliau tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran UNS. Beliau meninggal dini hari tadi ketika masih mengikuti acara di Boyolali yang diadakan oleh fakultasnya.

Menurut informasi yang kudapat, beliau tiba-tiba kejang-kejang sekitar pukul 01.30 pagi. Gejalanya seperti hipotermia. Beliau memang dikabarkan punya riwayat penyakit ashma. Saat dihampiri oleh teman-temannya, tubuh beliau sudah kaku dan denyut nadinya lemah. Panitia acara berusaha membawa beliau ke puskesmas terdekat, tetapi tidak ada puskesmas yang buka. Akhirnya mereka membawa beliau ke rumah sakit beliau, tetapi nyawa beliau sudah tidak tertolong lagi.

Sejujurnya, saya tidak kenal baik dengan beliau. Beliau dulu jurusan IPA, sedangkan aku IPS. Aku bahkan tidak tahu yang mana beliau. Mungkin aku sebenarnya ingat wajah beliau, tapi tidak ingat nama.

Akan tetapi, sekalipun saya tidak kenal dengan beliau, kematian beliau merupakan kematian teman yang pertama kali dalam hidup saya. Melalui beliau, Allah seolah mengingatkan aku dan yang lainnya bahwa usia tidak ada yang tahu. Kematian selalu mengintai.

Melalui informasi dari kawan-kawan yang lain, aku jadi tahu kalau beliau non-Islam. Beliau juga merupakan anak tunggal yang sedang menanti liburan Natal bersama keluarganya.

Kematian tidak pandang umur. Tidak pula pandang situasi atau rencana di masa depan. Tidak pula ia memandang keyakinan. Kematian itu pasti.

Semoga Almarhum diampuni oleh Allah SWT dan tentu kematiannya menjadi pelajaran bagi kita semua.

Turut berduka cita,
Fildzah NF

Minggu, 14 Desember 2014

Menjelang Berakhirnya Semester Pertama

Assalamu'alaikum. Apa kabar nih pada?

Belakangan ini aku lagi sering mikir kalo waktu bener-bener cepet berlalu. Rasanya belum lama aku ikut SBMPTN, belum lama rasanya kuliah di Unpad, tapi ternyata semester perdanaku ini hampir berakhir.

Beberapa dosen sudah pamit dan mohon maaf di kuliah terakhir. Nggak terasa. Masih terbayang kuliah-kuliah yang lalu seperti belum lama terjadi.

Yang rada sedih, ada kemungkinan kelasku yang sekarang berubah anggotanya. Sepertinya mulai semester depan kami bisa memilih jadwal kuliah sendiri sehingga kami mungkin akan terpisah. Apapun yang terjadi, aku tetap bersyukur bisa menjadi bagian dari kelas ajaib itu : Mankom D. Mungkin aku bakal bahas tentang mereka lebih lanjut di artikel lain :)

Anyway, ketika memulai kuliah dulu pasti ada beberapa impian atau tujuan yang ingin dicapai. Mendekati penghujung semester, aku jadi merenungkan kembali tentang semua itu. Apa aku sudah memulai langkah untuk menjadi sarjana yang baik? Apa aku sudah belajar tekun? Apa ibadah harianku semakin baik? Apa aku semakin rajin liqo?

Apa aku sudah memulai langkah untuk memelajari segalanya?

Ternyata belum semuanya berjalan baik.

Masih banyak hal yang belum kulihat.
Masih banyak buku yang belum kubaca.
Masih banyak kabar yang belum kudengar.
Masih banyak pula tempat yang belum kujelajahi.
Semangat mencari tahu!

Jatinangor, 4 Desember 2014
Fildzah NF

Selasa, 14 Oktober 2014

Lagi Doyan Genre "Royal Shoujo Manga"...

Kapan postingan terakhirku tentang jejepangan ya? Yah... Pokoknya kali ini saya mau memberi Anda semua, terutama penyuka Shoujo Manga, tentang beberapa judul Manga yang sedang kusukai belakangan ini. Entah kenapa, belakangan ini aku jadi baca komik remaja putri yang latarnya kerajaan gitu, padahal nggak sengaja. Langsung aja ya, ini judul-judulnya. Cuma empat kok~

(Ini diurutkan berdasarkan minatku ke komik itu sekarang/Agustus 2014, dari yang disuka sampai yang paling disuka)

1. Soredemo Sekai wa Utsukushii
(Walaupun Begitu, Dunia ini Indah)
Judul alternatif : SoreSeka, The World is Still Beautiful; Even So, The World is Beautiful
Komikus : Shiina Dai (majalah Hana to Yume)

SoreSeka bercerita tentang seorang Putri Bungsu Kerajaan Hujan, Nike (baca: ni-ke) Remercier, yang dinikahkan dengan Raja Kerajaan Matahari, sang penguasa dunia, sebagai syarat untuk mempertahankan otonomi wilayah kerajaannya. Sang Raja Matahari memerintahkan demikian karena tertarik dengan kekuatan keluarga Kerajaan Hujan, yaitu memanggil hujan. Namun, sang penguasa dunia yang dikabarkan menakutkan itu, Livius Orvinus Ifrikiya, ternyata hanya seorang anak laki-laki berusia 12 tahun! Bagaimana kelanjutan pertunangan Nike dan Livi?

Di Jepang, manga ini sudah dirilis sampai lebih dari 40 chapter. Walaupun di awal gambarnya kurang bagus, skill sang komikus terus berkembang. Chemistry antara dua tokoh utama bagus banget, duet politiknya juga keren. Ceritanya juga sebenarnya menarik, walaupun sang komikus sepertinya sempat blunder mengenai usia Livi (awalnya bilang 15, terus jadi 12).
Kepopuleran manga ini membuat Studio Pierrot membuat versi animenya. Tayang bulan April sampai Juni 2014, terdiri atas 12 episode. Nike diperankan oleh Maeda Rena, sedangkan Livi diperankan oleh Shimazaki Nobunaga.
Sampai sekarang versi komiknya masih lanjut di Jepang, belum ada tanda-tanda tamat.


Opini pribadi : komik ini mengingatkan saya bahwa di balik sosok yang hebat, ada masa lalu yang tidak mengenakkan. Juga mengingatkan saya bahwa "tak kenal maka tak sayang" (iyeyy). Livi yang lahir di negeri makmur ternyata bisa tak sebahagia Nike yang lahir di negara miskin. Masa lalu Livi yang membuatnya "lebih cepat dewasa" juga... wow aja gitu. Bagi yang suka sama kisah cinta di mana laki-lakinya lebih muda, mungkin kalian bakal suka sama SoreSeka ini.


2. Sugar Apple Fairy Tale
Penulis : Mikawa Miri
Komikus :
SAFT, sebenarnya adalah sebuah serial light novel yang kemudian volume pertamanya diadaptasi menjadi Manga. Bercerita tentang Ann Halford yang bercita-cita menjadi Silver Sugar Master seperti ibunya. Ceritanya dia semacam seniman permen gitu deh, yang bikin patung gula gitu. Di negeri tempat Ann tinggal, manusianya hidup dengan memperbudak para peri, yang tidak jarang disertai kekerasan. Ibu Ann adalah salah satu orang yang melawan kenyataan itu. Selama menjadi pembuat permen, ibu Ann tidak pernah mempekerjakan seorang peri pun. Namun, saat ini beliau telah meninggal dan Ann harus berjuang sendirian. Untuk melindungi diri dan membantu dirinya mewujudkan cita-citanya, Ann terpaksa "membeli seorang peri prajurit" bernama Shall Fen Shall. Ann berjanji akan membebaskan Shall setelah tujuannya tercapai, namun Shall menanggapinya dingin. Di tengah perjalanan mereka menuju Lewiston, tempat Sugar Sculpture Festival diadakan, Ann mendapat teman seperjalanan baru, yaitu seorang peri kecil Mythrill Reed Pod yang dulu pernah ditolongnya, serta Jonas, putra keluarga pembuat permen terkenal yang sebenarnya pernah melamar Ann. Perjuangan Ann untuk mendapatkan gelar Silver Sugar Master pun dimulai.

Waktu pertama baca SAFT, baik komik ataupun novelnya, memang agak susah dimengerti karena banyak istilah, baik tentang pembuat permen ataupun para peri. Tapi lama-lama, kita bakal enjoy sama ceritanya. Kita bakal mikir, "ih seru juga lanjutannya apa nih" atau "imut deh ceritanya" gitu.

Light SPOILER >>> Romance juga bagian dari SAFT. Perlahan tapi pasti, Ann yang seorang manusia jatuh cinta pada Shall yang seorang peri. Tentunya itu percintaan yang sulit. <<<



3. Akatsuki no Yona
(Yona Sang Fajar)
Judul alternatif : Yona of the Dawn, YONA~The Girl Standing in the Blush of Dawn~
Komikus : Kusanagi Mizuho (majalah Hana to Yume)

Yona adalah putri tunggal Kerajaan Kouka yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Il (iL).  Di Istana Hiryuu, Yona yang kehilangan ibunya sewaktu kecil tumbuh besar menjadi gadis yang egois dan manja. Ayahnya tak pernah mengajarkannya tentang politik dan selalu melarangnya memegang senjata apapun. Yona yang baru berulang tahun ke-16 ini tengah menyukai Soo-Won, sepupunya. Yona juga akrab dengan Hak, pengawal pribadinya yang ditunjuk langsung oleh Kaisar Il. Sejak kecil, Yona, Soo-Won, dan Hak akrab dan sering menghabiskan waktu bersama.
Namun di malam hari setelah perayaan ulang tahun Yona, Yona menyaksikan sendiri saat Soo-Won membunuh ayahnya. Hampir seluruh bagian istana tergabung dalam kudeta ini. Berkat bantuan Hak yang menyatakan akan tetap setia pada Kaisar Il, Yona berhasil kabur dari istana. Ia dan Hak memulai perjuangan untuk bertahan hidup dalam buruan pasukan yang diperintah Kaisar baru, Soo-Won. Bersamaan dengan itu, Yona mulai mempelajari bagaimana keadaan kerajaannya yang sesungguhnya, bagaimana sulitnya berjuang untuk hidup, dan bagaimana sisa hidupnya harus dihabiskan.

SPOILER >>>> Atas saran dari pertapa Ik-Soo, Yona, Hak, dan Yoon, kawan laki-laki baru mereka yang pandai banyak hal, memulai perjalanan untuk mengumpulkan para Prajurit Naga. Mereka adalah Kija sang Naga Putih, Shin-Ah sang Naga Biru, Jae-Ha sang Naga Hijau, dan Zeno sang Naga Kuning.
Bersama, mereka berjuang membantu orang-orang yang kesulitan di kerajaan itu. <<<<

Sebenarnya dari dulu aku udah akrab dengan komikus ini, Kusanagi Mizuho. Karya pertamanya yang kubaca berjudul NG Life, dan aku langsung mikir kalau gambarnya cantik banget. Garisnya tipis dan rapi, penggunaan screentone-nya keren, cakep deh. Judul YONA juga udah sering muncul di toko buku dari jaman SMP dulu kala, tapi baru mulai baca pas lulus SMA sekarang. Dan aku nggak nyesel baca. Keren. Aku sebenarnya kurang suka sama genre Reverse Harem ataupun Harem biasa, tapi begitu baca Yona, terus satu demi satu karakternya muncul, dan tanpa sadar aku sudah baca manga dengan genre yang gak kusuka! Haremnya emang gak vulgar, karena antar karakter saling akrab satu sama lain juga. Romance di sini juga gak melibatkan para Prajurit Naga walaupun mereka sangat setia pada Yona. Hanya sekedar cinta segitiga antara Yona, Hak, dan Soo-Won. 

Ngomong-ngomong, buat para penggemar Manga Yona ataupun yang berminat tapi males baca komiknya, ada kabar gembira! Studio Pierrot kabarnya telah memulai pembuatan anime Akatsuki no Yona sejak tahun lalu, dan anime tersebut akan tayang musim gugur tahun ini, bulan Oktober 2014! Sayangnya aku pribadi masih kuliah bulan itu, jadi baru bisa nonton bulan Desember nanti (semangat marathon wkwk). Para pengisi suaranya sama seperti dalam versi Drama CD yang telah dibuat berkali-kali sebelumnya, yaitu Saitou Chiwa (Yona), Maeno Tomoaki (Hak), Kobayashi Yusuke (Soo-Won), Minagawa Junko (Yoon), Masakazu Morita (Kija), Okamoto Nobuhiko (Shin-Ah), Suwabe Junichi (Jae-Ha), dan Shimono Hiro (Zeno). Trailer pertamanya juga sudah bisa disaksikan di YouTube ^^



4. Akagami no Shirayukihime
(Putri Salju Putih Berambut Merah)
Komikus : Akidzuki Sorata (majalah Lala DX, lalu pindah ke Lala)

Shirayuki adalah seorang ahli obat, juga gadis muda yang memiliki warna rambut langka, yaitu
merah apel. Karena rambutnya itulah, Pangeran Sulung di negerinya, Tanburn, yang bernama Pangeran Raji, ingin menjadikannya selir (meskipun belum punya permaisuri). Karena merasa sang pangeran hanya menyukai rambutnya, Shirayuki memotong rambutnya dan meninggalkan rambut itu di rumahnya, sementara ia sendiri kabur ke negara lain. Ketika berada di hutan di wilayah Kerajaan Clarines, Shirayuki bertemu dengan seorang pemuda bernama Zen dan dua kawannya, Mitsuhide dan Kiki. Setelah Shirayuki mengobati luka yang didapat Zen, Zen pun membantu Shirayuki kabur dengan mengizinkannya berlindung dalam pondok di hutan itu. Mereka pun mulai berteman. Namun ternyata Shirayuki tidak aman. Ajudan Pangeran Raji terus memburunya. Bagaimana selanjutnya Shirayuki akan bertindak? Siapa pula sebenarnya Zen yang terus membantu Shirayuki?

Saya sebenarnya gak mau ngasih spoiler di sini. Karena waktu baca chapter pertama, saya bener-bener gak tahu apa-apa soal ceritanya. Sekedar go with the flow aja. Terus pas ketahuan Zen itu sebenarnya siapa, manga yang awalnya biasa aja TIBA-TIBA JADI TERASA SERU BANGET. Karena itu saya saran tolong baca chapter pertamanya sekarang, di sini bisa.

Udah dibaca belom? Plis baca dulu. Kesannya sekali abis kayak one-shot manga kok. Baca di sini.



Udah baca? Kalo belom ayo liat di sini...



Mulai ada SPOILER nih ke bawah. Yakin gak baca? Tanggung risikonya sendiri yah.





Kalau menurutku identitas Zen bener-bener gak disangka-sangka. Awalnya kukira Zen itu sekedar pemburu, laki-laki biasalah... Ternyata dia pangeran bungsu di Kerajaan Clarines. Sebenarnya gambar sang komikus sederhana untuk ukuran shoujo manga, tapi gambarnya informatif. Setting kerajaannya tergambar dengan baik. Shirayukinya imut, Kiki cantik, Mitsuhide sama Obinya keren, terus Zen... Ah gak tahu deh lagi suka banget sama Zen hehe. Baru kali ini ketemu karakter yang gentleman gitu. Biasanya kan sering tuh ada tokoh cowok yang keren, tapi dinginlah, genitlah, dikit-dikit ngapain ceweknyalah... Bosen aja.


*Edit (14/10/2014) : Well that's all. Tulisanku ini emang udah gak relevan lagi, tapi gak tau kenapa aku males ngubahnya. Mata ne! ^^

Kamis, 28 Agustus 2014

Udah Seminggu Lebih di Kosan '-')

Assalamu'alaikum. Kira-kira gitulah gambaran apa yang mau diceritain di sini.

Aku mulai kost H-1 Ospek Universitas, tanggal 17. Sekarang jadi males ngitung udah malam keberapa, afwan lah yak -_-

Ospek Universitas dua hari lamanya. Berkesan banget, acaranya besar banget pula. Terus langsung dilanjut ospek fakultas untuk tiga hari berikutnya. Kalau osfak aku bener-bener gak mau cerita. Soalnya menurutku itu berakhir dengan agak kurang memuaskan. Bukan masalah di acara atau kakak-kakak panitianya kok, akunya aja. Hehee maaf lagi ya...

Soal kehidupan di sini, Alhamdulillah lancar-lancar aja. Terus, ini sebenarnya agak kurang pantas disyukuri, tapi alhamdulillah sampai sekarang aku belum homesick. Emang dari awal udah kuat niat buat ninggalin rumah. Nggak ada masalah apa-apa sama keluarga, cuma rasanya aku di rumah numpang doang, gak ngapa-ngapain, atau ada aku maupun nggak ada aku nggak bakalan banyak yang berubah. Gitu deh. Jelas ada saat-saat sulit ketika nggak ada orang tua atau anggota keluarga lain, tapi di situlah tantangannya. Gimana caranya biar kita bisa survive seorang diri.
Orang tua pastinya masih nanya kabar, aku juga ngasih kabar (tapi gak bales nanyain kabar. Jahat banget yak).

Di sini emang belum ada temen baru yang akrab banget denganku, tapi Alhamdulillah aku bisa survive sampai sekarang itu juga salah satunya berkat Ermi. Aku emang beruntung banget bisa satu fakultas dan tetanggaan di kosan sama temen deketku dari SMP itu. Nggak buta banget Sunda jadinya, Alhamdulillah. Ermi udah banyak banget bantuin aku. Mulai sekarang aku juga mesti lebih mengandalkan diri sendiri.
Alhamdulillah aku juga mulai akrab gitu sama ibu warung makan di deket kosan. Ibunya baik banget hehee. Tapi sayangnya masih belum berhasil mengakrabkan diri dengan ibu laundry. Lanjuuut...

Kuliah juga udah mulai dari hari Senin kemarin. Di Fikom ini jurusan ilkomnya langsung disuruh milih konsentrasi prodi, ada Manajemen Komunikasi, Jurnalistik, dan Ilmu Komunikasi. Aku ngambil yang ManKom. Ternyata dapet kelas yang sama kayak temen SMP-ku yang lain, Shadiq, walaupun dosen pembimbingnya beda. Btw soal dosen pembimbing aku dapat dosen yang sepertinya non Islam, tapi beliau salah satu dosen terbaik di departemen ManKom. Temen-temen di kelas asyik-asyik, lumayan akurlah. Masih rada kalem karena baru kenal. Katanya sih anak ManKom itu lucu-lucu, jadi mungkin tinggal tunggu waktu aja. Tugas kuliah banyak, iya jelas. Semangatlah semoga bisa terus disiplin ngerjainnya. Semoga juga pendaftaran anggota perpus fakultas cepet kelar, jadi mulai bisa ngerjain tugas dan minjem-minjem buku. Bismillah~

Aku sebenarnya pernah dibilang sama guruku kalau untuk semester pertama dan kedua jangan ikut organisasi dulu. Tapi seperti yang kuduga aku gak kuat kalau sama sekali nggak ikut. Aku terlanjur daftar LDK Universitas, ada niat untuk keluar, entah deh gimana. LDK tingkat Fakultas juga sebenarnya aku nggak daftar, cuma jaringan alumni SMA-ku di sana membuatku terseret (ke tempat yang baik) wkwk -_-
Aku nggak terseret sendiri kok, terseret berjama'ah bareng Ermi. Ermi senasiblah kayak aku. Kita berdua setuju kalau semester awal-awal harusnya fokus menstabilkan IPK, tapi kita juga tahu kalau waktu SMA, yang bikin kita berdua tetep semangat belajar salah satunya adalah teman-teman di Rohis. Kita tahu kalau lagi gundah gulana atau sekedar lelah, kita selalu larinya ke masjid. Sekedar ketemu sama teman-teman di sana juga udah mompa semangat banget. Kita butuh tempat kayak gitu, makanya kita tetep "main-main" ke LDK fakultas.
Padahal aku sama Ermi juga udah punya kelompok liqo sendiri, tapi base-nya di Masjid Salman ITB, Bandung. Yang artinya hampir tiap pekan aku, Ermi dan seorang kawan lagi di Unpad harus bolak-balik Bandung-Jatinangor. Sejujurnya, ini yang berat. Barangkali aku bakal ada negosiasi lagi soal tempat liqo.

Aku juga masuk satu UKM tingkat universitas. Maunya sih tingkat fakultas, tapi UKM itu cuma ada di tingkat universitas. UKM berisi ilmu bela diri yang aku memang udah penasaran pingin belajar dari dulu : Aikido. Rabu kemarin aku ikut latihan perdananya. Seru, menarik. Awalnya agak cemas karena ada beberapa Teteh dari Fikom yang ikut itu terus keluar, tapi setelah ikut latihan pertama, insya Allah aku masih mau datang lagi pekan depan. Aku cuma perlu latihan lebih tekun, bismillah lagi!

Apa lagi yang mau ditumpahin ke sini ya? Hehee... Maaf banget nih bahasanya tumben gak ada estetikanya sama sekali. Asal nulis sih, tiba-tiba pingin ngeblog. Kali ini sampai sini dulu, ya, wassalam :)

Yang sedang berusaha menghadapi tugas kuliah,
Fildzah Nur Fadhilah
Ilmu Manajemen Komunikasi Fikom Unpad